Guru Muda Bikin Gebrakan! Galih Pribadi Siap Ubah Wajah PGRI Pamanukan
SUBANG | Warta In Jabar – Angin segar perubahan mulai berhembus di tubuh organisasi guru Kecamatan Pamanukan. Nama Galih Pribadi, S.Pd., Gr. mendadak jadi perbincangan hangat setelah resmi menyatakan siap maju dalam pemilihan Ketua PGRI Pamanukan periode 2025–2030.
Bukan tanpa alasan, sosok guru muda yang kini menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) Pamanukan ini dinilai membawa energi baru yang berbeda. Di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, Galih hadir dengan gagasan segar dan semangat pembaruan.
“PGRI harus jadi rumah yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh guru. Bukan sekadar organisasi, tapi tempat bertumbuh dan saling menguatkan,” ujarnya.
Galih mengusung visi yang cukup menarik perhatian: menjadikan PGRI sebagai “Rumah Aman, Pusat Inovasi, dan Wadah Sinergi.”
Baginya, organisasi guru harus mampu menjawab kebutuhan zaman—mulai dari perlindungan profesi hingga peningkatan kompetensi digital.
Ia menilai, guru saat ini tidak cukup hanya mengajar, tetapi juga harus adaptif terhadap teknologi dan perubahan sistem pendidikan.
Untuk mewujudkan visinya, Galih menyiapkan tiga langkah utama yang disebut sebagai “tiga pilar perubahan”:
Perlindungan Guru – Memastikan hak dan keamanan profesi guru melalui penguatan advokasi.
Peningkatan Kompetensi – Mendorong pelatihan digital dan penguasaan teknologi bagi para pendidik.
Solidaritas Guru – Mempererat hubungan dan kepedulian antar sesama guru.
Kedekatan Galih dengan para guru menjadi nilai plus tersendiri. Ia dikenal aktif, mudah bergaul, dan responsif terhadap aspirasi rekan-rekannya.
Pengalamannya memimpin KKGO Pamanukan juga menjadi bukti bahwa ia bukan hanya punya ide, tapi juga mampu mengeksekusi program secara nyata.
Pemilihan Ketua PGRI Pamanukan kali ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, ini adalah momen penting untuk menentukan arah organisasi ke depan.
Dengan munculnya figur muda seperti Galih Pribadi, harapan akan perubahan yang lebih progresif dan relevan dengan kebutuhan zaman semakin terbuka lebar.
Kini, bola ada di tangan para guru. Apakah PGRI Pamanukan siap melangkah ke era baru?






























