30.2 C
Jakarta
Jumat, Mei 22, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Gegara Laporkan Akun Medsos, Plt Bupati Bekasi Dirujak Netizen : Pemimpin Kok Baperan!

Gegara Laporkan Akun Medsos, Plt Bupati Bekasi Dirujak Netizen : Pemimpin Kok Baperan!

​KABUPATEN BEKASI |Warta In Jabar – Langkah hukum yang diambil Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, dengan melaporkan tiga akun media sosial ke Polres Metro Bekasi memicu gelombang reaksi negatif dari publik. Bukannya mendapat simpati, orang nomor satu di Kabupaten Bekasi itu justru menjadi bulan-bulanan warga internet (netizen) yang menilai sang pejabat terlalu antikritik dan bermental lemah.

Sebelumnya, melalui kuasa hukumnya, Sarino, Plt Bupati resmi mengadukan akun Facebook “Rahmat Iton”, “Carlisle Fitri”, serta akun TikTok “Bekasi Masih Kusut” atas tuduhan penyebaran berita bohong (hoaks) terkait isu korupsi dan jual beli jabatan. Laporan tersebut teregistrasi dengan Nomor: LAPDUAN/456/III/2026/SAT RESKRIM/RESTRO BKS.

​Berdasarkan pantauan di berbagai platform digital, ruang komentar terkait pemberitaan tersebut langsung dibanjiri kritik pedas dan bernada satir dari masyarakat Bekasi. Warga menilai, di tengah menumpuknya persoalan infrastruktur dan pelayanan publik di Kabupaten Bekasi, langkah melaporkan netizen ke polisi adalah tindakan yang keliru dan membuang-buang energi.

​”Klu ga mau dikritik jng jadi pejabat booss,” tulis akun Farid dengan nada ketus.

​Nada serupa dilontarkan oleh akun Indra, “Pemimpin kok anti kritik😂,” seraya menyematkan emotikon tertawa.

​Sentimen mengenai ketidakpastian nasib pembangunan di Bekasi juga mencuat kuat. Akun Heru Rianto membeberkan realita di lapangan yang dinilainya tidak pernah berubah. “Tinggal di Cikarang dari 2005 hingga saat ini, dari bupati A – Z gitu-gitu aja wajah simpang SGC. Memindahkan kemacetan bukan solusi,” tulisnya.

​Bahkan, rusaknya infrastruktur jalan langsung dikaitkan dengan hobi melapor sang Plt Bupati. “Pantesan jalan dekat Medika jelek, ternyata sibuk lapor laporan,” sindir akun Romi Prabowo.

​Kritik masyarakat tidak berhenti di situ. Netizen secara terang-terangan menyindir kapasitas mental kepemimpinan Asep Surya Atmaja yang saat ini menjabat sebagai Plt.

Ahmad Ubaedillah: “Repot jg klo pejabatnya kupingnya tipis.”

Mochammed Nur Fahroji: “Kurang kerjaan aja.. Mending pikirin tuh PBI yang dikon aktifkan.. Agar masyarakat Bekasi terjamin jaminan kesehatannya.. Publik figure koq gak ko di kritik..”

​Slamet Abdulaziz: “Emng Masik kusut, mana ada gebrakannya, pencitraan doang, kerja nol, jalan rusak, ngurus surat buat Kis aja susahny kebangeten.. apa yg dibanggakan.”

​Sejumlah netizen bahkan membandingkan ketahanan mental Plt Bupati Bekasi dengan tokoh nasional lainnya. Akun Sandi menulis secara sarkas, “Jokowi, Prabowo, Gibran, Bahlil baca berita ini be like: GITU AJA LEMAH.” Sementara akun Putra Sholeh meminta Plt Bupati untuk meniru aksi nyata tokoh Jawa Barat, Dedi Mulyadi, daripada sibuk meladeni dunia maya. “Klu bapa kaya gni aja d ladenin selama 5 tahun pasti ngurusin kaya gni aja. Akun yg itu sdh k tangkep nnti akan muncul lgi yg lain,” cetusnya.

​Fenomena “rujakan” massal dari netizen ini menjadi sinyal keras bagi jalannya roda pemerintahan di Kabupaten Bekasi. Publik seolah mengirimkan pesan tegas bahwa akuntabilitas dan penyelesaian masalah riil seperti begal, kemacetan SGC, pasar Cikarang, hingga jaminan kesehatan PBI jauh lebih mendesak ketimbang mengurusi ego pejabat yang terluka oleh jempol netizen.

​Hingga berita ini diturunkan, Polres Metro Bekasi melalui Kapolres Kombes Pol Sumarni menyatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait laporan aduan tersebut. Namun, di pengadilan opini publik, Plt Bupati Bekasi tampaknya harus menerima kenyataan bahwa posisinya sedang berada di titik nadir sentimen masyarakat. (**)

Berita Terkait