25.4 C
Jakarta
Rabu, April 15, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

AKLAMASI TANPA LAWAN! Galih Pribadi Nahkodai PGRI Pamanukan 2025–2030, Siap Gas Program Perlindungan Guru

AKLAMASI TANPA LAWAN! Galih Pribadi Nahkodai PGRI Pamanukan 2025–2030, Siap Gas Program Perlindungan Guru

PAMANUKAN | Warta In Jabar – Konferensi Cabang (Koncab) PGRI Kecamatan Pamanukan Tahun 2026 berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan yang dihadiri 85 peserta dari total 108 undangan ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi guru untuk periode 2025–2030.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PGRI yang menambah nuansa nasionalisme di tengah para peserta. Sejumlah tokoh turut hadir dan memberikan sambutan, di antaranya Abdul Rasyid selaku perwakilan pengurus kabupaten serta Aiptu Supriyono (Panit Binmas Polsek Pamanukan) yang mewakili Kapolsek Pamanukan.

Memasuki agenda inti, jalannya persidangan berlangsung tertib melalui Sidang Pleno II yang dipimpin oleh Tatang Mulyana. Laporan pertanggungjawaban disampaikan oleh Ita Karmita Sukenda, disusul penyampaian pandangan umum dari masing-masing ranting yang diwakili oleh H. Uung, H. Wastalim Permana, serta perwakilan SMPN 1 Aruma. Aspirasi yang disampaikan menjadi bahan evaluasi penting bagi kepengurusan berikutnya.

Puncak kegiatan terjadi pada proses pemilihan pengurus baru. Setelah kepengurusan sebelumnya resmi dinyatakan demisioner, forum secara bulat menetapkan Galih Pribadi sebagai Ketua PGRI Cabang Pamanukan periode 2025–2030 melalui mekanisme aklamasi, mengingat tidak adanya kandidat lain. Sementara itu, posisi pengurus lainnya diisi oleh Ended, Asep Saepuloh, dan Eli yang juga dipilih secara aklamasi.

Dalam pernyataannya, Galih Pribadi menegaskan komitmennya untuk membawa PGRI Pamanukan lebih progresif dengan tiga program prioritas utama. Pertama, memperkuat perlindungan hukum bagi guru melalui pembentukan posko pengaduan serta satgas anti-bullying. Kedua, meningkatkan kompetensi guru agar mampu berprestasi di tingkat kabupaten hingga nasional. Ketiga, mempererat persatuan antarjenjang pendidikan, mulai dari TK, SD hingga SMP, guna menghapus sekat dalam organisasi.

“PGRI harus menjadi rumah besar yang aman, solid, dan mampu mendorong kemajuan guru secara menyeluruh,” tegasnya.

Kegiatan ditutup dengan pelantikan resmi pengurus terpilih serta pembacaan janji pengurus sebagai simbol komitmen dalam menjalankan amanah organisasi. Dengan kepemimpinan baru, PGRI Pamanukan diharapkan semakin solid dan berkontribusi nyata dalam mewujudkan pendidikan berkualitas menuju Indonesia Emas.

Berita Terkait