26.1 C
Jakarta
Minggu, April 19, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Pemprov Banten dan Bank Banten Raih Penghargaan The Asian Post 2026

Wartain Banten | Pemerintahan | 19 April 2026 — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama Perseroan Daerah (Perseroda) Bank Banten meraih penghargaan bergengsi dalam ajang The Asian Post The Best Regional Champion 2026 yang diselenggarakan oleh kelompok media Infobank. Pemprov Banten berhasil meraih predikat The 2nd Best Province in Financial Index, sementara Bank Banten dinobatkan sebagai Bank Rising Power Regional Bank.

Asisten Daerah (Asda) Administrasi Umum Setda Provinsi Banten, Rina Dewiyanti, mengatakan penghargaan tersebut menjadi indikator bahwa pengelolaan keuangan daerah serta penguatan kelembagaan perbankan daerah di Banten berjalan ke arah yang positif dan berkelanjutan.

“Capaian ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua. Penghargaan untuk Bank Banten sebagai Rising Power Regional Bank serta pengakuan bagi Provinsi Banten dalam indeks kemandirian fiskal menunjukkan bahwa arah kebijakan dan berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Banten telah berada pada jalur yang tepat,” ungkap Rina Dewiyanti di Plaza Aspirasi, KP3B Curug, Kota Serang, Jumat (17/4/2026).

Rina berharap ke depan Bank Banten dapat terus memperkuat kinerja, meningkatkan profesionalisme, serta memperluas kontribusinya dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ke depan, kami berharap Bank Banten dapat terus tumbuh lebih kuat, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih luas dalam mendukung perekonomian daerah. Termasuk dalam mengoptimalkan potensi PAD secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat Banten,” pungkasnya.

Berdasarkan Indeks Kemandirian Fiskal (IKF) yang dikembangkan Badan Pemeriksa Keuangan, IKF Provinsi Banten pada 2024 mencapai 72,76, meningkat dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 72,25. Capaian ini menunjukkan kinerja fiskal yang solid, dengan total pendapatan daerah mencapai Rp12,4 triliun.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) berkontribusi dominan sebesar Rp9,0 triliun atau sekitar 72,76 persen. Kontribusi terbesar berasal dari pajak daerah sebesar Rp8,6 triliun, memberikan ruang fiskal yang lebih luas serta tingkat kemandirian fiskal yang tinggi bagi daerah.

Sumber utama PAD berasal dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Realisasi PKB pada 2024 tercatat sebesar Rp3,5 triliun, sementara BBNKB mencapai Rp2,7 triliun, berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Dari sisi belanja, Provinsi Banten mencatat total belanja daerah sebesar Rp11,9 triliun, yang terdiri dari belanja pegawai Rp2,4 triliun, belanja barang dan jasa Rp3,8 triliun, belanja modal Rp1,1 triliun, serta belanja lainnya Rp4,4 triliun. Pos belanja terbesar didominasi oleh belanja bagi hasil sebesar Rp3,4 triliun.

Sementara itu, kinerja Bank Banten terus menunjukkan tren positif setelah menyelesaikan proses Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama Bank Pembangunan Jatim. Kerja sama tersebut tidak hanya memperkuat permodalan, tetapi juga meningkatkan sistem dan tata kelola bank.

Dampaknya, kepercayaan pasar dan pemerintah daerah semakin meningkat. Sejumlah pemerintah kabupaten dan kota seperti Kota Serang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang telah menempatkan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) di Bank Banten.

Adapun penilaian dalam ajang The Asian Post The Best Regional Champion 2026 Infobank didasarkan pada kinerja laporan keuangan periode September 2024 hingga September 2026. Indikator penilaian meliputi permodalan, kredit, rentabilitas, likuiditas, hingga efisiensi.

Dengan capaian tersebut, Pemprov Banten dan Bank Banten dinilai mampu menunjukkan kinerja keuangan yang solid serta prospek yang menjanjikan dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.(WartainBanten)

Berita Terkait

Iskandar Z Sitanggang
Iskandar Z Sitanggang
Pakar Bisnis, Pendidikan dan Hukum