Warta.in||Malang – Keberadaan salah satu hotel di wilayah Desa Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, tengah menjadi sorotan masyarakat. Hotel tersebut diduga menjadi lokasi praktik prostitusi terselubung yang berlangsung secara diam-diam.(20/4/2026)
Informasi yang dihimpun dari warga sekitar menyebutkan adanya aktivitas keluar-masuk tamu dengan intensitas tinggi pada jam-jam tertentu, terutama pada malam hingga dini hari. Kondisi ini menimbulkan kecurigaan dan keresahan di tengah lingkungan masyarakat.

“Sering terlihat pasangan yang bukan suami istri keluar masuk, bahkan ada yang hanya beberapa jam saja,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga juga mempertanyakan lemahnya pengawasan dari pihak pemerintah desa setempat. Peran Kepala Desa atau Lurah Talangagung dinilai perlu lebih aktif dalam melakukan kontrol sosial terhadap aktivitas usaha yang berpotensi melanggar norma dan hukum.
Dugaan praktik prostitusi terselubung ini diharapkan mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum, khususnya Polres Malang, guna melakukan penyelidikan lebih lanjut dan memastikan kebenaran informasi yang berkembang di masyarakat.
Upaya konfirmasi telah dilakukan oleh tim jurnalis ke pihak Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Namun, pihak kecamatan mengarahkan agar klarifikasi dilakukan langsung ke pemerintah desa atau kelurahan Talangagung.
Saat didatangi untuk konfirmasi, pihak Kepala Desa (Lurah) Talangagung yang disebut sebagai pemilik usaha tersebut justru tidak memberikan keterangan dan terkesan menghindar dari jurnalis.
Masyarakat berharap, jika dugaan tersebut terbukti, pihak terkait dapat segera mengambil tindakan tegas demi menjaga ketertiban, moralitas lingkungan, serta citra wilayah Kepanjen sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Malang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola hotel maupun pemerintah desa Talangagung belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.
(Bersambung)





























