Warta.in, Jember – Selasa, 21 April 2026 Dugaan praktik penipuan berkedok pengurusan administrasi pernikahan kembali mencuat. Seorang oknum modin di wilayah Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, berinisial Mukti Mukhyar, diduga melakukan pungutan liar (pungli) sekaligus penipuan terhadap warga dengan modus “terima beres” pengurusan nikah.
Kasus ini diungkap oleh Ali, yang hendak mengurus pernikahan keponakannya, AL. Ia mengaku diminta menyerahkan uang sebesar Rp2.500.000 oleh terduga pelaku dengan janji seluruh proses, termasuk penerbitan surat nikah, akan selesai dalam waktu dua minggu.
“Awalnya dijanjikan selesai cepat, maksimal dua minggu sudah beres semua,” ungkap Ali.
Namun, janji tersebut diduga hanya menjadi modus.
Faktanya, hingga lebih dari empat bulan berlalu, dokumen resmi pernikahan tak kunjung diterbitkan. Ironisnya, proses ijab kabul telah lebih dulu dilaksanakan tanpa diikuti legalitas administrasi yang sah.
Ali mengaku telah berulang kali mendatangi kediaman terduga, namun tidak pernah mendapatkan kepastian. Bahkan, menurutnya, yang bersangkutan kerap sulit ditemui dan diduga menghindar.
“Sering didatangi tapi tidak pernah bisa ditemui. Dihubungi lewat WhatsApp tidak dibalas, ditelepon juga tidak diangkat,” tegasnya.
Pasangan yang menjadi korban dalam kasus ini adalah Fatmasari dan Prasetyo. Hingga kini, status administrasi pernikahan mereka masih menggantung, meskipun secara agama telah dinyatakan sah.
Situasi ini menimbulkan dugaan kuat adanya unsur penipuan serta penyalahgunaan posisi oleh oknum yang mengatasnamakan fungsi pelayanan keagamaan. Praktik semacam ini dinilai mencederai kepercayaan publik terhadap institusi pelayanan pernikahan.
Ali menegaskan, pihak keluarga tidak akan tinggal diam. Jika tidak ada itikad baik dari terduga pelaku, langkah hukum akan segera ditempuh.
“Kalau tidak ada kejelasan atau pengembalian uang, kami akan laporkan ke Polres Jember. Ini sudah merugikan dan tidak bisa dibiarkan,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terduga belum memberikan klarifikasi. Upaya konfirmasi yang dilakukan juga belum membuahkan hasil.































