Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Membumi di Bumi Serepat Serasan, PSI PALI Lebur Bersama Ibu-Ibu Pengajian dalam Momentum 1 Muharram 1448 H

Warta.in//PALI, SUMATERA SELATAN – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian membuktikan komitmennya untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam panggung politik di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Setelah sebelumnya sukses menghentakkan publik lewat gelaran seni budaya Jaranan Restu Budoyo, PSI kini kembali membuat gebrakan nyata yang langsung menyentuh akar rumput.Memanfaatkan momentum sakral peringatan 1 Muharram 1448 H, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Sumatera Selatan Ir. H.Heri Amalindo M.M bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI PALI menggelar jalinan silaturahmi erat bersama ibu-ibu pengajian Miftahul Jannah. Kegiatan religius ini berpusat di Mushola Kebun Buah Simpang, Kelurahan Talang Ubi Timur, tepat di area Sekretariat DPD PSI PALI, Selasa (16/6/2026).

Langkah strategis ini dinilai banyak pihak bukan sekadar seremonial politik musiman. Kehadiran jajaran pengurus partai berlambang mawar tersebut menjadi bukti otentik bahwa PSI hadir, bernafas, dan melebur bersama denyut nadi kehidupan religius serta kultural masyarakat di Bumi Serepat Serasan, Mengetuk Pintu Hati Lewat Jalur Kultural dan ReligiusStrategi PSI PALI yang memilih melakukan pendekatan melalui jalur kebudayaan dan keagamaan dinilai sangat cerdas dan humanis. Dengan merangkul kelompok pengajian ibu-ibu, PSI berhasil menepis anggapan bahwa partai politik hanya datang saat menjelang pesta demokrasi atau pemilu saja.

Ketua pengurus DPW PSI Sumatera Selatan Ir. H. Heri Amalindo M.M, yang hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa esensi dari politik PSI adalah kemanusiaan dan pengabdian. Peringatan tahun baru Islam 1 Muharram dijadikan momentum refleksi bersama untuk memperkuat ukhuwah islamiyah sekaligus menyerap aspirasi langsung dari masyarakat, khususnya kaum perempuan yang menjadi pilar utama keluarga.

“Kami ingin memastikan bahwa PSI bukan partai yang berjarak dengan rakyat. Kami ingin ada di setiap momentum penting kehidupan warga, baik saat mereka melestarikan budaya asli daerah, maupun saat menjalankan kegiatan keagamaan seperti ini. Ibu-ibu pengajian adalah motor penggerak kebaikan di lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan tetangga,” ujar salah satu fungsionaris PSI di lokasi acara.

Suasana Hangat dan Penuh KekeluargaanAcara silaturahmi berlangsung dalam suasana yang sangat khidmat namun tetap hangat penuh kekeluargaan. Puluhan ibu-ibu pengajian Miftahul Jannah tampak antusias memadati lokasi acara. Lantunan doa dan zikir bersama menggema, membawa harapan baru untuk kemajuan wilayah PALI di tahun baru hijriah ini.Ketua DPD PSI PALI menyatakan rasa syukur dan terima kasihnya atas sambutan hangat yang diberikan oleh jamaah pengajian Miftahul Jannah.

Menurutnya, sekretariat PSI PALI didirikan memang untuk menjadi rumah bersama bagi seluruh elemen masyarakat, tanpa memandang latar belakang.”Pintu sekretariat kami selalu terbuka 24 jam untuk warga. Hari ini, kebersamaan dengan ibu-ibu pengajian Miftahul Jannah memberikan energi baru bagi kami di PSI untuk terus berbuat baik dan memperjuangkan hak-hak masyarakat PALI. Kami tidak ingin memberikan janji muluk, tapi kami memberikan bukti kehadiran nyata,” tegasnya.

Konsistensi Gerakan yang Mulai DiperhitungkanAktivitas beruntun yang dilakukan oleh PSI PALI dalam beberapa waktu terakhir mulai mengubah lanskap politik lokal. Dari panggung seni tradisional hingga mimbar pengajian, PSI menunjukkan fleksibilitas gerakan yang sangat dinamis. Pengamat politik lokal menilai, konsistensi PSI dalam mendekati struktur sosial paling dasar—seperti komunitas seni dan kelompok pengajian—akan menjadi modal sosial yang sangat kuat.

Jika pola komunikasi politik yang membumi dan konsisten ini terus dipertahankan, tidak menutup kemungkinan PSI akan menjelma menjadi salah satu kekuatan politik utama yang diperhitungkan di Kabupaten PALI pada masa-masa yang akan datang.Acara ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama antara pengurus DPW PSI Sumsel, DPD PSI PALI, serta seluruh jamaah pengajian Miftahul Jannah, menyisakan pesan kuat bahwa politik di tangan anak muda PSI bisa berjalan beriringan secara harmonis dengan nilai-nilai agama dan budaya lokal.

 

(Muhamad Randi)

Berita Terkait