Wartain Banten | UKM/UMKM | 16 Juli 2026 — Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten untuk membentuk koperasi sebagai wadah memperkuat kesejahteraan para anggotanya. Ajakan tersebut disampaikan saat memimpin Apel Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) Ke-79 Tingkat Provinsi Banten di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Rabu (15/7/2026).
Dalam amanatnya, Dimyati menegaskan bahwa koperasi harus menjadi penggerak ekonomi berbasis gotong royong yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, koperasi memiliki peran strategis dalam membangun perekonomian karena berlandaskan semangat kebersamaan dan kepemilikan bersama.
“Koperasi adalah semangat gotong royong. Koperasi juga menjadi sarana pendidikan bagi masyarakat untuk belajar usaha, memahami simpan pinjam, berdagang, pembukuan, hingga berorganisasi. Jadi, koperasi ini gunanya besar,” ungkap Dimyati.
Ia menjelaskan, berbeda dengan badan usaha berbentuk perseroan terbatas (PT) yang dimiliki perseorangan, koperasi dimiliki oleh seluruh anggotanya. Dengan demikian, manfaat dan keuntungan yang diperoleh dapat dirasakan secara adil oleh seluruh anggota.
“Kalau PT itu personal, yang memilikinya satu orang. Kalau koperasi milik bersama. Itu yang menjadi manfaat dan keuntungannya,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Dimyati mengimbau agar setiap OPD di lingkungan Pemprov Banten memiliki koperasi sebagai bentuk implementasi semangat kebersamaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pegawai.
“Saya mengimbau agar setiap instansi memiliki koperasi. Karena koperasi dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Prinsip-prinsipnya sudah jelas, dasarnya sudah jelas, asasnya sudah jelas,” ujarnya.
Selain itu, Dimyati juga memberikan apresiasi terhadap kebijakan Presiden Republik Indonesia yang mendorong pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Menurutnya, program tersebut menjadi langkah strategis dalam menggerakkan perekonomian masyarakat dari tingkat desa dan kelurahan.
“Itulah hebatnya Bapak Presiden. Dulu masyarakat didorong berkoperasi, tetapi belum memiliki wadah yang kuat. Sekarang sudah ada wadahnya, sehingga perputaran ekonomi, baik dari hasil pertanian, perkebunan maupun sektor lainnya dapat berjalan di masyarakat,” jelasnya.
Dimyati optimistis keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas bagi masyarakat di berbagai sektor.
Sementara itu, Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Provinsi Banten, Hasbi Sidik, mengatakan peringatan Hari Koperasi Nasional merupakan momentum untuk memperkuat kembali peran koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional.
Menurutnya, kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi terobosan pemerintah dalam memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Ia menilai koperasi kini semakin berkembang dan mampu menjadi pilihan berbagai kalangan, mulai dari karyawan, sekolah hingga masyarakat umum, sebagai sarana meningkatkan kesejahteraan melalui usaha bersama.
“KDMP merupakan gagasan yang sangat baik agar ekonomi bergerak di pedesaan dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Ke depan, koperasi tidak hanya melayani perdagangan sembako, tetapi juga berbagai kebutuhan masyarakat lainnya,” katanya
Peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-79 di Provinsi Banten menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang berlandaskan gotong royong, kebersamaan, dan kemandirian menuju masyarakat yang lebih sejahtera.(WartainBanten)






























