Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Tugas Lebih Terarah, Lapas Curup Susun Struktur Kerja Tamping pada Seksi Kegiatan Kerja

Warta.in-Curup,RejangLebong. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup terus memperkuat pelaksanaan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menyusun struktur dan daftar pembagian kerja bagi tamping (tahanan pendamping) pada Seksi Kegiatan Kerja (Giatja).

Penyusunan struktur kerja tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menciptakan pelaksanaan kegiatan kerja  yang lebih tertib, terarah, sistematis, dan mudah dalam pengawasan. Melalui pembagian tugas yang jelas, setiap tamping dapat memahami peran, tanggung jawab, serta pekerjaan yang harus dilaksanakan dalam mendukung kegiatan di lingkungan Giatja.

Struktur kerja menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan kegiatan kerja. Dengan adanya pem bagian tugas yang tersusun secara jelas, pelaksanaan pekerjaan tidak dilakukan secara sembarangan, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan serta fungsi masing-masing. Hal ini diharapkan da pat menciptakan alur kerja yang lebih teratur sekaligus meminimalkan terjadinya tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas.

Selain memberikan kejelasan mengenai tanggung jawab, penyusunan daftar kerja juga memudahkan petugas dalam melakukan pengawasan, pemantauan, dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan. Petugas dapat mengetahui pembagian tugas masing-masing tamping, sementara warga binaan yang ditugaskan memiliki pedoman yang dapat dijadikan acuan dalam menjalankan aktivitas kerja sehari-hari.

Kegiatan kerja di Giatja sendiri tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan suatu pekerjaan atau produk, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan kemandirian warga binaan. Melalui keterlibatan dalam kegiatan kerja yang dilakukan secara terarah, warga binaan diberikan kesempatan untuk belajar mengenal tanggung jawab, kedisiplinan, ketekunan, kerja sama, serta pentingnya mengikuti aturan dan prosedur dalam melaksanakan pekerjaan.

Pembagian tugas yang jelas juga diharapkan dapat membangun kebiasaan positif dalam diri warga binaan. Mereka dilatih untuk datang dan melaksanakan tugas sesuai ketentuan, menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya, serta bekerja sama dengan warga binaan lainnya. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian penting dari pembentukan sikap dan keterampilan yang dapat bermanfaat ketika warga binaan nantinya kembali dan berinteraksi di tengah masyarakat.

Di sisi lain, keberadaan struktur kerja juga menjadi bentuk pengelolaan kegiatan yang lebih profesional. Setiap tugas dapat dipantau pelaksanaannya, sehingga apabila ditemukan kendala dalam pekerjaan, petugas dapat melakukan evaluasi dan memberikan arahan atau perbaikan yang diperlukan.

Dengan demikian, kegiatan kerja di Lapas tidak semata-mata berorientasi pada aspek produktivitas.Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi media pembelajaran dan pembentukan karakter bagi warga binaan agar memiliki sikap kerja yang positif, bertanggung jawab, disiplin, serta mampu bekerja sama dengan orang lain.

Melalui penyusunan struktur dan daftar kerja tamping ini, Lapas Kelas IIA Curup berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan pembinaan kemandirian. Sistem kerja yang lebih tertata diharapkan dapat mendukung terciptanya kegiatan Giatja yang efektif, aman, dan terorganisir, sekaligus memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi warga binaan sebagai bekal untuk menjalani kehidupan secara mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.

Dengan pembagian tugas yang jelas, pengawasan yang terarah, dan pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Curup terus mendorong agar setiap kegiatan kerja dapat memberikan manfaat nyata bagi proses perubahan dan kemandirian warga binaan.

(TimRedaksi)

Berita Terkait