
KAB.SUKABUMI — Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus mematangkan langkah strategis untuk memicu lonjakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mengoptimalkan kualitas pelayanan publik. Kebijakan ini ditekankan langsung oleh Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, dalam Rapat Dinas yang digelar di Pendopo Sukabumi, Jumat (21/8/2026).
Langkah integratif tersebut diselaraskan dengan persiapan rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) 2026 yang dirancang berbasis kegiatan sosial dan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Dorong Kinerja Internal hingga Appreciation Reward
Dalam pengarahannya, Bupati H. Asep Japar menginstruksikan seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk bergerak lebih aktif mengeksplorasi potensi pendapatan daerah tanpa mengabaikan pendekatan humanis kepada masyarakat.
> “Kami ingin meningkatkan PAD dari berbagai sumber. Salah satu yang kami lakukan ialah menggenjot internal agar lebih aktif dan memberikan hadiah kepada masyarakat yang membayar pajak tepat waktu,” ujar Bupati Asep Japar.
Selain urusan penerimaan daerah, ia menegaskan pentingnya perubahan pola pikir para Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pelayan masyarakat. Momen perayaan HJKS tahun ini diinstruksikan untuk tidak sekadar seremonial, melainkan berfokus pada bakti sosial dan pelayanan publik.
“Layani masyarakat sebaik mungkin. Jangan sampai masyarakat kecewa oleh kita. HJKS harus difokuskan terhadap pelayanan masyarakat, perbanyak baksos. Intinya harus melayani,” tegasnya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, sejumlah perangkat daerah telah menyiapkan berbagai agenda menyambut HJKS, seperti *sekar budaya*, pameran kopi lokal, serta beragam aksi sosial yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.
Catatan dan Harapan Masyarakat: Jangan Sekadar Seremonial
Di sisi lain, respons dan harapan bernada kritis muncul dari kalangan masyarakat serta pengamat kebijakan publik di Sukabumi. Langkah pemkab dalam menggenjot PAD dan memperbanyak baksos dinilai positif, namun membutuhkan transparansi dan eksekusi yang konsisten di lapangan.
Beberapa poin yang menjadi perhatian publik antara lain:
* **Efektivitas Stimulus Pajak:** Warga mengapresiasi skema apresiasi/hadiah bagi pembayar pajak tepat waktu. Namun, masyarakat berharap adanya kemudahan akses serta efisiensi sistem pembayaran pajak hingga ke wilayah pelosok desa, bukan sekadar pemberian *reward*.
* **Orientasi Acara HJKS:** Warga mengingatkan agar kegiatan seperti pameran dan perayaan budaya benar-benar membawa dampak ekonomi nyata bagi pelaku UMKM lokal serta tidak menghamburkan anggaran daerah (*efisiensi anggaran*).
* **Kualitas Pelayanan Dasar:** Penekanan Bupati agar ASN tidak mengecewakan warga diharapkan tercermin pada pelayanan administrasi publik harian—seperti pengurusan dokumen kependudukan, perizinan usaha, dan fasilitas kesehatan—yang sering kali masih dikeluhkan terkait kelajuan dan kerumitan prosedurnya.
#### Menjaga Keseimbangan Target dan Pelayanan
Kebijakan menggenjot PAD yang dibarengi dengan peningkatan standar pelayanan menjadi tantangan tersendiri bagi Pemkab Sukabumi. Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada bagaimana koordinasi antar-SKPD berjalan di lapangan, sehingga target penerimaan daerah dapat tercapai tanpa memberi beban berlebih atau mengurangi kenyamanan pelayanan bagi masyarakat ,Sumber berita Facebook pemerintah daerah kabupaten sukabumi.(Alfi yonimar)
