Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Anggaran Revitalisasi Rp1,3 Miliar, SDS Muhammadiyah 1 Ampel Segera Nikmati Fasilitas Sekolah Baru

Warta.in, Jember — Tahun 2026 menjadi momen membahagiakan bagi keluarga besar SDS Muhammadiyah 1 Ampel, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Sekolah swasta yang selama ini berupaya memperbaiki fasilitas secara bertahap tersebut akhirnya mendapatkan bantuan program revitalisasi sekolah dengan anggaran mencapai Rp1,3 miliar.

Bantuan ini menjadi angin segar bagi pihak sekolah, terutama untuk memperbaiki sejumlah fasilitas yang kondisinya sudah membutuhkan penanganan menyeluruh. Melalui program revitalisasi tersebut, lingkungan belajar diharapkan menjadi lebih nyaman, aman, dan mendukung kegiatan belajar mengajar.

Kepala SDS Muhammadiyah 1 Ampel, Dani Novita Arrohmah, S.Pd., yang akrab disapa Novita, membenarkan adanya bantuan tersebut. Ia menjelaskan, revitalisasi mencakup perbaikan enam ruang kelas, pembangunan satu ruang administrasi baru beserta mebelernya, serta pembangunan satu unit toilet yang terdiri atas empat bagian.

Selain bangunan utama, pekerjaan juga meliputi penataan lingkungan sekolah, seperti pembuatan taman, pengecatan pagar, dan sejumlah pembenahan lainnya.

“Syukur alhamdulillah, sekolah kami mendapatkan bantuan revitalisasi. Ada enam ruang kelas yang direhabilitasi, satu ruang administrasi baru beserta mebelernya, satu toilet dengan empat bagian, serta penataan lingkungan sekolah,” ujar Novita.

Bagi Novita, bantuan tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan jawaban atas kebutuhan sekolah yang selama ini berupaya membenahi sarana dan prasarana dengan kemampuan terbatas.

Sebagai sekolah swasta, SDS Muhammadiyah 1 Ampel, menurut dia, tidak selalu mendapatkan kesempatan bantuan pemerintah. Padahal, sejumlah bagian bangunan sebelumnya telah mengalami kerusakan, mulai dari pintu yang mulai keropos hingga dinding yang berlubang dan retak.

Dalam kondisi tersebut, pihak sekolah berusaha melakukan perbaikan secara bertahap dengan menyisihkan sebagian dana yang tersedia. Bahkan, dukungan swadaya dari wali murid terkadang diperlukan untuk membantu memenuhi kebutuhan perbaikan.

Ket foto : Kepala SDS Muhammadiyah 1 Ampel Dani Novita Arrohmah, S.Pd.

“Bagaimana ya, Mas, sekolah swasta berbeda dengan negeri. Kami jarang menerima bantuan. Pintu yang sudah keropos, bahkan dinding yang berlubang dan retak, tidak bisa langsung kami perbaiki. Jadi, kami sisihkan sedikit demi sedikit dari dana lain. Alhamdulillah, dengan adanya revitalisasi ini, tahun ini kami bisa melakukan perbaikan secara menyeluruh,” tuturnya.

Saat ini, SDS Muhammadiyah 1 Ampel memiliki sebanyak 105 siswa. Selama proses revitalisasi berlangsung, kegiatan belajar mengajar untuk sementara dipindahkan ke masjid Muhammadiyah yang berada tepat di depan sekolah.

Langkah tersebut dilakukan agar kegiatan pendidikan tetap berjalan meskipun ruang kelas sedang dalam pengerjaan. Novita menyebutkan, progres pekerjaan revitalisasi telah mencapai sekitar 80 persen. Pihak sekolah pun berharap seluruh pekerjaan segera rampung sehingga para siswa dapat kembali belajar di ruang kelas yang telah diperbarui.

“Untuk sementara, anak-anak kami pindahkan ke masjid di depan sekolah sampai proses revitalisasi selesai. Saat ini pekerjaannya sudah sekitar 80 persen. Sebentar lagi anak-anak bisa menikmati suasana baru di ruang kelas mereka dengan lebih nyaman,” katanya.

Lebih dari sekadar bangunan yang lebih baik, Novita berharap revitalisasi ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap SDS Muhammadiyah 1 Ampel. Dengan fasilitas yang semakin memadai, pihak sekolah optimistis dapat memberikan lingkungan belajar yang lebih baik bagi para siswa sekaligus menjadi pilihan bagi orang tua untuk menyekolahkan putra-putrinya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas bantuan yang diberikan. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, atas perhatian dan upayanya dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Jember.

Novita mengaku tidak menyangka sekolahnya mendapatkan bantuan revitalisasi dengan nilai yang cukup besar. Baginya, kesempatan tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mendampingi siswa meraih cita-cita.

“Jujur, ini seperti keajaiban bagi sekolah kami bisa mendapatkan bantuan. Siapa tahu anak-anak didik atau alumni SDS Muhammadiyah 1 ini nantinya bisa menjadi pemimpin seperti beliau, atau bahkan menjadi pemimpin negara,” ungkapnya.

Bagi keluarga besar SDS Muhammadiyah 1 Ampel, revitalisasi tahun ini bukan hanya tentang ruang kelas yang lebih layak. Bantuan tersebut juga membawa harapan baru bahwa keterbatasan sarana tidak harus menjadi penghalang bagi anak-anak untuk belajar, berkembang, dan kelak meraih masa depan yang lebih baik.

Berita Terkait