Beranda blog Halaman 16

Sabana Fun Run 5K dan Pasar Rakyat di GBK Bidik Perputaran Ekonomi UMKM

0

Warta.in | Jakarta — Perayaan 20 tahun Sabana akan dikemas berbeda. Tak hanya mengajak masyarakat berolahraga, Sabana Fun Run 5K dan Pasar Rakyat yang digelar di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (9/8/2026), juga diarahkan menjadi ruang untuk menggerakkan ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Mengusung tema “Merdeka Bergerak”, Sabana Fun Run 5K akan diikuti 2.500 pelari. Di saat yang sama, Pasar Rakyat diperkirakan menarik sekitar 1.500 pengunjung dan diramaikan sekitar 1.000 peserta lomba tari Nusantara.

Jika ditambah keluarga peserta, komunitas, mitra, dan masyarakat umum, jumlah orang yang hadir dalam kegiatan tersebut diproyeksikan menembus lebih dari 5.000 orang.

Meski pendaftaran peserta lari telah ditutup, masyarakat tetap dapat datang dan menikmati rangkaian acara secara gratis mulai pukul 06.00 WIB. Selain menyaksikan perlombaan dan hiburan, pengunjung dapat berbelanja di lebih dari 50 tenant UMKM yang menawarkan beragam produk lokal.

Co-Founder Sabana, Muhammad Azzam, mengatakan perayaan dua dekade Sabana sengaja dikembalikan kepada masyarakat melalui kegiatan yang tidak hanya memberikan manfaat sosial, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi.

“Kami ingin masyarakat datang bersama keluarga, memberi semangat kepada para pelari, sekaligus mengunjungi Pasar Rakyat. Ketika masyarakat membeli produk UMKM, di situlah roda ekonomi bergerak dan karya anak bangsa mendapat kepercayaan,” ujar Azzam.

Menurut dia, keberhasilan penyelenggaraan acara tidak semata-mata diukur dari jumlah peserta yang berhasil mencapai garis finis. Dampak yang dirasakan pelaku usaha lokal juga menjadi salah satu indikator penting.

Pasar Rakyat Jadi Etalase Produk Lokal

Pasar Rakyat menjadi salah satu pusat aktivitas dalam rangkaian Sabana Fun Run 5K. Lebih dari 50 pelaku UMKM mendapatkan ruang untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya secara langsung kepada ribuan pengunjung.

Kesempatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada transaksi selama acara, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM untuk mendapatkan pelanggan baru dan memperluas jaringan usaha.

Tokoh UMKM Indonesia, Haji Syamsalis, mengatakan akses pasar merupakan salah satu kebutuhan utama UMKM agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

“UMKM tidak hidup dari tepuk tangan. Mereka hidup ketika produknya dilihat, dicoba, dibeli, dan dipercaya. Satu transaksi mungkin kecil bagi pembeli, tetapi sangat berarti bagi pelaku usaha,” katanya.

Ia mengajak masyarakat memanfaatkan momentum tersebut dengan memilih dan membeli produk lokal. Menurutnya, dukungan masyarakat terhadap UMKM merupakan bagian penting dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Olahraga Bertemu Ekonomi Kreatif

Kolaborasi antara olahraga dan UMKM juga dinilai membuka ruang yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi kreatif.

Ketua Badan Otonom UMKM DPP GEKRAFS, Octaviani Putri Pertiwi, mengatakan olahraga saat ini tidak lagi berdiri sendiri, tetapi dapat menjadi ruang pertemuan berbagai sektor ekonomi kreatif, mulai dari kuliner, fesyen, hiburan hingga konten digital.

Kehadiran sekitar 1.000 peserta lomba tari Nusantara, kata dia, turut memperluas ruang bagi komunitas kreatif untuk menampilkan karya sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.

“Olahraga, kreativitas, dan UMKM dapat saling menguatkan. Ketika masyarakat berkumpul, peluang kolaborasi dan transaksi ekonomi juga ikut tumbuh,” ujarnya.

Sabana Fun Run 5K diselenggarakan bersama QUPRO Indonesia sebagai event organizer dan SportQu sebagai official sports management.

Bagi peserta lari, open gate dimulai pukul 04.00 WIB, sedangkan flag off dijadwalkan pada pukul 06.00 WIB. Peserta diimbau hadir lebih awal, menggunakan nomor peserta resmi atau BIB, menjaga kondisi fisik, serta mengikuti seluruh arahan petugas selama kegiatan berlangsung.

Melalui Sabana Fun Run 5K dan Pasar Rakyat, Sabana berharap perayaan 20 tahun perusahaan dapat menjadi momentum untuk mengajak masyarakat menjalani gaya hidup sehat sekaligus memperkuat ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif.

Lebih dari sekadar ajang olahraga, pertemuan ribuan orang di GBK diharapkan menciptakan ruang interaksi yang berujung pada kolaborasi, promosi, dan transaksi bagi pelaku usaha lokal.

*ASWIN Kalbar Apresiasi Pembenahan Parit Tokaya*

0

PONTIANAK,WARTA IN KALBAR – Langkah Pemerintah Kota Pontianak melakukan penataan dan pembenahan Parit Tokaya mendapat apresiasi dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN) Kalimantan Barat, Budi Gautama.

Menurut Budi, pembenahan parit merupakan kebijakan strategis karena keberadaan drainase menjadi salah satu urat nadi pengendalian air di Kota Pontianak. Namun, ia mengingatkan agar program tersebut tidak berhenti sebatas kegiatan pembersihan dan normalisasi.

“Pemerintah patut kita apresiasi ketika melakukan pembenahan yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat. Tetapi pekerjaan jangan berhenti setelah parit dikeruk dan dibersihkan. Harus ada sistem pemeliharaan, pengawasan dan evaluasi secara berkala,” tegas Budi Gautama, Sabtu (8/8/2026).

Ia menilai persoalan parit di Pontianak tidak dapat diselesaikan hanya dengan pengerukan sedimentasi. Menurutnya, berbagai persoalan lain seperti sampah, bangunan di sempadan, jembatan yang menghambat aliran, serta kurangnya akses pemeliharaan harus ditangani secara menyeluruh.

“Jangan sampai pemerintah hari ini membersihkan, besok kembali tersumbat. Jangan sampai anggaran terus dikeluarkan untuk persoalan yang sama tanpa menyelesaikan akar masalahnya. Di sinilah pentingnya perencanaan dan pengawasan,” katanya.

Jangan Jadikan Parit Tempat Buang Sampah

Budi menegaskan, keberhasilan program penataan drainase tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Masyarakat juga memiliki kewajiban menjaga lingkungan dengan tidak menjadikan parit sebagai tempat pembuangan sampah.

“Pemerintah punya kewajiban melakukan pelayanan dan pemeliharaan, masyarakat juga punya kewajiban menjaga lingkungan. Kalau parit sudah dibersihkan tetapi masih dijadikan tempat membuang sampah, tentu pekerjaan pemerintah menjadi sia-sia,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong Pemkot Pontianak memperkuat edukasi dan pengawasan lingkungan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.

Menurutnya, pengelolaan parit harus dibangun sebagai gerakan bersama, bukan sekadar program pemerintah ketika terjadi persoalan genangan.

Penataan Sempadan Harus Tegas, Tetapi Berkeadilan

Budi juga memberikan perhatian terhadap rencana Pemkot Pontianak meninjau kembali garis sempadan parit dan menertibkan bangunan yang berpotensi mengganggu fungsi drainase.

Ia menyatakan penertiban harus dilakukan berdasarkan aturan yang jelas dan disosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat.

“Penataan sempadan memang penting. Tetapi pelaksanaannya harus terukur, transparan dan berkeadilan. Masyarakat harus mendapatkan informasi yang jelas mengenai batas sempadan, dasar hukumnya, serta tahapan penertiban,” katanya.

Menurut Budi, jangan sampai penertiban dilakukan secara sporadis tanpa solusi dan komunikasi yang baik dengan warga.

“Pemerintah harus tegas terhadap pelanggaran, tetapi juga harus humanis terhadap masyarakat. Tegas bukan berarti mengabaikan hak masyarakat,” ujarnya.

Anggaran Publik Harus Berujung Manfaat

Sebagai organisasi yang menjalankan fungsi kontrol sosial, ASWIN Kalbar, kata Budi, mendukung setiap program pemerintah yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Namun, dukungan tersebut tetap harus dibarengi pengawasan.

“Setiap rupiah uang publik harus kembali menjadi manfaat publik. Karena itu, program penataan parit harus jelas perencanaannya, jelas pekerjaannya, jelas hasilnya dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Budi menilai masyarakat berhak mengetahui arah kebijakan pemerintah, termasuk program penataan drainase, prioritas pekerjaan, mekanisme pelaksanaan dan hasil yang dicapai.

“Pers bukan hanya memberitakan ketika ada masalah. Pers juga harus memberikan apresiasi ketika pemerintah bekerja dengan baik. Tetapi ketika ada persoalan, pers memiliki tanggung jawab untuk mengkritisi dan meminta penjelasan demi kepentingan publik,” katanya.

Parit Bukan Halaman Belakang Kota

Budi menyambut baik gagasan Pemkot Pontianak yang ingin mengubah paradigma bahwa parit bukan bagian belakang permukiman, melainkan bagian penting dari wajah kota.

Menurutnya, jika ditata dengan baik, kawasan parit dapat menjadi ruang lingkungan yang bersih, sehat dan memiliki nilai estetika.

“Jangan melihat parit sebagai halaman belakang kota. Parit adalah bagian dari wajah Pontianak. Kalau parit bersih, air lancar dan sempadannya tertata, masyarakat juga akan mendapatkan lingkungan yang lebih nyaman,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat meninjau penataan Parit Tokaya, Jumat (7/8), mengatakan Pemkot Pontianak berkomitmen menjaga fungsi parit agar tetap optimal.

Penataan meliputi pembersihan, normalisasi, evaluasi sejumlah jembatan yang berpotensi menghambat aliran air, serta peninjauan garis sempadan parit.

Pemkot Pontianak juga berencana membongkar sejumlah jembatan yang dinilai menghambat aliran dan menyulitkan pengoperasian alat berat untuk pemeliharaan.

Kepala Dinas PUPR Kota Pontianak Firayanta mengatakan Parit Tokaya akan menjadi salah satu fokus penanganan dalam satu hingga dua tahun ke depan.

ASWIN Kalbar menilai langkah tersebut harus dikawal secara konstruktif agar penataan tidak hanya menghasilkan perubahan fisik sementara, tetapi menjadi sistem pengelolaan drainase yang berkelanjutan.

Budi menegaskan pihaknya akan terus mendorong keterbukaan informasi dan pengawasan publik terhadap program pembangunan yang menggunakan anggaran negara maupun daerah.

“Apresiasi kami berikan kepada pemerintah yang bekerja untuk kepentingan masyarakat. Namun, pengawasan tidak boleh berhenti. Pemerintah bekerja, masyarakat mengawasi, dan pers menjalankan fungsi kontrol sosial. Ketiganya harus berjalan beriringan,” pungkas Budi Gautama.

HALALMU SUBANG DAMPINGI PROSES AUDIT TIGA DAPUR SPPG

0

HALALMU SUBANG DAMPINGI PROSES AUDIT TIGA DAPUR SPPG

Warta In Jabar, SUBANG, 8 Agustus 2026— Komitmen terhadap penguatan standar halal di lingkungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus dilakukan Halalmu Kabupaten Subang. Kali ini, Halalmu Subang turun langsung memberikan pendampingan dalam proses audit kepada SPPG Cisalak 01, Pasir Karembi 003, dan SPPG Bantar Waru

Pendampingan tersebut dipimpin langsung oleh Branch Manager Halalmu Kabupaten Subang, Iqbal Maulana, sebagai bagian dari komitmen Halalmu dalam memberikan layanan pendampingan dan konsultasi sertifikasi halal secara profesional kepada pengelola usaha dan satuan layanan pangan di Kabupaten Subang.

Bagi Halalmu Subang, proses sertifikasi halal bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif. Lebih dari itu, sertifikasi halal merupakan bagian dari upaya membangun jaminan, kepercayaan, dan kepastian kepada masyarakat terhadap proses serta produk yang diberikan.

 

Dalam proses pendampingan, Halalmu Subang membantu mempersiapkan berbagai aspek yang diperlukan sesuai dengan tahapan sertifikasi halal, termasuk kesiapan dokumen, bahan, proses produksi, serta aspek lain yang berkaitan dengan pemenuhan persyaratan sertifikasi.

Iqbal Maulana menegaskan bahwa Halalmu Subang akan memberikan pendampingan secara serius dan maksimal kepada setiap pihak yang menggunakan layanan konsultasi Halalmu.

«“Kami tidak ingin sekadar hadir untuk mengurus administrasi. Kami ingin memastikan setiap proses dipersiapkan dengan baik. Sebagai pendamping dan konsultan sertifikasi halal, kami akan memberikan layanan terbaik dan mengawal proses semaksimal mungkin sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Iqbal Maulana.»

Menurut Iqbal, keberadaan pendamping dan konsultan memiliki peran penting agar pelaku usaha maupun pengelola SPPG tidak berjalan sendiri dalam menghadapi proses sertifikasi halal.

“Kami ingin Halalmu Subang menjadi mitra yang benar-benar hadir. Ketika ada proses yang harus dipersiapkan, kami dampingi. Ketika ada dokumen yang perlu diperbaiki, kami konsultasikan. Prinsipnya, kami kawal prosesnya dengan profesional,” lanjutnya.

Halalmu Kabupaten Subang juga membuka ruang pendampingan dan konsultasi bagi berbagai sektor usaha yang membutuhkan layanan sertifikasi halal, mulai dari SPPG, UMKM, katering, restoran, rumah makan, produk makanan dan minuman, hingga pelaku usaha lainnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Halalmu Subang untuk ikut mendorong terciptanya ekosistem usaha yang semakin tertib, profesional, dan memiliki kesadaran terhadap pentingnya jaminan produk halal.

Halalmu Subang hadir bukan hanya sebagai pendamping administrasi, tetapi sebagai mitra dalam mempersiapkan proses sertifikasi halal dari awal hingga tahapan yang diperlukan.

*Delapan Jam Menunggu, Nyawa Melayang: Ketika Sistem Kesehatan Kapitalisme Gagal Memuliakan Manusia*

0

*Delapan Jam Menunggu, Nyawa Melayang: Ketika Sistem Kesehatan Kapitalisme Gagal Memuliakan Manusia*

Linimasa media sosial kita, khususnya di platform Threads, dipenuhi dengan sebuah kisah, yang jujur saja sangat menyayat hati. Sebuah potret buram dari wajah pelayanan kesehatan kita.

Kita semua tentu sudah mendengar kasus yang menimpa Saudara kita, Yurizal Tri Chaerawan, seorang pemuda berusia 29 tahun, peserta BPJS Kesehatan. Pada tanggal 22 Juli kemarin, Almarhum sempat membagikan keluh kesahnya.

Dalam kondisi sakit, beliau harus menunggu sekitar 8 jam hanya untuk mendapatkan ruang perawatan setelah dirujuk ke rumah sakit pemerintah. Delapan jam, menahan sakit, di ruang tunggu atau IGD.

Namun, yang membuat dada ini terasa lebih sesak, alih-alih mendapatkan pelukan virtual atau simpati, unggahan Almarhum justru disambut dengan komentar-komentar sinis. Dan mirisnya, komentar tak berempati itu diduga kuat berasal dari oknum dokter dan tenaga kesehatan.

Bukankah mereka seharusnya menjadi garda terdepan pelindung nyawa dan perawat harapan?

Dan duka itu pun memuncak. Pada 31 Juli 2026, sepupu Almarhum membawa kabar duka. Yurizal telah berpulang. Pihak keluarga menyatakan ada dugaan keterlambatan penanganan saat kondisi beliau sudah sangat kritis.

Kita sangat memahami kemarahan dan kekecewaan publik saat ini. Sangat wajar. Kemanusiaan kita seolah terkoyak.

Namun, Mengapa hal ini bisa terjadi? Mengapa rumah sakit begitu penuh hingga pasien harus antre berjam-jam? Dan mengapa sebagian tenaga kesehatan kita, yang dulu disumpah untuk melayani, kini bisa tampak begitu kelelahan, burnout, hingga kehilangan empatinya di media sosial?

Ketika kita merujuk pada sistem Islam dalam naungan Khilafah, ada sebuah fondasi yang sangat tegas mengenai kesehatan.

Islam memandang bahwa kesehatan, keamanan dan pendidikan adalah kebutuhan dasar publik yang mutlak. Ini bukan komoditas bisnis. Ini adalah hak asasi yang wajib dijamin oleh negara.

Negara atau penguasa berfungsi sebagai Ra’in, yakni pengurus dan pelayan rakyatnya. Bahkan dalam hadits tegas dikatakan: ‘Seorang pemimpin adalah pengurus rakyat dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang diurusnya.’

Oleh karena itu, jaminan kesehatan yang memadai, fasilitas rumah sakit yang layak, obat-obatan dan ketersediaan tenaga medis adalah tanggung jawab mutlak Baitul Mal (kas negara). Semuanya harus diberikan secara gratis dan berkualitas tinggi kepada seluruh warga negara, tanpa memandang status sosial, tanpa membedakan kelas rawat dan tanpa birokrasi asuransi yang berbelit-belit.

Coba kita refleksikan hal ini dengan kasus Almarhum Yurizal. Ketika kesehatan diatur dengan paradigma komersialisasi dan asuransi berbasis kuota, apa yang terjadi? Rumah sakit berhitung soal klaim, pasien berdesakan berebut ‘jatah’ kamar BPJS dan para tenaga kesehatan bekerja di bawah tekanan sistem yang overcapacity atau kelebihan beban.

Sistem yang menekan inilah yang perlahan menggerus empati. Tenaga kesehatan kelelahan, sementara pasien merasa ditelantarkan.

Kejadian ini menampar kita, mengingatkan bahwa selama kesehatan masih dipandang sebagai transaksi yang untung-rugi bagi kas rumah sakit atau negara, maka tragedi ‘menunggu 8 jam hingga kritis’ akan terus membayangi masyarakat kita.

Kesehatan bukanlah soal premi per bulan. Kesehatan adalah tentang memuliakan nyawa manusia. Jika negara memposisikan dirinya murni sebagai pelayan yang tulus, menyediakan fasilitas yang melimpah dan nakes yang sejahtera, niscaya nakes kita bisa bekerja dengan tenang, tersenyum dan memberikan empati terbaiknya untuk kesembuhan pasien.

Kasus Yurizal adalah pengingat keras bagi kita semua, sudah saatnya kita mengevaluasi sistem ini. Jangan biarkan ada Yurizal-Yurizal lain yang harus pergi karena rumitnya sebuah birokrasi rumah sakit yang lahir dari sistem kapitalisme yang rusak, yang hanya menghitung untung rugi. (fjn/Tim Red)

Editorial Rumah Tsaqofah | Dirancang untuk: Kesadaran Umat & Kemanusiaan

Semarak Kemerdekaan, PAC PDI Perjuangan Purwakarta Gelar Beragam Perlombaan Bersama Warga

0

Warta.in, Purwakarta – Masih dalam rangkaian kegiatan pendidikan politik yang digelar DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, sekaligus menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PDI Perjuangan Kabupaten Purwakarta kembali menggelar berbagai kegiatan bersama masyarakat.

Kali ini, kegiatan dipusatkan oleh Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Purwakarta di Kelurahan Sindangkasih, RT 32/RW 10, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (8/8/2026).

Berbagai perlombaan rakyat berlangsung meriah sejak pagi hingga sore hari. Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti kader dan simpatisan partai, tetapi juga melibatkan anak-anak, ibu-ibu serta masyarakat umum.

Antusiasme warga terlihat dari ramainya lokasi kegiatan. Suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan mewarnai berbagai perlombaan tradisional yang sengaja dikemas sebagai hiburan sekaligus sarana mempererat hubungan antara partai dengan masyarakat.

Sejumlah perlombaan yang digelar di antaranya lomba kelereng di atas sendok, balap karung, joget balon, pukul kendi, makan kerupuk, bakiak dan berbagai permainan rakyat lainnya.

Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Purwakarta, Zefnal Lambert Lilipaly, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda partai untuk membangun kedekatan dengan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan partai politik tidak cukup hanya hadir dalam momentum politik, tetapi harus mampu memberikan manfaat dan menghadirkan kegembiraan di tengah masyarakat.

“Ini merupakan salah satu agenda partai untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat. Kami ingin keberadaan PDI Perjuangan benar-benar dapat dirasakan masyarakat secara nyata,” ujarnya.

Ia menegaskan, PDI Perjuangan sebagai partai yang mengusung semangat partai wong cilik akan terus berupaya hadir bersama rakyat dan membangun komunikasi secara langsung dengan masyarakat.

“PDI Perjuangan sebagai partai wong cilik akan tetap selalu dekat dengan rakyat. Kegiatan seperti ini menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana kader dan pengurus partai hadir di tengah masyarakat,” tegasnya.

Tidak berhenti sampai sore hari, rangkaian kegiatan juga direncanakan berlanjut pada malam hari dengan menggelar perlombaan gapleh sebagai hiburan rakyat yang terbuka bagi masyarakat umum.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang silaturahmi sekaligus hiburan bagi warga, tanpa membedakan latar belakang maupun kelompok.

Salah seorang warga yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku senang dan menyambut positif kegiatan yang digelar PAC PDI Perjuangan Kecamatan Purwakarta.

“Kami sangat senang dengan adanya kegiatan seperti ini. Warga bisa berkumpul, bersilaturahmi dan menikmati hiburan bersama. Terima kasih kepada PDI Perjuangan yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui kebersamaan, gotong royong dan kegembiraan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Semangat 17 Agustus pun diharapkan mampu menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, mempererat silaturahmi dan menumbuhkan rasa cinta terhadap Tanah Air di tengah masyarakat.

MAKI Jatim “Sentil” Rencana Utang Rp785 Miliar Pemkab Jember, Senin Siap Gelar Aksi Akbar

0
MAKI Jatim mendesak Pemkab Jember untuk membubarkan Tim TP3D dan TP4D dan mengevakuasi peran kinerja Sekda Kabupaten Jember.

Warta.in, Jember – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melakukan pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) senilai lebih dari Rp785 miliar mulai menuai kritik keras.

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur mempertanyakan urgensi rencana pinjaman tersebut. Sorotan terutama diarahkan pada kondisi keuangan daerah yang disebut masih memiliki Silpa tahun anggaran 2025 mencapai lebih dari Rp648 miliar.

Kritik tersebut tidak berhenti pada pernyataan. MAKI Jatim bersama Laskar Jahanam Jember dan Forum Masyarakat Jember dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi akbar pada Senin (10/8/2026).

Aksi rencananya dipusatkan di Pendopo Kabupaten Jember dan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember-Lumajang yang berada di kawasan Bakorwil Jember.

Ketua MAKI Koordinator Wilayah Jawa Timur, Heru MAKI, mempertanyakan alasan pemerintah daerah mengambil opsi pinjaman hingga ratusan miliar rupiah di tengah adanya Silpa yang besar.

“Dari awal saya sudah heran dengan konsep rencana utang Pemkab Jember tersebut. Di tengah kenyataan berbasis data bahwa Silpa Kabupaten Jember tahun anggaran 2025 tembus Rp648 miliar lebih,” ujar Heru.

Menurut Heru, kondisi tersebut menjadi pertanyaan serius yang harus dijawab pemerintah kepada masyarakat. Terlebih, DPRD Jember sebelumnya disebut pernah mempertanyakan besarnya Silpa tersebut.

Namun kini, lanjut dia, muncul wacana pinjaman daerah dengan nilai lebih dari Rp785 miliar.

Heru bahkan menyebut situasi tersebut terkesan kontradiktif.

“DPRD Jember pernah bersurat menanyakan dasar dan alasan Silpa Kabupaten Jember tahun anggaran 2025 senilai Rp648 miliar. Sekarang justru berpotensi menyetujui rencana utang,” sindirnya.

“Bukan Ujug-Ujug Tiba-Tiba”

Heru menilai rencana pinjaman tidak seharusnya muncul secara tiba-tiba. Menurutnya, arah pembangunan dan kemampuan anggaran daerah semestinya sudah dibahas dalam proses penyusunan APBD bersama antara eksekutif dan legislatif.

Jika kebutuhan pembiayaan memang belum mampu dipenuhi APBD, kata Heru, opsi pinjaman seharusnya dibahas berdasarkan kajian yang jelas sejak awal.

“Bukan ujug-ujug tiba-tiba Pemkab Jember sekarang mau berutang senilai Rp785 miliar, dan DPRD Jember terkesan manut atau nurut saja,” tegasnya.

MAKI Jatim pun mempertanyakan urgensi, dasar perhitungan, serta manfaat pinjaman tersebut bagi masyarakat Jember.

“Secara kelembagaan, MAKI Jatim jujur mempertanyakan urgensi dan alasan kuat di balik rencana utang yang sangat tiba-tiba tersebut,” imbuh Heru.

Sumber Pembayaran Utang Ikut Dipersoalkan

Persoalan semakin melebar ketika muncul penjelasan bahwa pembayaran pinjaman nantinya akan memanfaatkan sisa profit dari sistem keuangan BLUD RSUD dr. Soebandi dan RSUD Balung.

Heru menilai penjelasan tersebut harus dibuka secara terang kepada masyarakat.

Menurutnya, pemerintah harus menjelaskan secara rinci mekanisme penggunaan surplus BLUD untuk membayar kewajiban pinjaman serta dampaknya terhadap kemampuan keuangan daerah.

“Jangan sampai masyarakat hanya diberikan narasi bahwa pembayaran utang tidak akan mengurangi PAD. Mekanismenya harus dibuka secara transparan,” katanya.

MAKI Jatim juga mempertanyakan posisi Sekda Jember yang memiliki peran strategis dalam TAPD.

Heru menilai Sekda semestinya dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai konstruksi kebijakan anggaran dan rencana pinjaman tersebut.

“Sekda sudah mengetahui dari awal bagaimana konstruksi arah pembangunan Kabupaten Jember. Ketika kemudian Sekda tampil menjelaskan kebijakan Bupati terkait utang, sangat wajar jika MAKI Jatim mempertanyakan lebih lebar,” ujarnya.

TP3D dan TP4D Disorot

Tak hanya soal utang, Heru juga mempertanyakan efektivitas keberadaan TP3D dan TP4D yang dibentuk Pemkab Jember.

Menurutnya, tim tersebut seharusnya mampu memberikan masukan strategis kepada pemerintah, khususnya terkait skala prioritas pembangunan dan kemampuan fiskal daerah.

Heru bahkan mendorong agar keberadaan tim tersebut dievaluasi.

“Kalau memang perannya tidak jelas dan tidak ada kontribusi nyata dalam mengawal kebijakan pembangunan Kabupaten Jember, lebih baik dievaluasi. Kalau memang tidak diperlukan, bubarkan saja,” tegasnya.

Senin, MAKI Jatim Turun ke Jalan

Seluruh persoalan tersebut akan dibawa dalam aksi akbar yang digelar MAKI Jatim bersama Laskar Jahanam Jember dan Forum Masyarakat Jember, Senin (10/8/2026).

MAKI menegaskan, aksi tersebut merupakan bentuk kontrol masyarakat terhadap kebijakan pemerintah daerah, khususnya menyangkut pengelolaan keuangan dan rencana pinjaman daerah bernilai ratusan miliar rupiah.

Heru menegaskan bahwa masyarakat Jember memiliki hak untuk mengetahui secara detail dasar, tujuan, mekanisme, serta konsekuensi dari rencana pinjaman tersebut.

“Apapun arah konstruksi wajah pembangunan Pemerintah Kabupaten Jember, masyarakat harus mengetahui secara detail dan transparan,” tegasnya.

Ia pun memastikan aksi Senin mendatang bakal menjadi perhatian publik.

“Saya jamin heboh dan langit akan bergetar di Jember. Catat itu,” pungkas Heru MAKI.

Rotua Wendeilyna Simarmata, Expand Your Capacity, Ada Kesempatan Sudah Siap

0

RS Elisabeth Medan, warta.in – Sembari menunggu ayahanda OH Simarmata SH Opung Reiner Parlindungan yang alami syaraf kejepit di punggung dan sudah menjalar ke kaki kanan, yang dirawat inap, lalunmembaca “Kisah Si Ember Tua dan Hujan Emas” ini, menginspirasi Dr drh Rotua Wendeilyna Simarmata MSi (CMed CPP CIJ CPW) – mediator non hakim & paralegal untuk membagikannya agar memberi semangat kepada para pembaca media online ini

Di sebuah desa, ada 2 ember.

Ember Pertama kecil, penyok, dan isinya cuma setengah. Pemiliknya bangga. “Cukup lah buat nyiram tanaman.”

Ember Kedua dulu sama. Kecil juga. Tapi tiap hari dia minta diisi. Sampai retak. Sampai ditambal. Sampai akhirnya dia bilang ke tukang: “Bikin aku lebih besar.”

Suatu hari datang musim “Hujan Emas”. Setetes airnya bisa jadi rezeki setahun. Seluruh desa keluar bawa ember.

Hujan emas turun. Deras.

Ember Pertama buru-buru maju. “Aku siap!”
Tapi dalam 10 detik… penuh. Tetes berikutnya? Tumpah ke tanah. Sia-sia.
Pemiliknya marah ke langit: “Kenapa hujannya kebanyakan!”

Ember Kedua juga maju. Tapi dia beda.
Selama setahun terakhir dia latihan:
1. Dia belajar nampung lebih banyak→ dindingnya ditinggikan
2. Dia belajar nahan tekanan→ tambalan di perutnya bikin dia lebih kuat
3. Dia belajar bawa air buat orang lain → dikasih pegangan, jadi bisa dipikul berdua

Jadi saat hujan emas turun, dia tidak cuma penuh. Dia masih bisa nampung. Dan nampung.

Dan nampung.

Di akhir hujan, Ember Pertama pulang bawa setengah ember air. Capek. Kecewa. Menyalahkan hujan.

Ember Kedua pulang bawa 3 ember penuh. Satu untuk dirinya. Satu untuk desanya. Satu lagi dia bagikan ke tetangga yang embernya bocor.

Orang-orang mulai bertanya: “Kok kamu bisa?”
Ember Kedua jawab: “Aku tidak nunggu hujan emas datang. Aku memperbesar diriku dulu saat musim kemarau.”

Rezeki, jabatan, peluang, kepercayaan… itu semua seperti “Hujan Emas”.
Dia tidak akan menunggu embermu siap.
Dia akan datang deras. Dan yang punya kapasitas besar, dialah yang pulang paling kaya.

Sekarang tanya ke diri sendiri:

Kamu hari ini ember yang mana?

Kalau besok “Hujan Emas” datang dalam bentuk:
Proyek besar dari kantor…
Tawaran bisnis…
Kesempatan memimpin tim…
Apakah embermu akan tumpah? Atau akan menampung?

Jangan doakan hujan lebih kecil. Doakan embermu lebih besar.

Mulai hari ini, lakukan 1 hal untuk “menambal dan meninggikan” embermu:
1. Belajar 1 skill baru → tinggikan dinding ember
2. Ambil 1 tanggung jawab ekstra → kuatkan dasar ember
3. Bantu 1 orang tanpa pamrih → pasang pegangan di embermu

Karena dunia tidak kekurangan Hujan Emas.
Dunia hanya kekurangan ember yang siap menampungnya.

Expand Your Capacity. Saat Ada Kesempatan Sudah SIAP (Sumber : Wasito Adi Esensi Update Diri Community)

Guna Cegah Gangguan Kamtibmas Polsek Ngimbang Gelar Patroli Di Obyek Vital (Obvit) Di Siang Hari

0

Guna Cegah Gangguan Kamtibmas Polsek Ngimbang Gelar Patroli Di Obyek Vital (Obvit) Di Siang Hari

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang hari ini telah melaksanakan kegiatan Patroli kamtibmas di Objek Vital (Obvit) guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Jum’at siang (07/08/2026) pukul 10.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Obyektif vital ini di dilaksanakan oleh Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Zeni dan Bripka Sujito dengan sasaran Jalan raya Ngimbang – Jombang, SPBU Ngimbang dan ATM BNI Ngimbang serta Bank Jatim yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr.K.S.I.K, “Bahwa patroli yang di laksanakan oleh personil Polsek Ngimbang di Obyek Vital ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi kejahatan dan premanisme untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang.

Untuk menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkap Kapolsek Ngimbang

Kapolsek Ngimbang berkometmen dengan Secara rutin patroli di Obyek Vital di Wilayah Ngimbang sehingga tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Personil Polsek Ngimbang Gencar Gelar Patroli Blue Light Guna Daya Cegah Dan Tangkal 4C Di Daerah Rawan

0

Personil Polsek Ngimbang Aiptu Muji dan Aioda Zeni Gencar Gelar Patroli Blue Light Guna Daya Cegah Dan Tangkal 4C Di Daerah Rawan

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light Harkamtibmas di malam hari guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Jum’at (07/08/2026)pukul 23.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Blue Light ini di laksanakan Anggota jaga Poksek Ngimbang Aiptu Muji dan Aipda Zeni dengan sasaran Patroli jalan poros Ngimbang – Jombang, SPBU Ngimbang, ATM BRI Ngimbang dan R3 Ngimbang serta Masyarakat Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S.Tr. K. S. I.K, yang di wakili Wakapolsek Ngimbang Ipda Istiono, S.H, saat di hubungi Awak media menjelaskan bahwa, “Patroli Blue Light ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi 4C, kejahatan dan premanisme serta untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang.”

Personil Patroli selalu menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya Kapolsek Ngimbang

Kami berkometmen dengan Secara rutin patroli di Obyek Vital untuk antisipasi terjadinya tindakan kriminal di Wilayah Ngimbang dengan cara memverikan himbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan sehingga wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)

Polsek Ngimbang Laksanakan Pengecekan Barang Inventaris dan Kebersihan Mapolsek Ngimbang

0

Personil Polsek Ngimbang Laksanakan Pengecekan Barang Inventaris dan Kebersihan Mapolsek Ngimbang

LAMONGAN// Warta. In Dal rangka kelancaran tugas dan menjaga kebersihan,Anggota Polsek Ngimbang melaksanakan pengecekan Inventaris dan pembersihan Mapolsek Ngimbang, Pada Hari Sabtu (08/08/2026)pukul 08.00 wib

Kegiagan ini di laksanakan oleh personil Polsek Ngimbang
Aiptu Suhadi, Aipda Novan, Aipda Afis dan Briptu Andika

Kapolsek Ngimbang AKP Andrian Permana, S. Tr, K.S.I.K, bahwa kegiatan ini dalam rangka untuk mengecek perlengkapan
Mapolsek Ngimbang antara lain ruang penjagaan, ruang pelayanan, kendaraan dinas dan cek senpi

Sasaran untu kesiap – siagaan tugas penjagaan, bersih – bersih mako, kendaran dan cek senpi ungkapnya.

Kami berharap dengan kesiap siagaan tugas penjagaan Polsek Ngimbang dapat dapat memperlancar pelayanan kepada Masyaralat dan wilayah Ngimbang tetap Aman dan Kondusif ( roy)