30.2 C
Jakarta
Kamis, Mei 14, 2026
Beranda blog Halaman 220

Jika humas jadi Tembok :Peran komunikasi publik dipolres Blitar kabupaten dipersoalkan.

0

Warta.in||Blitar kabupaten — Fungsi kehumasan dalam institusi kepolisian sejatinya menjadi jembatan antara aparat dan publik.

Namun, realitas di lapangan justru memunculkan pertanyaan serius: mengapa Kasi Humas Polres blitar kabupaten dinilai tidak bersahabat terhadap awak media, bahkan diduga sengaja mengadu domba media lokal?
Sejumlah jurnalis mengaku mengalami hambatan sistematis saat meminta klarifikasi dan data.(25/2/26)

Permintaan informasi yang seharusnya dilayani sebagai bagian dari keterbukaan publik, justru direspons dengan sikap dingin, berbelit, hingga penolakan tanpa alasan yang jelas. Lebih dari itu, muncul dugaan bahwa oknum humas sengaja menciptakan jarak dan friksi antar media—praktik yang tidak hanya tidak etis, tetapi juga berpotensi merusak ekosistem pers yang sehat.

Sikap ini dinilai bertolak belakang dengan arahan pimpinan tertinggi Polri.

Wakapolri berulang kali menekankan pentingnya kemitraan strategis dengan media, transparansi informasi, dan pelayanan komunikasi publik yang profesional.

Jika benar ada praktik membatasi akses informasi atau memecah-belah media, maka hal itu bukan sekadar persoalan etika komunikasi, melainkan indikasi pembangkangan terhadap garis kebijakan institusi.

Pertanyaannya sederhana namun krusial: apa yang sedang ditutup? Mengapa komunikasi yang seharusnya terbuka justru dipersempit? Dalam kerja jurnalistik, sikap defensif aparat terhadap media seringkali menjadi alarm awal adanya persoalan yang enggan disorot ke ruang publik.

Lebih jauh, dugaan “adu domba” antar media lokal—jika terbukti—adalah tindakan yang mencederai prinsip profesionalisme humas.

Alih-alih membangun narasi faktual dan berimbang, praktik semacam ini justru menabur konflik, melemahkan kontrol publik, dan membuka ruang manipulasi informasi.

Kondisi ini menuntut perhatian serius dari pimpinan Polres, Propam, hingga Divisi Humas Polda.

Evaluasi menyeluruh perlu dilakukan: apakah pola komunikasi yang berjalan di pasuruan kab masih sejalan dengan komitmen Polri terhadap keterbukaan, atau justru menyimpang dari semangat reformasi institusi?

Media tidak meminta perlakuan istimewa—hanya akses informasi yang adil, respons yang profesional, dan kemitraan yang berlandaskan kejujuran.

Jika humas menjadi tembok, bukan jembatan, maka yang terancam bukan hanya citra kepolisian, melainkan hak publik atas informasi.

Kini bola ada di tangan pimpinan Polri: dibiarkan menjadi preseden buruk, atau segera diluruskan demi menjaga marwah institusi dan kepercayaan masyarakat.(team)

Status Anak Disangkal, Notaris Dihadirkan Sidang Waris Putra Budiman Mengguncang Pengadilan Agama Surabaya

0

Warta.in||Surabaya – Sengketa ahli waris Putra Budiman kini berada di titik paling tajam. Penolakan terang-terangan terhadap status seorang anak sebagai anak kandung almarhum bukan lagi sekadar bantahan hukum—ia adalah upaya mematahkan hak sejak dari akarnya. Nama Ninik bersama PT Glenmore disebut tetap tidak mengakui hubungan darah tersebut, meski dokumen resmi telah beredar.(25/2/26)

 

Namun sorotan paling keras justru mengarah ke ruang sidang di Pengadilan Agama Surabaya.

Mengapa notaris yang menerbitkan surat keterangan ahli waris belum dipanggil untuk dimintai penjelasan langsung?

Dalam perkara yang mempertaruhkan status anak kandung, surat itu bukan kertas biasa.

Ia adalah dokumen otentik yang lahir dari prosedur hukum. Jika keabsahannya dipersoalkan, maka pembuatnya adalah kunci—bukan pelengkap.

Tanpa menghadirkan notaris, pengujian dokumen menjadi timpang.

Tanpa pemeriksaan langsung terhadap proses penerbitan, bagaimana ruang sidang bisa benar-benar memastikan apakah surat itu sah, cacat, atau dimanipulasi?

Penolakan status anak tanpa pembongkaran menyeluruh atas dokumen resmi berisiko menjadi preseden berbahaya.

Hak keperdataan bisa tergerus hanya dengan bantahan keras, sementara sumber legalitasnya tak pernah diuji secara frontal.

Kini tekanan publik menghantam pada inti integritas proses:
Apakah semua alat bukti benar-benar diuji sampai ke akar?

Mengapa saksi kunci penerbit dokumen belum dihadirkan?

Apakah standar pembuktian diberlakukan setara untuk semua pihak?

Dalam sengketa waris, menghapus status anak berarti menghapus masa depan hukum dan hak ekonominya sekaligus. Itu bukan perkara kecil. Itu adalah keputusan yang dampaknya bisa permanen.

Putusan nanti tidak hanya akan menentukan pembagian harta.

Ia akan menjadi cermin apakah proses di Pengadilan Agama Surabaya berani membongkar seluruh fakta tanpa sisa—atau justru membiarkan simpul terpenting tetap terkunci.

Publik menunggu bukan sekadar vonis, melainkan keberanian untuk membuka seluruh lapisan perkara, tanpa ada yang dibiarkan gelap.

Sat Samapta polres ogan Ilir Gencar Giat Patroli dan Razia di Tempat Hiburan Malam, Cegah Gangguan Kamtibmas

0

Warta.In | OGAN ILIR – Sat Samapta Polres Ogan Ilir terus meningkatkan upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui kegiatan Patroli Perintis Presisi yang disertai razia di sejumlah titik rawan, termasuk tempat hiburan malam dan warung, pada Selasa malam (24/2/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 20.00 WIB tersebut dilaksanakan di wilayah hukum Polres Ogan Ilir dengan menyasar lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, seperti tindak pidana 3C, balap liar, pungli, premanisme, serta praktik prostitusi dan perdagangan orang.

Patroli dipimpin langsung oleh Kanit Patroli AIPDA Beni Harmoko bersama personel Sat Samapta menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua. Tim patroli bergerak secara mobile dengan rute Polres Ogan Ilir, Simpang Pemulutan, Timbangan 32, Palem Raya, serta wilayah sekitarnya.

Selain melakukan patroli rutin, petugas juga melaksanakan razia di sejumlah tempat hiburan malam dan warung untuk memastikan tidak adanya aktivitas yang melanggar hukum. Dalam kegiatan tersebut, petugas turut memberikan imbauan kepada pengelola usaha dan masyarakat agar senantiasa mematuhi peraturan serta menjaga ketertiban lingkungan.

Kasat Samapta Polres Ogan Ilir AKP Sutopo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Patroli dan razia ini bertujuan untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas, termasuk praktik prostitusi dan tindak pidana perdagangan orang, sehingga situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Selama pelaksanaan kegiatan, situasi terpantau aman dan kondusif, serta tidak ditemukan kejadian menonjol. Masyarakat pun menyambut positif kehadiran personel kepolisian yang secara rutin melakukan patroli di wilayahnya.

Sat Samapta Polres Ogan Ilir akan terus melaksanakan kegiatan serupa secara berkelanjutan sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan, khususnya pada malam hari, demi terciptanya lingkungan yang tertib dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

*Humas res oi*

Kasdim 0418/Palembang Hadiri Safari Ramadan dan Pemusnahan Narkoba di Polrestabes Palembang

0

Warta In | PALEMBANG, IntensNews.id — Dandim 0418/Palembang yang diwakili Kasdim Letkol Inf Dery Septriandi, S.T., M.M., M.Han menghadiri kegiatan Safari Ramadan yang digelar di Polrestabes Palembang pada Selasa (24/2/2026) pukul 17.00 WIB. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pemusnahan barang bukti tindak pidana narkotika oleh Satresnarkoba Polrestabes Palembang Tahun 2026.

Acara berlangsung di Gedung Satresnarkoba dan Masjid Sjamsoel Bahri Oemar Polrestabes Palembang, Jalan Gubernur H. Bastari, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Jakabaring. Kehadiran Kasdim mewakili Dandim 0418/Palembang sebagai bentuk sinergitas TNI-Polri dan pemerintah daerah dalam menjaga kondusivitas wilayah selama bulan suci Ramadan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Sumatera Selatan Irjend Pol Dr.Sandi Nugroho, Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, Kajari Palembang Muhammad Ali Akbar S.H., M.H, Kepala Bea Cukai Evi Oktavia, perwakilan Pengadilan Negeri Palembang Nain Meitulu SH, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palembang H. Mufihul Hasan S.Ag M.Si, serta tokoh masyarakat, tokoh agama dan Mahasiswa.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan penyerahan tali asih, sambutan Kapolrestabes, tausiah oleh Habib Amah, buka puasa bersama, dan penutupan. Kegiatan ini juga menjadi simbol komitmen aparat dalam memberantas peredaran gelap narkoba di Kota Palembang

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0418/Palembang Letkol Arh Erik Novianto, S.Sos melalui Kasdim menegaskan pentingnya menjaga soliditas dan kekompakan antarinstansi.

“Safari Ramadan ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga momentum memperkuat sinergitas TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat, khususnya selama bulan suci Ramadan,” di Kota Palembang ujar Kasdim.

Ia juga menambahkan bahwa jajaran Kodim 0418/Palembang siap mendukung penuh upaya pemberantasan narkotika di wilayah Kota Palembang.

“Kami dari Kodim 0418/Palembang siap mendukung penuh upaya pemberantasan narkotika dan menjaga kondusivitas wilayah, demi menciptakan rasa aman bagi seluruh masyarakat,” tegasnya.

Pada pukul 19.45 WIB, seluruh rangkaian Safari Ramadan Kapolda Sumsel dinyatakan selesai dan berlangsung dalam keadaan aman serta lancar.

Gerakan Zakat NTB, Gubernur Tekankan Komitmen Optimalisasi Pengelolaan Zakat

0

 

Warta.in
Mataram, NTB — Gubernur Nusa Tenggara Barat menghadiri kegiatan NTB Berzakat yang dirangkaikan dengan Talk Show Gerakan Zakat NTB yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) NTB. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa Indonesia dikenal sebagai negara dengan tingkat kedermawanan tertinggi di dunia berdasarkan World Giving Index. Capaian tersebut menunjukkan kuatnya budaya berbagi dan semangat filantropi yang telah mengakar dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia.

“Setiap kegiatan charity di Indonesia hampir selalu dipenuhi antusiasme dan dukungan donasi yang besar. Ini bukan hal yang mudah ditemukan di banyak negara lain. Semangat berbagi ini harus terus kita jaga dan perkuat,” ujar Gubernur.

Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap Gerakan Zakat NTB, Gubernur NTB menyerahkan infak pribadi sebesar Rp30 juta. Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur NTB juga turut menyerahkan infak sebesar Rp20 juta. Kontribusi tersebut diharapkan dapat menjadi teladan serta memotivasi berbagai pihak untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan zakat di NTB.

Turut hadir Kepala Kejaksaan Tinggi, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB, serta berbagai mitra strategis seperti NTB Syariah, DPR, Jamkrida, dan GNE. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung penguatan peran zakat bagi kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan dukungan penuh terhadap upaya memasyarakatkan zakat melalui berbagai inovasi program yang inklusif. Gubernur mengapresiasi penyelenggaraan acara ini yang dinilai unik karena menghadirkan isu zakat, infak, dan sedekah di ruang publik yang lebih terbuka dan dekat dengan masyarakat.

“Zakat tidak boleh menjadi isu yang eksklusif. Zakat harus menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Ketika zakat menjadi budaya bersama, maka dampaknya akan sangat besar bagi pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan,” tegasnya.

Melalui kegiatan NTB Berzakat dan Talk Show Gerakan Zakat NTB ini, diharapkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat semakin meningkat, sehingga pengelolaan zakat di NTB semakin optimal dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Ketua Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. Lalu M. Iqbal Murad, MA, memaparkan capaian pendistribusian dan pendayagunaan zakat tahun 2025 dalam kegiatan NTB Berzakat.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, BAZNAS NTB telah menyalurkan manfaat zakat kepada 38.612 jiwa di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat.

Jumlah tersebut mencakup bantuan konsumtif bagi fakir dan miskin sesuai ketentuan delapan asnaf, sekaligus penguatan program pendayagunaan dan pemberdayaan ekonomi. BAZNAS NTB mendorong mustahik untuk bertransformasi menjadi pelaku usaha melalui program ultra mikro dan mikro.

“Hingga saat ini, hampir 400 mustahik telah diberdayakan melalui program ekonomi produktif berbasis zakat,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan bahwa komunikasi dan sinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) terus diperkuat, sehingga NTB memperoleh dukungan berbagai program nasional seperti lumbung pangan, Z-Mart, hingga beasiswa bagi mahasiswa.

“Seluruh dana yang dihimpun, tegasnya, dikelola dan disalurkan secara amanah dan penuh tanggung jawab, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat NTB,” tutupnya. (sr/dkisntb)

Penuh Haru Jelang Sertijab, Danrem 044/Gapo : Kenanglah Kami

0

Warta.In | Palembang – Menjelang pelaksanaan serah terima jabatan, Komandan Korem 044/Gapo Brigjen TNI Adri Koesdyanto memberikan pengarahan kepada prajurit, PNS dan Persit Korem 044/Gapo. Bertempat di Balai Prajurit Korem 044/Gapo, Danrem turut didampingi Ketua Persit KCK Koorcab Rem 044, Ibu Vera Adri Koesdyanto, Rabu (25/2/2026).

Dalam arahannya, Danrem menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas kerja sama seluruh prajurit, PNS, dan Persit selama dirinya menjabat sebagai Danrem 044/Gapo kurang lebih 1 tahun 48 hari. Ia juga menyampaikan bahwa serah terima jabatan direncanakan akan dilaksanakan pada 28 Februari mendatang.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kebersamaan selama saya berdinas di Korem 044/Gapo. Semua tugas dapat kita laksanakan dengan baik karena kekompakan dan kebersamaan kita,” ujarnya.

Danrem berpesan agar seluruh anggota selalu mengingat bahwa setiap perbuatan akan membawa konsekuensi di kemudian hari. “Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai. Perbanyak sedekah, terlebih di bulan Ramadhan yang penuh berkah,” pesannya.

Ia juga mengenang berbagai momen kebersamaan yang telah dilalui selama masa kepemimpinannya. Menurutnya, banyak kenangan indah yang telah dirangkai bersama dengan penuh kegembiraan dan semangat guyub.

“Sudah banyak kenangan indah yang kita rangkai bersama. Semua tugas kita laksanakan dengan gembira dan penuh tanggung jawab,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Danrem juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama masa kepemimpinannya terdapat tutur kata maupun Tindakan yang kurang berkenan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Sisa waktu penugasan yang ada mari kita manfaatkan untuk semakin kompak dan semakin guyub,” ungkapnya.

Menjelang masa purna tugas, Danrem turut memberikan nasihat terkait fenomena Post-Power Syndrome atau sindrom pensiun, yaitu kondisi psikologis yang dapat muncul akibat hilangnya jabatan, kewenangan, tanggung jawab, status sosial, serta rutinitas kerja yang selama ini melekat.

Ia mengingatkan agar setiap personel yang mendekati masa pensiun mempersiapkan mental sejak dini, menjaga komunikasi dan silaturahmi, serta menerapkan pola hidup sehat dengan rutin berolahraga.

“Yang tidak kalah penting, carilah kesibukan dan tetap aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Kita harus selalu siap mengabdi untuk masyarakat dalam bentuk apapun,” pesannya.

Kegiatan pengarahan diakhiri dengan sesi tanya jawab yang berlangsung hangat dan penuh keakraban, menambah kesan mendalam dalam momen perpisahan tersebut dengan pesan sederhana namun penuh makna, “Kenanglah Kami.”

Kapolda Sumsel Tegaskan Kesiapan Total Pengamanan Arus Mudik Lebaran 2026

0

WARTA.IN | PALEMBANG — Polda Sumsel menegaskan kesiapan penuh dalam mengamankan arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H/2026 M. Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Perhubungan RI di Griya Agung Palembang, Rabu (25/2/2026).

Kapolda Sumsel menyatakan bahwa pengamanan mudik merupakan agenda strategis nasional yang membutuhkan koordinasi terpadu lintas sektoral. Oleh karena itu, Polda Sumsel segera menggelar rapat koordinasi berjenjang mulai dari Mabes Polri hingga tingkat provinsi guna menyelaraskan pola pengamanan di lapangan.

“Kami memastikan seluruh personel, sarana prasarana, serta skema rekayasa lalu lintas telah dipersiapkan secara maksimal. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” tegas Kapolda.

Sebagai langkah antisipatif, personel Polda Sumsel akan melakukan pengecekan menyeluruh terhadap jalur utama dan jalur fungsional, termasuk ruas strategis Trans Sumatera. Pengecekan ini bertujuan mengidentifikasi potensi hambatan, titik rawan kecelakaan, serta memastikan kesiapan infrastruktur sebelum digunakan pemudik.

Selain itu, kepolisian memetakan titik rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, termasuk kawasan pasar tumpah, objek wisata, serta perlintasan sebidang kereta api.

Dalam kesempatan terpisah, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pengamanan mudik tidak hanya bersifat preventif, tetapi juga disertai penegakan hukum terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan.

“Polda Sumsel akan menindak tegas setiap pelanggaran lalu lintas yang berisiko menimbulkan kecelakaan. Namun demikian, kami tetap mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol. Nandang.

Lebih lanjut, Polda Sumsel menyiapkan pos pengamanan dan pos pelayanan di jalur strategis guna memberikan pelayanan kesehatan, informasi perjalanan, serta bantuan darurat bagi pemudik.

Sinergi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Kementerian Perhubungan, TNI, serta instansi terkait terus diperkuat sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjamin keamanan masyarakat selama periode mudik.

Melalui kesiapan menyeluruh tersebut, Polda Sumsel optimistis arus mudik dan balik Lebaran 2026 di wilayah Sumatera Selatan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Cuaca ekstrem, hujan deras angin kencang Tumbangkan Pepohonan di Cakranegara, Aduan 110 Respon Cepat

0

Warta.in
Mataram, NTB – Gerak cepat ditunjukkan personel piket Satuan Samapta Polresta Mataram dalam menindaklanjuti aduan warga terkait pohon tumbang di Jalan Soedirman, Kelurahan Sayang-Sayang, Kecamatan Cakranegara, Rabu dini hari (25/02/2026).

Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Mataram dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan sejumlah pohon tumbang di ruas jalan utama. Salah satunya terjadi di Jalan Soedirman, yang sempat menghambat arus lalu lintas.

Beruntung, peristiwa tersebut terjadi pada dini hari saat volume kendaraan tidak terlalu padat, sehingga potensi kecelakaan dapat diminimalisir. Meski demikian, arus lalu lintas sempat terganggu sebelum akhirnya dilakukan evakuasi.

Kapolresta Mataram Hendro Purwoko melalui Kasat Samapta I Nyoman Agus Sugiarta Wiswa menjelaskan bahwa informasi awal diterima melalui layanan Call Center 110.

“Begitu kita mendapat aduan tersebut, personel langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi bersama warga setempat,” ujarnya.

Dengan sigap, petugas bersama masyarakat membersihkan batang dan ranting pohon yang melintang di badan jalan hingga arus lalu lintas kembali normal.

Polresta Mataram mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan segera melaporkan kejadian yang berpotensi mengganggu keselamatan melalui layanan 110 agar dapat ditangani dengan cepat.(sr/hpm)

Dari Jajar Kehormatan sampai Arahan Personel, Kapolda NTB Hadir di Gumi Tioq Tata Tunaq- KLU

0

Warta.in
Mataram,NTB – Memasuki hari ketujuh bulan Ramadhan 1447 Hijriyah, Selasa (24/2/2026), Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo, S.I.K., M.Si. melanjutkan rangkaian kunjungan kerja ke Polres Lombok Utara. Tiba Gumi Tioq Tata Tunaq pukul 15.30 Wita, Kapolda menerima sambutan jajar kehormatan di halaman Mapolres Lombok Utara.

Agenda berikutnya, Kapolda NTB menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat penerima manfaat, di sekitar wilayah hukum Polres Lombok Utara pada pukul 16.00 Wita. Warga tampak antusias menyambut kehadiran orang nomor satu di Polda NTB tersebut.

“Bantuan ini kami harapkan bisa membantu masyarakat, dan mempererat kedekatan Polri dengan warga,” ungkap Irjen Pol. Edy Murbowo.

Sekitar pukul 16.20 Wita, Kapolda NTB melakukan pengecekan pembangunan Gedung Pamapta, serta sarana dan prasarana pendukung di Polres Lombok Utara. Peninjauan itu difokuskan pada kesiapan fasilitas, guna mendukung tugas personel di lapangan.

Kegiatan berlanjut dengan silaturahmi dan audiensi bersama Forkopimda Lombok Utara pada pukul 16.30 Wita. Pertemuan berlangsung hangat, membahas penguatan sinergi menjaga stabilitas keamanan daerah.

Menjelang pukul 17.00 Wita sore, Kapolda NTB memberikan arahan kepada seluruh personel Polres Lombok Utara. Ia menekankan disiplin, soliditas, serta pelayanan humanis saat menjalankan tugas.

“Jaga profesionalisme, tingkatkan kekompakan, dan terus hadir memberi rasa aman bagi masyarakat,” tegas Kapolda NTB.

Kunjungan tersebut memperlihatkan komitmen Polda NTB, dalam memperkuat pelayanan publik, pembangunan sarana pendukung, serta kolaborasi lintas sektor di kabupaten termuda ini.(sr/hpntb)

Dari Produksi ke Transformasi: Kebangkitan Agromaritim Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB

0

 

Tahun Pertama Kepemimpinan Iqbal–Dinda 

Warta.in
Mataram,NTB – Tahun 2025 menandai babak baru pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dalam tahun pertama kepemimpinan Iqbal–Dinda, sektor ini tidak lagi sekedar dikelola sebagai penghasil komoditas primer, tetapi mulai diposisikan sebagai fondasi industri agrokemaritiman yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Periode ini menjadi fase konsolidasi sekaligus akselerasi. Selain sebagai tahun awal implementasi RPJMD 2025–2029, 2025 juga menjadi momentum penguatan struktur produksi, peningkatan kesejahteraan pelaku usaha, serta integrasi antara produktivitas ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

*Produksi Menguat, Struktur Sektor Semakin Terkonsolidasi*

Secara agregat, produksi perikanan 2025 terealisasi sebesar 1.252.719,60 ton, melampaui target tahunan dan tumbuh 2,96 persen dibanding 2024. Kinerja ini menegaskan bahwa pertumbuhan tidak lagi bersifat sporadis, melainkan berbasis stabilisasi sistem produksi di tingkat nelayan dan pembudidaya.

Subsektor perikanan budidaya mencapai 997.210,64 ton, melampaui target dan meningkat 1,66 persen secara tahunan. Walaupun pertumbuhannya moderat, capaian ini terjadi pada basis produksi yang sangat besar, mendekati satu juta ton sehingga secara substansial mencerminkan penguatan struktur budidaya. Stabilitas produksi udang dan rumput laut, disertai membaiknya efisiensi usaha, menunjukkan keberhasilan pembinaan teknis serta mulai terintegrasinya produksi dengan orientasi pasar.

Sementara itu, perikanan tangkap terealisasi sebesar 255.508,96 ton, tumbuh 2,79 persen dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini merefleksikan stabilisasi aktivitas penangkapan dan optimalisasi sarana produksi, sekaligus menandakan bahwa peningkatan output tetap berada dalam koridor keberlanjutan sumber daya ikan.

*Kesejahteraan Pelaku Usaha Membaik*

Dari sisi ekonomi rumah tangga perikanan, Nilai Tukar Perikanan (NTP) tahun 2025 tercatat 106,82, meningkat 1,23 poin dibanding 2024 dan jauh melampaui target.

Kenaikan ini menunjukkan bahwa harga yang diterima nelayan dan pembudidaya tumbuh lebih cepat dibanding biaya yang mereka keluarkan. Secara makro sektoral, kondisi tersebut mencerminkan stabilisasi kesejahteraan pelaku usaha sekaligus memperkuat bukti bahwa pertumbuhan produksi berjalan seiring dengan perbaikan margin usaha.

*Ekosistem Laut Dijaga, Produksi Tetap Tumbuh*

Indikator keberlanjutan lingkungan juga menunjukkan kemajuan. Luas ekosistem perairan laut berstatus baik pada 2025 mencapai 14.528 hektare, meningkat dibanding 2024 dan melampaui target.

Capaian ini didukung oleh pengelolaan 12 kawasan konservasi perairan melalui tiga BLUD Balai Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan. Peningkatan kualitas ekosistem ini menegaskan bahwa konsolidasi pertumbuhan sektor perikanan berjalan selaras dengan prinsip kehati-hatian ekologis.

*Fondasi Regulasi Diperkuat*

Transformasi sektor semakin kokoh dengan ditetapkannya Peraturan Daerah Provinsi NTB Nomor 14 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Berkelanjutan. Regulasi ini memperjelas kewenangan provinsi dalam pengelolaan laut hingga 12 mil, memperkuat sistem perizinan berbasis risiko, pengelolaan kawasan konservasi, serta mekanisme pengawasan.

Dengan payung hukum ini, arah hilirisasi industri perikanan ditegaskan berjalan seiring dengan daya dukung lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

*Hilirisasi Mulai Bergerak: Dari Bahan Baku ke Nilai Tambah*

Tahun 2025 juga menjadi titik awal pergeseran struktur ekonomi sektor kelautan melalui penguatan hilirisasi. Beroperasinya pabrik garam di Kabupaten Bima mengubah pola ekonomi lokal dari sekadar produksi bahan baku menuju penciptaan nilai tambah di daerah.

Dampaknya terasa pada peningkatan pendapatan petambak, penciptaan lapangan kerja, stabilisasi harga, serta berkurangnya ketergantungan pasokan dari luar daerah, sebuah langkah konkret membangun rantai nilai agrokemaritiman.

Pada komoditas unggulan udang, pemerintah daerah juga menyiapkan Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) pembangunan pabrik pengolahan terintegrasi dengan pelabuhan perikanan. Upaya ini disertai dukungan kebijakan investasi berupa penyediaan lahan, fasilitasi perizinan, dan insentif fiskal, menandakan bahwa strategi hilirisasi tidak berhenti pada perencanaan teknis, tetapi diarahkan menjadi ekosistem investasi yang nyata.

*Tahun Titik Balik*

Secara komprehensif, hampir seluruh indikator utama 2025 menunjukkan perbaikan dibanding 2024: produksi meningkat hampir 3 persen, subsektor budidaya dan tangkap tumbuh positif, NTP menguat, serta kualitas ekosistem laut membaik.

Jika 2024 dapat dipandang sebagai fase stabilisasi, maka 2025 mencerminkan konsolidasi yang lebih matang dan terarah, dengan fondasi regulasi yang kuat serta orientasi pembangunan yang semakin terintegrasi antara produktivitas, nilai tambah, dan keberlanjutan.

Dengan demikian, tahun 2025 layak diposisikan sebagai titik balik sektor kelautan dan perikanan NTB: sebuah fase transisi dari sekedar pertumbuhan kuantitas menuju transformasi tata kelola industri agrokemaritiman yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.(sr/dkintb)