28 C
Jakarta
Senin, April 27, 2026
Beranda blog Halaman 384

Acara Ajang Peacemaker Justice Award 2025 diwakilkan Desa Batu Dewa RL .

0

Warta.in-Rejang Lebong,Bengkulu.

Dalam acara ajang Peacemaker Justice Award (PJA) 2025, Salah satu dari 130 desa di Indonesia yang lolos adalah Desa Batu Dewa Rejang Lebong, ini merupakan Prestasi dan penghargaan nasional yang di laksanakan dari Kemenkumham RI. Semua disampaikan Kades Batu Dewa, Putra Jaya ,Rabu (19/11/25).

Kades Putra mengungkapkan semua ini merupakan salah satu program bagian dari penilaian PJA dibawah naungan binaan Kantor Wilayah Kemenkumham Kabupaten Rejang Lebong, tidak bisa semua desa di Indonesia yang bisa ikut acara ini dan merupakan penghargaan Pemkab Rejang Lebong karena Desa Batu Dewa yang bisa lolos gesit hingga Nasional.

“ dari semua desa dan keluarahan yang ikut di Rejang Lebong,Hal ini merupakan penghargaan besar bagi Desa Batu Dewa bisa lolos dalam 130 besar di ajang PJA. Desa kami bisa wakilkan kabupaten ikut serta Peacemaker Restorative Award,” ungkapnya.

Masih putra juga menuturkan, karena rangkaian Acara PJA 2025 diundur waktu itu,hal ini diakibatkan oleh aksi damai atau demonstrasi di Jakarta pada waktu itu. Acara ini harusnya dilaksanakan bulan September, akhirnya jadwal acara digelar pada tanggal 24 November 2025.

Undangan diberikan lagi oleh Kemenkumham untuk acara PJA tersebut yang sempat ditunda, Dari sekian 130 Desa/Kelurahan se-Indonesia, akan di pilih hingga masuk 10 , lalu 3 besar, dan finish di 1 terbaik. Adapun tujuan program ini yaitu supaya masalah dikalangan masyarakat terselesaikan damai ditingkat desa,” tuturnya.

Tambah Putra Harapannya Desa Batu Dewa bisa meraih gelar terbaik “ mari kita bersama mendoakan dan dukungan semua,terutama warag Rejang Lebong, insyaallah Desa Batu Dewa mendapatakan 10 besar,” ujar putra.

Acara ajang Peacemaker Justice Award 2025 adalah ajang penghargaan nasional yang bertujuan menambah wawasan dan kapasitas kepala desa dan lurah menjadi Non-Litigation Peacemaker (NLP) untuk memberitahukan keberadaan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) untuk masyarakat. Acara Ajang ini juga dilengkapi dengan Peacemaker Training, ialah pelatihan supaya tungkat kemampuan kepala desa dan perangkat desa bisa memberikan pelayanan hukum dan bisa menyelesaikan sengketa non-litigasi berbasis komunitas.

Harus kita ketahui, Desa Batu Dewa merupakan perwakilan tunggal yang mewakili Kabupaten Rejang Lebong membuahkan hasil menuju tingkat nasional, memberikan peluang besar bisa mensponsor dan membuat nama baik daerah daerah Rejang Lebong bisa berinovasi selsai kan permasalahan konflik hanya di wilayah desa. (MJ)

32 KPM Terima Bantuan BLT-DD yang disalurkan Pemdes Semelako Atas.

0

Warta.in-Lebong,Bengkulu

Pemerintah Pusat memberikan bantuan kepada masyarakat dengan tunai yang diintruksikan kepada Pemerintah Desa untuk dianggarkan anggarannya dari Dana Desa Semelako Atas Kecamatan Lebong Tengah Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu Tahun 2025. Jumlah yang mendapatkan Desa Semelako Atas tahun ini berjumlah 32 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari bulan agustus, september, oktober selama 3 bulan yang total besaran seluruhnya yang di terima per KPM sebesar Rp, 900.000,- Rabu, (19/11/25).

Pjs Kades Semelako Atas sambutannya, Semoga Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diberikan bisa menjadi lebih bermanfaat sehingga akan memberikan kebahagian dan membantu meringankan beban ekonomi masyarakat Desa Semelako Atas.

” Harapan saya bagi masyarakat yang masuk dalam data penerima BLT-DD tahun 2025 bisa bermanfaat untuk penerima.selanjutnya kami pemerintah Desa dengan diterimanya bantuan ini membantu meringankan beban ekonomi para penerima serta penerima manfaat juga harus mengutamakan bahan pokok keluarga, pendidikan, dan kesehatan, ” Ungkapnya.

Hadir dalam acara pembagian BLT-DD hari ini , Camat Lebong Tengah, Pjs Kades serta Perangkat Desas, BPD Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, PD, PLD, serta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).(A)

Dua Inovasi Berkelanjutan Antar PTBA Raih Emas dan Perak di ICEA 2025

0

Warta In.muara Enim.

*Bali, 19 November 2025 -* PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengukuhkan posisinya sebagai pionir keberlanjutan di Indonesia dengan meraih penghargaan ganda, Emas dan Perak, di ajang Indonesian Circular Economy Awards (ICEA) 2025.

Perestasih,”Penghargaan Emas diberikan untuk program revolusioner PTBA, “Innovation in Processing Cutfish to become Zero Waste,”. Sementara, penghargaan Perak diraih melalui inisiatif “Siba Rosela in the Circular Economy”.

Kedua inovasi ini menunjukkan dedikasi perusahaan untuk tidak hanya mengurangi, tetapi menghilangkan limbah melalui pendekatan ekonomi sirkular yang cerdas dan terukur.

“Mustafa Kamal, Sustainable Economic, Social & Environment Department Head PTBA,  menegaskan bahwa pengakuan ini merupakan hasil dari visi jangka panjang perusahaan.

“Kami percaya bahwa masa depan industri terletak pada keberlanjutan. Penghargaan ini adalah bukti nyata komitmen kami terhadap praktik Ekonomi Sirkular yang sejalan dengan standar ISO 59000. Inovasi oleh “Rule Athalah” dan “Siba Rosela” menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan hanya kewajiban, tetapi juga mesin inovasi bagi perusahaan,” tuturnya.

ICEA 2025 resmi digelar perdana di Indonesia sebagai ajang apresiasi nasional bagi praktik ekonomi sirkular berbasis standar internasional ISO 59000 Series.

Penghargaan diberikan kepada 20 perusahaan dengan total 44 program ekonomi sirkular serta empat aktor individu pada acara puncak di Hotel Grand Mercure Seminyak, Bali, Selasa (18/11/2025).

ICEA memberikan. Penghargaan dalam lima tingkat penerapan ekonomi sirkular: Makro, Meso, Mikro, Nano, dan Aktor, mencakup lembaga pemerintah, korporasi, UMKM, hingga individu penggerak.

(Zulkifli)

Royal Baroe Ikon Baru Pusat Ekonomi Kota Serang, Gubernur Banten Beri Dukungan Penuh

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 19 November 2025  — Gubernur Banten Andra Soni memberikan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dalam menata kawasan Royal menjadi pusat ekonomi baru yang lebih tertata dan representatif. Transformasi kawasan tersebut akan diwujudkan melalui konsep Royal Baroe, yang diproyeksikan menjadi ikon baru Kota Serang serta penggerak utama aktivitas ekonomi di ibu kota provinsi.

“Upaya yang dilakukan oleh Wali Kota Serang dalam penataan Royal dengan konsep Royal Baroe akan menjadi salah satu ikon Kota Serang ke depan,” ujarnya.

Gubernur menegaskan bahwa pembangunan kawasan Royal Baroe bukan hanya proyek jangka pendek, tetapi kebutuhan strategis untuk memperkuat fungsi Kota Serang sebagai pusat pemerintahan sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi. Konsep baru ini diharapkan dapat menghadirkan ruang publik yang lebih layak, tertib, dan produktif bagi masyarakat.

Menurutnya, penataan kawasan tersebut sejalan dengan aspirasi masyarakat dan agenda pembangunan jangka panjang di wilayah perkotaan. Dengan adanya pusat ekonomi baru yang lebih terorganisasi, aktivitas perdagangan dan perbelanjaan diproyeksikan meningkat, sehingga memberi dampak positif bagi pelaku usaha lokal maupun pendapatan daerah.

“Kami mensupport, karena ini sudah menjadi catatan lama agar pusat ekonomi di Kota Serang bisa terus tumbuh dan berkembang,” katanya.

Gubernur Banten Andra Soni menekankan pentingnya pembangunan yang terencana dan bermanfaat langsung bagi masyarakat. Dalam kunjungannya ke kawasan Royal, ia melihat antusiasme warga, pedagang, dan pelaku usaha yang mulai merasakan perubahan positif.

“Mereka kini menunjukkan optimisme bahwa kehidupan akan lebih baik karena pemerintah daerah terus melakukan perbaikan,” tuturnya.

Wali Kota Serang Budi Rustandi menyampaikan bahwa progres pembangunan Royal Baroe telah mencapai 70 persen dan ditargetkan selesai pada Desember. Ia menekankan pentingnya penataan kawasan serta keterlibatan pedagang untuk menjaga estetika.

“Hari ini Gubernur mengecek langsung di lapangan dan beliau ingin pembangunan ini sukses serta bermanfaat untuk masyarakat,” kata Budi.

Penataan kawasan ibu kota ini juga menjadi program prioritas Provinsi Banten pada 2026, dengan dukungan anggaran Rp5 miliar dari APBD untuk melanjutkan jalur Royal Baroe menuju Alun-Alun Kota Serang.(WartainBanten)

Usai Uji Publik KIP 2025, Gubernur Banten Tekankan Pentingnya Transparansi Pemerintahan

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 19 November 2025  — Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan fondasi utama dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah. Hal itu disampaikannya seusai mengikuti Presentasi Uji Publik Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Tahun 2025 di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, Rabu (19/11).

Menurut Andra Soni, hak masyarakat untuk memperoleh informasi adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari upaya menciptakan pemerintahan yang bersih dan responsif. Ia menekankan bahwa Pemprov Banten berkomitmen penuh untuk memenuhi dan menjamin hak publik tersebut.

“Keterbukaan informasi adalah keharusan dan kewajiban bagi kita. Dalam rangka memastikan akses informasi bagi seluruh masyarakat, kami sebagai pejabat publik tidak boleh alergi untuk diakses informasinya,” ujar Andra Soni.

Gubernur menilai bahwa transparansi bukan hanya soal menyediakan data dan dokumen, tetapi juga memastikan bahwa informasi tersebut mudah dijangkau, dipahami, dan digunakan oleh masyarakat. Ia menambahkan bahwa keterbukaan informasi juga memiliki peran penting dalam pencegahan korupsi dan penyimpangan dalam proses penyelenggaraan pemerintahan.

“Ini adalah wujud transparansi pengelolaan Pemerintahan Provinsi Banten,” tegasnya.

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa hasil uji publik bukanlah tujuan utama, melainkan bagaimana keterbukaan informasi Pemprov Banten dapat dinilai objektif oleh masyarakat dan Komisi Informasi. Ia mendorong Komisi Informasi Provinsi Banten untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan meminta seluruh OPD, terutama Diskominfo, bekerja maksimal dalam menyediakan informasi publik.

“Manfaat penting dari keterbukaan informasi, tentu kami akan lebih berhati-hati dan lebih transparan. Kami dituntut untuk memiliki tanggung jawab lebih terhadap hak-hak publik yang kami jalankan,” jelas Andra Soni.

Dalam sesi presentasi Uji Publik KIP 2025, Gubernur Andra Soni tampil bersama Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto serta Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono. Adapun panelis penilai terdiri dari Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat Arya Sandhiyudha, praktisi keterbukaan informasi Danardono Sirajuddin, dan Direktur Eksekutif Pusat Kajian Hukum dan Anggaran Indonesia Yenti Nurhidayat.(WartainBanten)

Pemkab Deli Serdang Kecolongan

0

Warta.in Deli Serdang – Pemkab Deliserdang sepetinya telah kecolongan dari tindakan pelanggaran hukum dalam proses pembangunan gedung yang merugikan pendapatan asli daerah (PAD) atas izin PBG dari PT. Energi Oleo Perdasa (EOP).

PT. EOP diduga belum memiliki izin PBG yang baru, tetapi proses pembangunan gedung baru sudah berjalan sejak 2 bulan lalu.

Kabid Penegakan Perda dan Perkada Satpol PP Pemkab Deliserdang Hendra yang dikonfirmasi tidak juga menjawab terkait tindakan hukum terhadap izin PBG yang belum ada untuk bangunan baru PT. EOP.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Pemkab Deliserdang Marzuki Hasibuan berjanji akan menindak bangunan baru PT. EOP yang belum memiliki izin PBG dalam waktu dekat.

“Ok biar kita sampaikan sama tim, biar ditindaklanjuti. Minggu ini kita upayakan,” katanya.

Marzuki pun juga menunjukan daftar PBG milik PT. EOP yang lama dari tahun 2024 hingga awal Januari 2025. Namun untuk izin PBG bangunan baru yang sedang berjalan sejak 2 bulan lalu tidak ditunjukan Marzuki Hasibuan.

“Ini sudah kita panggil, dan sudah buat pernyataan serta pengurusan PBG nya,” kata Marzuki.

PT. OEP merupakan perusahaan modal asing (PMA) dari Singapore yang tergabung dalam KPN Corp, saat ini sedang membangun pabrik kelapa sawit di atas tanah seluas 7 haktare.

Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk bangunan baru milik PT. EOP yang berada di Jalan Raya Medan Lubuk Pakam Km. 20, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanjung Morawa, Deliserdang, Sumatera Utara, diduga masih bermasalah.

Izin PBG bangunan baru PT. OEP kabarnya belum ada, dan masih dalam proses. Tetapi proses pembangunan pada bangunan baru terus berjalan sejak September 2025. (RN)

ASPEBINDO Energy Executive Forum 2025

0

ASPEBINDO Energy Executive Forum 2025 Tekankan Kolaborasi Pemerintah–Industri Menuju Swasembada Energi

Warta.in, Jakarta | (17/11/2025) – Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) bersama Indonesian Petroleum Association (IPA) menyelenggarakan ASPEBINDO Energy Executive Forum 2025, sebuah forum eksekutif yang mempertemukan pemangku kepentingan lintas sektor untuk membahas ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Acara yang di moderatori oleh Ali Nasir dari IPA, turut dihadiri perwakilan asosiasi seperti Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), EBT, para pengusaha sektor migas dan minerba, lembaga keuangan, serta akademisi energi.

Ketua Umum ASPEBINDO, Dr. Anggawira, M.M., M.H., membuka forum dengan apresiasi kepada seluruh peserta dan menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, dan asosiasi. Ia menyoroti persoalan aktual terkait pasokan batu bara untuk PLN.

“PLN saat ini menghadapi dinamika harga batu bara yang tidak match dengan struktur kebutuhan mereka. Mudah-mudahan melalui forum ini kita bisa menemukan titik temu harga yang lebih ideal dan berkeadilan bagi semua pihak,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa energi merupakan salah satu komitmen utama Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah tengah mendorong optimalisasi migas, minerba, serta potensi energi masyarakat sebagai future business strategis.

Ketua Panitia, Mahendra, melaporkan bahwa forum dihadiri 212 peserta dari berbagai sektor energi.

“Kegiatan ini bukan hanya ruang dialog, tetapi wadah kolaborasi. Kami berharap forum ini menghasilkan insight strategis dan kerja sama konkret bagi masa depan energi Indonesia,” paparnya.

Paparan dari sektor batu bara disampaikan oleh Gita Mahyarani, Plt. Direktur Eksekutif APBI dan Singgih Widagdo. Gita menjelaskan bahwa realisasi produksi batu bara tahun ini mendekati 90% dari target, namun industri masih menghadapi tantangan signifikan.

Gita juga menyoroti tantangan RKAB, perizinan, dan perlunya keseimbangan antara kebutuhan domestik dan ekspor.

Singgih menambahkan bahwa biaya produksi terus meningkat, tambang semakin tua, sementara kewajiban DMO dan dinamika pasar global—khususnya dari Cina dan India—masih sangat mempengaruhi. Kebijakan harga harus fair agar industri tetap berkelanjutan.

Sementara itu, perwakilan IPA, Marjolin Wajong memaparkan outlook migas Indonesia yang menunjukkan kebutuhan minyak dan gas akan terus meningkat dalam beberapa dekade ke depan.

“Tren produksi migas menurun, sementara sekitar 50% potensi migas Indonesia belum dieksplorasi dan membutuhkan biaya serta teknologi tinggi. Indonesia harus semakin kompetitif untuk menarik investor global,” ujarnya.

IPA juga menekankan pentingnya kepastian kontrak jangka panjang dan revisi regulasi migas untuk memperkuat iklim investasi serta menarik modal eksplorasi dan produksi.

Pada sesi energi terbarukan, Fabby Tumewa dari IESR, menyoroti peluang percepatan pemanfaatan PLTS atap, biofuel, waste-to-energy, hingga potensi co-firing biomassa di PLTU sebagai langkah praktis dalam mendukung ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan impor.

Fabby menambahkan bahwa tanpa ketersedian energi bersih dengan harga yang terjangkau, investor akan mencari tempat lain untuk investasi.

Akademisi dan pengamat energi dari Tri Sakti, Komaidi Notonegoro menekankan pentingnya keseimbangan dalam menentukan harga energi. Setiap kenaikan harga energi akan berdampak kepada pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat.

Pada saat yang sama, harga energi yang terlalu rendah akan mematikan industri energi dan mengamcam ketahanan energi nasional. Melalui ASPEBINDO Energy Executive Forum 2025, seluruh asosiasi dan pelaku industri berharap diskusi ini mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan serta membuka sinergi bisnis yang memperkuat ketahanan dan kemandirian energi Indonesia.

#Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO)

#Media Partners Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO)

FGD Rasau Jaya Bahas Validasi Data dan Evaluasi Pengembangan Kawasan Transmigrasi

0

KUBU RAYA, LIPUTAN7.ID – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Kubu Raya bersama Tim Ekspedisi Patriot IPB University menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Rekomendasi untuk Evaluasi Kawasan Rasau Jaya” kegiatan ini dilaksanakan di Aula Bank Kalbar, Selasa (18/11) di

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Transmigrasi Kabupaten Kubu Raya, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PEMDES), BAPPEDALITBANG, PUPR, Camat Sungai Kakap, Camat Kubu, Camat Teluk Pakedai, perangkat desa dari ketiga kecamatan tersebut, serta sejumlah perwakilan masyarakat kawasan transmigrasi.

FGD bertujuan mengevaluasi kondisi sosial-ekonomi, infrastruktur, kelembagaan, dan tata kelola lahan di Kecamatan Sungai Kakap, Kubu, dan Teluk Pakedai.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Transmigrasi Kabupaten Kubu Raya, Wan Iwansyah, menegaskan pentingnya FGD sebagai momentum penguatan sinergi antarinstansi guna memastikan arah pembangunan transmigrasi berbasis potensi lokal,” jelasnya.

“Transmigrasi hari ini bukan hanya soal pemerataan penduduk, tetapi juga pemerataan kesejahteraan. Kawasan harus hidup, produktif, dan berdaya guna bagi masyarakat,” ujarnya.

Ketua Tim A IPB University, Prof. Yusman Syaukat, menjelaskan bahwa FGD menjadi ruang bagi masyarakat transmigrasi untuk menyampaikan kondisi, permasalahan, dan potensi nyata yang ada di desa. Masukan tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan rekomendasi dan program pemerintah ke depannya,” terangnya.

“Kami mengumpulkan data-data dengan tujuan memberikan rekomendasi untuk rencana pengembangan kawasan transmigrasi Rasau Jaya ke depannya,” terangnya.

Pada sesi pemaparan, Nastiti Wardania, dari Tim A menyampaikan hasil evaluasi sarana dan prasarana kawasan transmigrasi di Sungai Kakap, Teluk Pakedai, dan Kubu. Evaluasi mencakup empat aspek utama: pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial budaya, serta sarana dan prasarana.

Hasil pemetaan menunjukkan bahwa ketersediaan fasilitas di ketiga kawasan masih memprihatinkan, terutama pada kondisi jalan penghubung yang banyak mengalami kerusakan. Pada sektor pendidikan, sejumlah sekolah diketahui belum memiliki akses dan fasilitas memadai. Selain itu, diperlukan penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat.

Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kubu Raya juga menyampaikan beberapa program yang telah direalisasikan, antara lain rehabilitasi tujuh sekolah (empat SD dan tiga SMP) serta pembangunan toilet dan SAB di SDN 7 Teluk Pakedai dan SDN 11 Rasau Jaya.

Pada sesi diskusi, peserta mengangkat isu strategis, salah satunya kondisi akses menuju SDN 49 Punggur Besar, di mana guru dan murid harus menempuh jalan tanah dan lumpur sejauh 6 km atau menggunakan transportasi air.

“Akses menuju sekolah kami harus melewati jalan 6 km dengan kondisi penuh tanah. Beberapa murid dan guru memilih menggunakan sampan karena lebih cepat dan aman,” ujar Edi, salah satu peserta.

Kondisi serupa juga terjadi di SDN 06 Rasau Jaya yang kekurangan ruang belajar sehingga kegiatan mengajar terpaksa memanfaatkan surau. Renovasi sebelumnya bahkan memperburuk kondisi karena ketidaktepatan perbaikan.

Isu tersebut mendapat perhatian PUPR yang mendorong pihak sekolah dan pemerintah desa untuk melakukan tindak lanjut guna mengupayakan solusi. DISTRANSNAKER Kubu Raya menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan dan pengukuran di kedua sekolah tersebut.

“Kami dari Distransnaker Kubu Raya telah melakukan pemetaan dan pengukuran, bahkan sudah kami sampaikan ke kementerian terkait. Ke depannya akan ada bantuan pembangunan berencana,” jelas Wan Iwansyah.

FGD ini menjadi tahapan penting validasi lapangan dan pengumpulan masukan lintas sektor untuk menyusun arah pengembangan kawasan transmigrasi Rasau Jaya yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat, hasil validasi ini diharapkan memperkuat dasar kebijakan pembangunan transmigrasi berbasis potensi ekonomi lokal.

Pemprov Banten Bentuk Satgas Gabungan Usai Warga Bojonegara–Puloampel Keluhkan Kemacetan

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 19 November 2025  — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengambil langkah tegas menanggapi keluhan masyarakat Bojonegara–Puloampel, Kabupaten Serang, terkait meningkatnya aktivitas truk pertambangan yang menyebabkan kemacetan parah dan meningkatkan risiko kecelakaan. Sebagai respons cepat, Pemprov Banten memperketat pengawasan operasional pertambangan melalui pembentukan posko dan Satuan Tugas (Satgas) gabungan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari audiensi warga dengan Pemprov Banten yang berlangsung di Kantor UPTD Terminal Seruni, Kota Cilegon, pada Senin (17/11/2025). Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan keresahan terkait antrean panjang truk tambang di ruas jalan utama yang menjadi jalur penghubung kawasan industri dan permukiman.

“Fokus kami tetap pada kemacetan dan keselamatan warga. Pengawasan tambang harus berjalan lebih ketat. Ini sudah menjadi perhatian utama Bapak Gubernur,” ujar Deden saat menemui kembali perwakilan warga pada Selasa (18/11/2025).

Penguatan Posko dan Satgas Gabungan

Pemprov Banten memperkuat sistem pengawasan kendaraan tambang dengan memperketat posko di setiap titik akses mulai pekan ini. Setiap posko diisi tiga personel yang bekerja dua shift, sehingga pengawasan berlangsung sekitar 16 jam per hari. Satgas pengawasan melibatkan Dishub Provinsi Banten dan Kabupaten Serang, Satpol PP, Polres Cilegon, Koramil Bojonegara dan Puloampel, serta Dinas ESDM.

“Satgas pengawasan akan memastikan jam operasional dan kapasitas kendaraan dipatuhi. Kami tidak akan membiarkan lagi truk tanpa penutup, melebihi kapasitas, atau beroperasi di luar jam yang sudah diatur,” tegas Deden.

Keputusan Gubernur dan Penindakan Pelanggaran

Pemprov Banten menegaskan bahwa seluruh aktivitas pertambangan dan pergerakan truk tambang harus mematuhi Keputusan Gubernur Banten Nomor 567 Tahun 2025. Pelanggaran seperti truk tanpa penutup muatan yang membahayakan pengguna jalan karena material berjatuhan menjadi fokus penindakan.

“Seluruh masukan warga akan menjadi dasar evaluasi dan penindakan di lapangan. Satgas pengawasan akan terus melakukan pemantauan harian untuk melihat efektivitas pengawasan,” paparnya.

Menanggapi permohonan masyarakat untuk pelebaran jalan, Pemprov telah berkoordinasi dengan PUPR dan dinas terkait, namun prioritas utama saat ini adalah memperkuat penertiban truk tambang melalui optimalisasi Satgas Pengawasan.

Harapan Warga

Perwakilan warga Bojonegara – Puloampel, Syarifuddin, menyambut baik langkah Pemprov Banten dalam menerapkan pembatasan jam operasional truk tambang. Ia menekankan pentingnya penegakan aturan yang konsisten dan pengawasan rutin, karena warga yang paling merasakan dampak kondisi lalu lintas di lapangan. Syarifuddin berharap situasi lalu lintas di wilayah mereka dapat segera kembali normal.(WartainBanten)

Danrem 043/Gatam Lampung, melakukan kunjungan kerja ke Markas Kodim 0422/LB

0

Lampung Barat,Warta.in. Rabu (19/11/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau kesiapan Kodim 0422/LB dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai bagian dari TNI AD.

Danrem 043/Gatam disambut oleh Dandim 0422/LB, Letkol Inf Rizky Kurniawan, beserta jajaran perwira Kodim Lampung Barat. Rombongan Danrem kemudian menerima laporan tentang situasi dan kondisi terkini Kodim, termasuk kesiapan personel dan fasilitas yang ada.

Dalam kunjungan kerjanya, Danrem 043/Gatam memberikan arahan kepada para perwira dan prajurit Kodim 0422/LB untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kesiapan dalam menjalankan tugas. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI dengan masyarakat dan instansi terkait untuk meningkatkan ketahanan wilayah.

Danrem 043/Gatam juga mengapresiasi kinerja Kodim 0422/LB dalam menjaga keamanan dan stabilitas wilayah Lampung Barat. Ia berharap Kodim 0422/LB dapat terus meningkatkan kinerjanya dan menjadi contoh bagi satuan lainnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dandim 0422/LB, Letkol Inf Rizky Kurniawan, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Danrem 043/Gatam atas kunjungan kerjanya. “Kami sangat mengapresiasi kunjungan Danrem ke Kodim Lampung Barat. Arahan dan bimbingan beliau akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan menjaga keamanan wilayah,” ujarnya.

Kunjungan kerja Danrem 043/Gatam ke Kodim 0422/LB ini diharapkan dapat meningkatkan semangat dan kinerja personel Kodim dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai garda terdepan TNI AD di wilayah Lampung Barat.

(Asih)