32.2 C
Jakarta
Jumat, April 24, 2026
Beranda blog Halaman 419

Pemberitaan terkait Irigasi di Kel.Mubai, ini Tanggapan BWS Sumatera VII dan Konsultan.

0
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 36;

Warta.in-Lebong,Bengkulu.

Kementerian Pekerjaan Umum RI melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera VII Provinsi Bengkulu melaksanakan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi ( P3-TGAI ).
Tujuannya untuk rehabilitasi dan pembangunan jaringan irigasi dengan peran serta masyarakat petani.

Dari Pemberitaan yang ditayangkan media beberapa minggu yang lalu, ini tanggapan salah satu perwakilan dari BWS Sumatera VII provinsi Bengkulu Mengatakan,” karena daerah lokasi pekerjaan irigasi rawan kehilangan barang,jadi pagi dipasang papan merek sore dilepas,”katanya, Senin 27 Oktober 2025, siang diruang BWS Sumatera VII Bengkulu.

Lanjut terkait material ilegal perwakilan BWS Sumatera VII, menjelaskan, ” Surat Edaran (SE) sudah kita kasih tahu ke kelompok yang mengelola kegiatan pekerjaan irigasi,jadi terkait material ilegal yang digunakan kelompok tidak boleh digunakan,tapi kalau masih digunakan tanggung resiko oleh kelompok yang mengelola,apabila salah,proses sesuai hukum yang berlaku,” jelasnya.

Sebelumnya awak media ini pernah menghubungi Rahmat selaku Konsultan menerangkan,” pekerjaan pembangunan irigasi yang dikelola kelompok yang ada di wilayah lebong tidak boleh menggunakan material ilegal sesuai surat edaran (SE) yang sudah disampaikan kepada kelompok-kelompok sebelum pengerjaan kegiatan dilaksanakan,kalau juga masih dilanggar sesuai surat edaran tidak boleh yang bertanggung jawab kelompok yang mengelola kegiatan,” terangnya.

Dari tanggapan yang diberikan tidak menjadi alasan bahwa masalah papan merek yang tidak dipasang, akan tetapi seakan tidak memperbolehkan masyarakat tahu proyek apa yang dikerjakan menggunakan anggaran dari mana ,apa dari daerah atau pusat.karena seharusnya yang mengelola pekerjaan tersebut setelah dipasang papan merek dilokasi itulah perlu kita dokumentasikan bahwa sudah kita pasang,dan tempat papan merek proyek dipasang agak lebih tinggi supaya tidak dilepas.jadi tidak menjadi alasan apapun untuk dipasang papan merek untuk keterbukaan informasi publik.selajutnya untuk material ilegal kalau memang sudah ada surat edaran( SE ) tidak membolehkan sudah sewajarnya kelompok yang melanggar diberi sanksi sesuai aturan yang berlaku, tidak menutup kemungkinan pihak aph memanggil bagi kelompok yang menggunakan material batu yang tidak berizin,sesuai aturan diproses secara hukum yang berlaku.( A)

Kapolda NTB Harapkan Perubahan Positif Terwujud Saat Lounching Pelayanan Publik SEPADU

0

Kapolda NTB Harapkan Perubahan Positif Terwujud Saat Lounching Pelayanan Publik SEPADU

Warta.in
Mataram, NTB – Dalam rangka meningkatkan pelayanan publik, Polda NTB meluncurkan Sentral Penanganan Pengaduan masyarakat terpadu (SEPADU) di lingkup Kepolisian Daerah NTB, Rabu (29/10/2025).

Kegiatan ini berlangsung di Gedung Rupatama Polda NTB yang dihadiri oleh Kapolda NTB Irjen Pol. Hadi Gunawan SIK., Waka Polda NTB, serta segenap Pejabat Utama dan para Kasubdit Jajaran Polda NTB.

Melalui Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid SIK., mengatakan hari ini Polda NTB resmi Lounching SEPADU dalam rangka meningkatkan pelayanan publik.

“SEPADU ini merupakan salah satu pelayanan Publik yang ada di Polda NTB. Ini merupakan terobosan baru Kepolisian untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, serta mewujudkan transparansi layanan publik yang ada di Kepolisian,“ungkapnya.

Dalam Lounching SEPADU tersebut salah satu peserta yang ikut Pelatihan Kepemimpinan TK II yang diselenggarakan Mabes Polri, AKBP Tihar Siagian SIK., memaparkan secara singkat tentang terobosan Sentral Penanganan Pengaduan masyarakat terpadu (SEPADU).

Lanjut Kabid Humas, dalam acara tersebut Kapolda NTB menyampaikan arahan kepada para Personel diantaranya untuk melakukan pelayanan masyarakat secara maksimal. Disamping itu meminta agar meminimalisir pelanggaran, kemudian lakukan Penanganan pengaduan dengan transparan, terpercaya dan cepat. Terakhir Kapolda berharap lakukan perubahan dengan mengisi kinerja dengan yang positif.

“Kapolda berharap terobosan pelayanan publik ini memiliki perubahan yang signifikan terutama terkait pelayanan Publik, “tutupnya.(sr/hpntb)

Diduga Pengedar Narkoba Asal Loteng , Polresta Mataram Tangkap dan Sita 25 Klip Sabu Siap Edar

0

Diduga Pengedar Narkoba Asal Loteng , Polresta Mataram Tangkap dan Sita 25 Klip Sabu Siap Edar

Warta.in
Mataram, NTB – Komitmen Polresta Mataram dalam memberantas peredaran gelap Narkoba kembali dibuktikan. Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Mataram berhasil mengamankan seorang pria berinisial H (53), warga Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, yang diduga kuat sebagai pengedar Narkoba jenis sabu.

Penangkapan dilakukan di salah satu gang di wilayah Kelurahan Rembige, Kecamatan Selaparang, sekitar pukul 01.30 WITA, Rabu (29/10/2025). Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan 25 klip sabu siap edar dengan berat total 8,39 gram yang disimpan disaku jaket nya pelaku, beserta perlengkapan pendukung seperti bendel plastik klip kosong dan pipa kaca.

Kasat Narkoba Polresta Mataram AKP I Gusti Ngurah Bagus Suputra, SH., MH., menjelaskan bahwa penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat tentang aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut.

“Informasi itu segera kami tindak lanjuti. Setelah dilakukan penyelidikan, tim menemukan seorang pria yang diduga kuat sebagai pengedar. Pelaku diketahui berasal dari Lombok Tengah dan sudah cukup lama beroperasi di wilayah Mataram,” ungkap Kasat.

Dari hasil interogasi awal, pelaku mengakui barang haram itu miliknya dan diduga akan diedarkan di wilayah Kota Mataram. Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan peredaran Narkoba yang melibatkan pelaku.

“Melihat jumlah barang bukti yang kami amankan, tersangka H kami jerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman minimal 6 tahun penjara,” tegas AKP Bagus Suputra.

Dengan penangkapan ini, Polresta Mataram kembali menegaskan komitmennya untuk menekan peredaran Narkoba di wilayah hukumnya dan memastikan keamanan masyarakat dari ancaman penyalahgunaan Narkotika.(sr/hpm)

Tri Adhianto Ingatkan: ASN Harus Dekat dan Responsif terhadap Keluhan Masyarakat

0

Warta.in Jabar ◊ Rabu, 29 Oktober 2025.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto kembali menegaskan pentingnya membangun birokrasi yang cepat tanggap dan berorientasi pelayanan publik. Hal ini disampaikannya saat melantik 250 pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi, yang digelar dengan khidmat dan penuh semangat pembaruan.

Dalam arahannya, Tri mengingatkan para pejabat yang baru dimutasi agar tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga peka terhadap kebutuhan dan keluhan masyarakat di wilayah tugas masing-masing.

“Pejabat itu harus punya kepekaan. Jangan menunggu laporan naik ke meja, tapi jemput langsung persoalan di lapangan. Dengar suara warga, tanggapi dengan cepat, dan selesaikan dengan tuntas,” tegas Tri di hadapan seluruh pejabat yang dilantik.

Tri menjelaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi, sekaligus bentuk kepercayaan bagi aparatur yang dinilai memiliki kinerja baik dan mampu beradaptasi di berbagai bidang.

“Proses mutasi ini melalui tahapan yang transparan dan objektif. Tidak ada ruang untuk jual beli jabatan. Ini semua hasil dari proses ujian dan evaluasi yang matang,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa pejabat yang terpilih adalah orang-orang hebat, tangguh, dan dapat diandalkan, yang diharapkan mampu bekerja cepat dan memberikan hasil nyata di tempat tugas baru.

“Saya yakin Bapak Ibu adalah orang-orang yang siap bergerak cepat dan menuntaskan pekerjaan. Tunjukkan bahwa ASN Bekasi bisa hadir untuk rakyat dengan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bekasi juga mengingatkan bahwa kecepatan merespons keluhan publik harus dibarengi dengan integritas dan disiplin kerja tinggi. Ia menegaskan, tidak boleh ada pejabat yang menutup mata terhadap persoalan masyarakat.

“Kalau ada yang masih bermain-main dengan jabatan, atau tidak menjalankan tugasnya dengan baik, saya minta disampaikan langsung. Kita ingin pemerintahan yang bersih, cepat tanggap, dan dekat dengan warga,” kata Tri.

(Jefry. Smk)

Masyarakat Menutup Jalan, Menuntut Hak Plasma yang Hilang

0

Warta.in-Bengkulu,Nasional.

Masyarakat menutup jalan menuju perkebunan PT Incasi Raya, menuntut hak plasma yang telah dijanjikan oleh undang-undang. Namun, hingga saat ini, wujud dari hak plasma tersebut masih belum terlihat. Mereka telah menunggu hasil dari mediasi yang tak pernah menghasilkan apa-apa.

Lalu muncul pertanyaan besar, apakah plasma itu benar-benar ada, atau hanya tertulis di dokumen izin usaha? Jika plasma itu memang ada, maka Pemda Pesisir Selatan pasti terlibat dalam proses tersebut. Karena tidak ada satu pun izin usaha perkebunan di negeri ini yang bisa keluar tanpa tanda tangan pemerintah daerah.(29/10/2025)

Dinas Perkebunan, Bupati, bahkan Pemerintah Provinsi semuanya punya peran dalam memastikan perusahaan menjalankan kewajiban kemitraan 20% untuk masyarakat. Artinya, sejak awal, Pemda tahu berapa luas kebun, tahu di mana lokasi plasma, tahu siapa kelompok tani penerimanya. Jadi, kalau masyarakat hari ini menuntut, mereka bukan cuma menuntut perusahaan, mereka juga menuntut pemerintah yang pernah menyetujui dan mengawasi izin itu.

Sebab dalam aturan, plasma bukan hadiah, tapi kewajiban hukum. Dan kewajiban itu lahir dari izin yang ditandatangani oleh pejabat daerah. Maka kalau sekarang masyarakat bicara tentang hak yang hilang, maka di dalamnya juga ada tanda tangan pejabat yang lupa pada tanggung jawabnya.

Ironinya, ketika rakyat menuntut haknya, perusahaan berlindung di balik izin, sementara Pemda diam di balik meja. Padahal, kalau plasma benar-benar berjalan, tak akan ada demo, tak akan ada blokade jalan. Yang tersisa hanyalah janji, berita mediasi, dan laporan tahunan yang rapi di atas kertas.

Jadi, mari kita jujur, kalau plasma itu ada, Pemda Pesisir Selatan pasti terlibat. Kalau plasma itu tidak ada, Pemda tetap terlibat karena mereka membiarkannya. Dan di antara dua kemungkinan itu, hanya masyarakat yang selalu dirugikan. Pemerintah dan perusahaan harus bertanggung jawab atas hak-hak masyarakat yang telah hilang. (HD)

Gubernur Banten: Prioritas Layanan Kesehatan untuk Masyarakat Tidak Mampu

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 29 Oktober 2025  — Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan komitmennya untuk memastikan masyarakat tidak mampu di Provinsi Banten mendapatkan layanan kesehatan tanpa hambatan administrasi. Kebijakan ini mencakup warga yang masuk kategori Desil 1 hingga Desil 7, yang dapat memanfaatkan layanan di seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemerintah Provinsi Banten.

Pendanaan layanan kesehatan ini bisa melalui Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) atau program BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang ditanggung oleh APBD Provinsi Banten.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Gubernur menerima aspirasi masyarakat Malingping terkait kendala penggunaan layanan kesehatan akibat klasifikasi data DTSEN, yang menempatkan sebagian warga pada Desil 6–10. Aspirasi ini diterima saat kunjungan kerja Gubernur ke RSUD Malingping, Kabupaten Lebak, Rabu (29/10/2025).

Menanggapi hal ini, Andra Soni langsung memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten agar memastikan warga yang berhak menerima layanan kesehatan dapat dilayani tanpa hambatan administrasi.

“Tugas kita adalah melayani. Rumah sakit ini dibangun untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kalau ada yang sakit dan belum punya BPJS, tetap kita layani terlebih dahulu tanpa menunggu kelengkapan administrasi,” ujar Andra Soni.

Gubernur Banten, Andra Soni, mengevaluasi langsung kualitas pelayanan RSUD Malingping dan mendapat respons positif dari pasien mengenai keramahan tenaga kesehatan. Namun, warga mengusulkan penambahan fasilitas tempat tidur karena sering penuh saat jumlah pasien meningkat.

“Secara umum rumah sakit ini sangat ramai. Ini satu-satunya rumah sakit yang dekat dengan beberapa wilayah, bahkan ada yang datang dari Pandeglang. Artinya fasilitas harus ditingkatkan, jumlah dokter ditambah, ruang perawatan dibuat lebih layak dan manusiawi. Kita fasilitasi agar kenyamanan pelayanan semakin baik,” tegasnya.

Dengan kebijakan pembiayaan kesehatan bagi masyarakat Desil 1–7, Pemprov Banten berkomitmen menjamin layanan kesehatan mudah dijangkau dan berkualitas bagi seluruh masyarakat, khususnya yang tidak mampu, tanpa hambatan administrasi.

“Kita pastikan masyarakat tidak mampu tetap mendapatkan layanan kesehatan tanpa terkendala administrasi. Karena kesehatan adalah hak setiap warga,” tutup Andra Soni.

Kepala Dinas Kesehatan Banten, Ati Pramudji Hastuti, menjelaskan bahwa klasifikasi baru DTSEN dari Kementerian Sosial membuat banyak masyarakat keluar dari daftar penerima BPJS-PBI APBN, sehingga sulit mengakses layanan kesehatan.

“Solusinya dari pak gubernur tadi, bagi masyarakat Desil 1 sampai Desil 7 yang memerlukan layanan kesehatan di empat rumah sakit milik Pemprov Banten, akan kita akomodasi pembiayaan BPJS-PBI melalui APBD Provinsi Banten,” jelasnya.

Pemerintah daerah juga merencanakan penambahan 50 ribu kuota BPJS-PBI pada 2025 sesuai ketentuan Kementerian Dalam Negeri. Saat ini, RSUD Malingping memiliki 124 tempat tidur dan tiga ruang operasi, sehingga Dinas Kesehatan menyiapkan pengembangan fasilitas untuk menambah kapasitas rawat inap dan ruang operasi di wilayah selatan Banten.(WartainBanten)

Yayasan Pendidikan Agung Bina Bangsa dan BPR Al-Masoem Sinergi Dukung Calon PMI

0

Warta.in, Purwakarta – Yayasan Pendidikan Agung Bina Bangsa secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Al-Masoem Bandung.

Yayasan pendidikan yang berkantor di Jalan Raya Sadang-Subang, Kelurahan Cisereuh, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat ini menegaskan komitmen dalam mendorong pekerja untuk memiliki keterampilan dan profesionalisme dalam bekerja.

Kemitraan ini bertujuan untuk memfasilitasi dan mendukung pembiayaan pendidikan serta keterampilan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.

Kerja sama ini dilandasi oleh kesamaan visi dan misi kedua lembaga dalam mendukung program pemerintah daerah dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat luas.

Inisiatif ini diharapkan dapat mencetak PMI yang berkualitas dan siap bersaing di pasar kerja global.

Ketua dan Pembina Yayasan Pendidikan Agung Bina Bangsa, Much. Agung Muharram, S.E, M.M, mengungkapkan optimismenya terhadap program ini.

Saat penandatanganan kerja sama , ia didampingi oleh Direktur Pusat BPR Al-Masoem, Slamet.

“Kami sangat optimis bahwa program ini akan berjalan sukses. Kolaborasi dengan BPR Al-Masoem memungkinkan kami untuk menghilangkan kendala finansial yang sering dihadapi calon PMI saat ingin meningkatkan skill mereka,” ujar Agung, kerap ia disapa, Rabu (10/29/2025).

Kerjasama ini bertujuan merekrut hingga 700 peserta pekerja migran dari wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.

Kemitraan ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di kantor pusat BPR Al Maksum, yang turut dihadiri oleh Direktur Utama Pusat BPR Al-Masoem, Slamat, beserta jajaran manajemen.

“Kami membuka lowongan 700 peserta pekerja migran yang ingin kerja di Turki dalam bidang perhotelan, restoran juga perawat,” ujar Agung, seraya menambahkan bahwa pemberangkatan dijadwalkan pada bulan Februari dan Maret mendatang.

 

Fokus pada Masyarakat Tidak Mampu dan Pencegahan TPPO

 

Program rekrutmen ini mencakup proses seleksi awal, pelatihan, hingga pemberangkatan. Yang menarik, program ini memberikan prioritas kepada masyarakat yang kurang mampu namun memiliki kemauan keras dan memenuhi kriteria karakter yang ditetapkan.

Calon pekerja migran yang terpilih akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan secara gratis.

Biaya pemberangkatan akan ditalangi oleh BPR Al-Masoem dengan skema bunga yang rendah dan fleksibel, meringankan beban finansial para peserta.

Visi misi kerjasama ini sejalan, yaitu membantu program pemerintah dalam menanggulangi pengangguran secara masif di Indonesia.

Selain aspek penanggulangan pengangguran, kemitraan ini juga bertekad kuat untuk mengontrol dan mencegah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Pengawasan ketat diterapkan dalam struktural manajemen, mulai dari tingkat atas hingga melibatkan masyarakat di tingkat RT dan RW.

Kerjasama ini diharapkan menjadi model solusi untuk mengatasi isu pengangguran sekaligus menjamin keamanan dan kesejahteraan pekerja migran Indonesia yang bekerja di luar negeri.

Sinergi Tanpa Batas: Pemimpin Jabodetabek Bahas Transformasi Transportasi Terpadu

0

Warta.in Jabar ◊ Rabu, 29 Oktober 2025.

Jakarta – Upaya mengurai kemacetan dan memperkuat konektivitas di kawasan Jabodetabek memasuki babak baru. Para kepala daerah dari wilayah aglomerasi Jakarta meliputi Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Wali Kota Bogor, Bupati Bogor, dan Wali Kota Tangerang Selatan bersama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menghadiri Rapat Koordinasi Kebijakan Transportasi Jakarta dan Wilayah Sekitarnya yang digelar di Jakarta.

Rapat ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas daerah dan koordinasi antara pemerintah pusat serta daerah dalam mewujudkan sistem transportasi yang efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan.

“Masalah transportasi di Jabodetabek tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Diperlukan kesamaan pemahaman, mindset, dan semangat kolaborasi lintas batas administratif,” ujar Pramono Anung sat rakor.

Rakor membahas dua fokus utama:

Penguatan kolaborasi antarwilayah dalam perencanaan dan pelaksanaan transportasi publik.

Strategi pembiayaan berkelanjutan untuk memperluas layanan transportasi umum di wilayah aglomerasi.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta memaparkan perkembangan sistem transportasi massal, termasuk Transjakarta, MRT, dan LRT Jabodebek yang kini menjadi tulang punggung mobilitas harian jutaan warga. Data terkini menunjukkan, lebih dari 3,5 juta pergerakan terjadi setiap pagi dan sore hari di kawasan Jabodetabek, dengan tingkat konektivitas mencapai 92 persen, namun penggunaan kendaraan umum masih di bawah 24 persen.

Dalam forum tersebut juga disorot arah pengembangan transportasi ke depan, meliputi:

Perluasan jaringan LRT dan MRT hingga ke Bekasi dan Tangerang Selatan, termasuk rencana jalur MRT koridor timur–barat.

Ekspansi rute Transjakarta untuk menjangkau wilayah sekitar Jakarta.

Penerapan konsep Transit Oriented Development (TOD) di kawasan strategis seperti Blok M, Bundaran HI, dan Dukuh Atas.

Fasilitasi park and ride di wilayah penyangga untuk memudahkan masyarakat berpindah moda ke transportasi umum.

“Jakarta sudah tidak lagi menjadi kota termacet di dunia. Upaya bersama ini menunjukkan hasil positif—kita berada di peringkat kelima, jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Namun tantangan belum selesai, dan kita harus bergerak bersama,” ujar Gubernur DKI Jakarta.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga memperluas kebijakan pembebasan tarif bagi 15 kategori masyarakat pengguna MRT, LRT, dan Transjakarta, sebagai langkah nyata mendorong peningkatan jumlah pengguna transportasi publik.

Para kepala daerah menyepakati pentingnya langkah berkelanjutan untuk menjadikan Jabodetabek sebagai kawasan metropolitan dengan sistem mobilitas yang terintegrasi, inklusif, dan ramah lingkungan.

“Konektivitas terbaik sudah mulai terbentuk. Kini saatnya memastikan keberlanjutan dan pemerataan manfaatnya bagi seluruh warga, dari Bogor hingga Bekasi, dari Tangerang Selatan hingga Jakarta,” ujar Gubernur Jakarta

Rapat koordinasi ini menjadi wujud nyata bahwa transportasi bukan sekadar urusan teknis, melainkan simbol kolaborasi antarwilayah demi masa depan metropolitan yang lebih baik.

(Jefry. Smk)

Sosialisasi Stunting di Desa Suka Pindah: Upaya Pencegahan dan Penurunan Stunting

0

Warta.in-Mukomuko,Bengkulu. –

Desa Suka Pindah, Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko, baru-baru ini menggelar sosialisasi stunting dalam rangka pencegahan dan penurunan stunting di tingkat desa. Acara ini diadakan di aula kantor desa dan dihadiri langsung oleh Kepala Desa Dedi Sumarlin beserta perangkat desa, Ketua BPD dan anggota, pendamping kecamatan, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa.

Tamu undangan yang hadir, Camat Lubuk Pinang Evi Busmanja beserta stafnya, Kasi Ekobang Kecamatan Lubuk Pinang, ibu-ibu kader Posyandu, dan ibu-ibu kader PPK desa, menunjukkan komitmen dan dukungan terhadap program pencegahan dan penurunan stunting di Desa Suka Pindah. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa pemerintah dan masyarakat setempat serius dalam menangani masalah stunting.(29/10/2025)

Dalam giat sosialisasi stunting ini, narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, ahli gizi, didampingi oleh Kepala Puskesmas Lubuk Pinang, memaparkan ilmu pengetahuan tentang pencegahan dan penurunan stunting. Acara berjalan dengan hikmat dan sukses, penuh dengan inovasi dan mudah dipahami oleh ibu-ibu kader Posyandu dan PPK desa.

Kepala Desa Dedi memberikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten Mukomuko dalam mendukung program kegiatan pencegahan dan penurunan stunting di Desa Suka Pindah. “Dalam pemaparan dan penjelasan yang diberikan oleh narasumber, betul-betul ilmu pengetahuan yang tidak terhingga manfaatnya untuk pencegahan dan penurunan stunting di desa kami,” ungkap Kepala Desa Dedi.

Dengan adanya sosialisasi ini, Desa Suka Pindah semakin komitmen untuk menurunkan stunting dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Semoga dengan kerjasama dan dukungan dari semua pihak, Desa Suka Pindah dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam pencegahan dan penurunan stunting. Dengan demikian, kita dapat menciptakan generasi yang sehat dan kuat, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (HD)

Peduli Pada Korban Kebakaran Bupati Pasaman Serahkan Bantuan di Sundata

0

Lubuk Sikaping,Warta.in-Peduli  terhadap masyarakat yang tertimpa musibah, Bupati Pasaman Welly Suhery menyerahkan langsung bantuan kepada korban kebakaran di Nagari Sundata, Kecamatan Lubuk Sikaping, Rabu (29/10/2025).

Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pasaman, Dinas Sosial, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pasaman, serta Pemerintah Nagari Sundata.

Bantuan yang diberikan berupa paket perlengkapan rumah tangga yang dibutuhkan korban, serta program bedah rumah senilai Rp15 juta yang bersumber dari dana zakat Baznas Pasaman. Langkah ini diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan kondisi pascakebakaran.

Ketua Baznas Kabupaten Pasaman, Asnil, turut menyerahkan bantuan tambahan secara simbolis kepada penerima manfaat. Ia menyebut bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari Program Pasaman Peduli, sebuah upaya berkelanjutan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.

“Baznas bersama Pemerintah Kabupaten Pasaman berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang tertimpa musibah,” ujar Asnil.

Sementara itu, Bupati Pasaman Welly Suhery dalam sambutannya menyampaikan rasa keprihatinan mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa warga bernama Enda. Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi dorongan semangat bagi korban untuk bangkit dan memulai kembali kehidupan.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Pasaman turut berduka atas musibah ini. Semoga bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban keluarga dan menjadi awal untuk memulai kehidupan baru,” tutur Bupati Welly.

Bupati juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran rumah, terutama dalam penggunaan peralatan listrik dan aktivitas dapur. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan serta gotong royong antar warga dalam menghadapi situasi darurat.

Kegiatan penyerahan bantuan ini turut dihadiri oleh Asisten I Teddy Marta, Kepala Dinas Sosial Dedy, jajaran Baznas Pasaman, Camat Lubuk Sikaping, Wali Nagari Sundata, serta tokoh dan masyarakat setempat.

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah dan Baznas Pasaman, diharapkan Program Pasaman Peduli  dapat terus menjadi wadah kepedulian sosial yang mampu membantu masyarakat terdampak bencana di seluruh wilayah Kabupaten Pasaman. (Fajri)