Beranda blog Halaman 7

Bangun Ekonomi Lokal Berkelanjutan, PTBA Tingkatkan Kompetensi Kelompok Budidaya Itik Petelur

0

Warta In

*Muara Enim, 8 Juni 2026 –* PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan berkelanjutan. Salah satunya diwujudkan melalui peningkatan kapasitas Kelompok Budidaya Itik Petelur Rimba Farm di Desa Tegal Rejo, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Corporate Secretary PTBA, Eko Prayitno, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari Program Transformasi Pertambangan Tanpa Izin (PETI) yang dijalankan Perseroan bekerja sama dengan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Sumatera Selatan.

Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan kualitas usaha budidaya itik petelur sehingga mampu menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berhasil sekaligus mendukung terciptanya ekonomi lokal yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Bantuan yang diberikan oleh PTBA meliputi bibit itik baru dan infrastruktur kandang. Selain itu, PTBA juga memberikan pendampingan yang komprehensif untuk mengatasi tantangan budidaya ternak, khususnya pakan. Melalui pembinaan dan pendampingan dari IZI, PTBA membuat dan mendorong inovasi pembuatan pakan mandiri.

“PTBA berkomitmen menghadirkan program pemberdayaan yang mampu menciptakan dampak jangka panjang bagi masyarakat. Melalui pengembangan budidaya itik petelur ini, kami ingin mendorong tumbuhnya usaha masyarakat yang produktif, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus mendukung transformasi ekonomi masyarakat menuju sumber penghidupan yang lebih berkelanjutan. Program ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menciptakan nilai bersama bagi masyarakat dan lingkungan sekitar wilayah operasional perusahaan,” tutur Eko.

Adapun saat ini, kelompok Rimba Farm tercatat telah mengelola 500 ekor itik petelur yang mampu menghasilkan sekitar 200 butir telur itik omega setiap hari. Untuk menjaga produktivitas sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan usaha, para anggota kelompok mendapatkan pelatihan teknis dari narasumber yang berpengalaman di bidang budidaya itik petelur.

Kepala Perwakilan IZI Sumatera Selatan, Muhammad Zainuri, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara PTBA, IZI, dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan program pemberdayaan tersebut.

“Kolaborasi yang kuat antara perusahaan, lembaga pendamping, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Kami mengapresiasi komitmen PTBA dalam menghadirkan program yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar semakin mandiri,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Tegal Rejo, Teguh Priono. Menurutnya, program budidaya itik petelur telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dengan membuka peluang usaha produktif yang mampu meningkatkan perekonomian warga.

Sementara itu, Sustainable Community Development Section Head PTBA, Ajis Purnomo, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor peternakan yang memiliki prospek jangka panjang.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap kapasitas anggota kelompok semakin meningkat, baik dari sisi teknis budidaya maupun pengelolaan usaha. Dengan demikian, program ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Ajis.

Kegiatan diawali dengan pemaparan laporan perkembangan program oleh Ketua Kelompok Rimba Farm, Hendri Susilo. Dalam laporannya, Hendri menyampaikan berbagai capaian yang telah diraih sejak program berjalan, mulai dari peningkatan kapasitas anggota kelompok hingga pertumbuhan hasil produksi telur itik omega yang terus menunjukkan perkembangan positif.

Sesi utama pelatihan menghadirkan Farizal Syarif, praktisi dan ahli budidaya itik petelur. Dalam pemaparannya, Farizal membagikan berbagai pengetahuan dan pengalaman terkait manajemen pemeliharaan, peningkatan produktivitas ternak, pengendalian penyakit, hingga strategi pengembangan usaha budidaya itik petelur yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, PTBA berharap Kelompok Rimba Farm dapat terus berkembang menjadi sentra budidaya itik petelur yang unggul, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjadi contoh keberhasilan transformasi ekonomi berbasis pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Muara Enim.

(Zulkifli)

SMA PLUS ISLAM PACET TERAKREDITASI A SMK AL ISLAM PACET TEKNIK MESIN RINGAN DAN TEKNIK INDUSTRI JL CAGAK

0

Jalan Cagak, Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. WARTA. IN
SMA PLUS ISLAM PACET TERAKREDITASI A DAN SMK AL – ISLAM PACET, TEKNIK MESIN RINGAN DAN TEKNIK INDUSTRI, Terletak di Jalan Raya Cagak No. 13 Maruyung, Pacet, Kabupaten Bandung. Di Lalui 2 Jalur Angkot Majalaya – Jalan Cagak dan Ciparay – Cibeureum.
Tersedia Ruang Belajar, Mengajar yang Representatif, dan sarana penunjang lainnya, dengan fasilitas Toilet Sekolah yang terjaga kebersihannya.
Sekolah yang diselenggarakan Lembaga Pendidikan, Pengajaran dan Perguruan Islam ( LPPPI ), menjadi favorit tamatan SMP, MTSn, di sekitaran untuk menuntut ilmu di Sekolah tersebut. Tersedia halaman yang luas, dan tempat parkir yang memadai. Tampak Murid Kelas XI MIPA, Ceria Sebelum Mengikuti Ujian.
Sekolah ini di Komandoi Ibu Hj. Euis, yang dengan senyum ramahnya, membuat tenteram anak didik belajar di Sekolahnya. Plus Penjagaan Satpam. WARTA. IN Biro Bandung Ibnu S SH CSS ALC SIP CIJ CPW.

Suksesss, KCCCI Diresmikan P3SRS Kalibata City Residence di 2026

0

Warta.in, Jakarta | – Kalibata City Chess Club Indonesia (KCCCI) resmi menjadi komunitas catur di lingkungan apartemen Kalibata City Jakarta Selatan. KCCCI diresmikan oleh Ketua Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS ), Hj. Musdalifah Pangka, disaksikan oleh Ketua KCCCI, Perwakilan PERCASI dan puluhan anggota KCCCI, Jumat (5/6/2026).

Dalam sambutannya, Alfon selaku Ketua KCCCI menyampaikan rasa syukur atas diresmikannya komunitas pecatur KCCCI setelah malang melintang selama 11 tahun di lingkungan Kalibata City. Kami sangat bersyukur telah diresmikannya KCCCI setelah 11 tahun lamanya malang melintang di lingkungan Kalibata City,”ucapnya.

Alfon mengungkapkan komitmennya untuk terus mengembangkan pecatur-pecatur junior dan pecatur wanita. Ia berharap KCCCI bisa berkembang pesat dan mampu melahirkan pecatur yang membawa harum bagi Kalibata City.

“Untuk pecatur junior nanti akan dikembangkan oleh tim pengurus KCCCI. Saya berharap KCCCI ini bisa berkembang pesat dan menumbuhkan prestasi-prestasi pecatur di tingkat junior dan wanita serta pecatur senior yang membawa nama harum Kalibata City

Sebagai langkah konkret, kata Alfon, ke depan KCCCI akan menyelenggarakan event-event yang lebih besar dan memperbaiki administrasi dengan baik sebagai bagian dari pengelolaan organisasi,”ungkapnya.

Sementara itu, Faizi Indrawan selaku Perwakilan Percasi, menekankan pentingnya regenerasi dalam melahirkan pecatur-pecatur baru dan berprestasi sehingga perlu adanya pecatur junior.

“Saya yakin di lingkungan Kalibata City yang jumlah penduduknya sangat besar, diharapkan ada pecatur juniornya karena regenerasi itu sangat penting,”tutupnya.

#Kalibata City Chess Club Indonesia (KCCCI)

#Media Partners Kalibata City Chess Club Indonesia (KCCCI)

Polsek Babat Laksanakan Pengecekan Rutin Lahan Jagung Warga Desa Plaosan untuk Dukung Program P2B Nasional

0

Polsek Babat Laksanakan Pengecekan Rutin Lahan Jagung Warga Desa Plaosan untuk Dukung Swasembada Pangan Nasional

LAMONGAN//Warta.in – Dalam upaya mendukung program strategis pemerintah mewujudkan swasembada pangan nasional, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Babat, Polres Lamongan, Polda Jawa Timur, terus menggencarkan kegiatan monitoring dan pendampingan di sektor pertanian. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui pengecekan rutin di lahan tanaman jagung milik warga Desa Plaosan, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, pada pekan ini, Senin (08/06/2026)

Kapolsek Babat, Kompol Chakim Amrullah, S.H., M.H., secara langsung menindaklanjuti arahan pimpinan terkait ketahanan pangan dengan memerintahkan jajarannya untuk turun ke lapangan. Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi merupakan bagian dari strategi preventif dan pembinaan kepada petani agar program pertanian berjalan optimal. Menurut Kompol Chakim, ketahanan pangan adalah fondasi utama stabilitas nasional, dan peran Polri adalah memastikan seluruh elemen masyarakat bergerak bersama menyukseskannya.

“Kami di Polsek Babat menerima arahan untuk mendukung ketahanan pangan. Salah satu bentuk nyatanya adalah dengan hadir di tengah-tengah petani, memastikan lahan-lahan produktif seperti jagung ini mendapatkan perhatian serius. Swasembada pangan bukan hanya tanggung jawab Kementerian Pertanian, tetapi juga kita semua, termasuk aparat kepolisian di tingkat kecamatan,” ujar Kompol Chakim Amrullah dalam keterangan tertulisnya

Dalam pelaksanaan pengecekan rutin tersebut, Polsek Babat menerjunkan personilnya, yakni Aipda Suwono, S.H., Aipda Imam Mukhrojin, dan Bripda Ahmad Nasuruddin. Ketiga anggota kepolisian ini melakukan pendekatan humanis dengan berbaur bersama para petani jagung di Desa Plaosan. Mereka tidak hanya memantau perkembangan fisik tanaman, tetapi juga berdialog langsung mengenai kendala yang dihadapi para petani di lapangan, mulai dari ketersediaan pupuk, pengairan, hingga hama penyakit tanaman.

Aipda Suwono, S.H., selaku salah satu pelaksana monitoring, menjelaskan bahwa kegiatan yang mereka lakukan merupakan bagian dari program P2B. Program ini bertujuan menciptakan sinergi antara aparat keamanan dan petani dalam menjaga kelangsungan produksi pangan lokal. Menurutnya, lahan jagung milik warga Desa Plaosan saat ini menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan, meskipun tetap membutuhkan pendampingan intensif terkait pola tanam dan distribusi pupuk bersubsidi.

“Kami bersama Bripda Ahmad Nasuruddin dan Aipda Imam Mukhrojin secara rutin turun ke pekarangan. Hari ini kami fokus di lahan jagung milik warga Desa Plaosan. Alhamdulillah, tanaman jagung terlihat subur dan petani sangat kooperatif. Mereka juga mengaku semakin bersemangat karena ada pendampingan dari Polsek Babat. Ini yang terus kami dorong: bahwa polisi adalah mitra petani”. ungkap Aipda Suwono saat ditemui di sela-sela pengecekan.

“Di wilayah Babat khususnya Desa Plaosan, kami lihat antusiasme petani sangat tinggi. Setelah kami lakukan monitoring P2B, warga semakin bersemangat melaksanakan penanaman jagung. Ini bukti bahwa pendekatan preventif dan pembinaan yang humanis memberikan dampak positif. Targetnya bukan hanya produksi melimpah, tetapi terciptanya kemandirian pangan di tingkat desa,” jelas Aipda Imam Mukhrojin.

Kehadiran Polsek Babat di lahan jagung Desa Plaosan menjadi bukti bahwa sinergi aparat keamanan dan petani mampu menciptakan iklim positif bagi percepatan swasembada pangan. Warga pun diharapkan terus mempertahankan semangat gotong royong dan inovasi dalam pengelolaan lahan pertanian demi kemandirian pangan nasional.(roy)

Kapolsek Bekasi Barat Berikan Santunan kepada Keluarga Awak Media yang Sedang Menghadapi Musibah

0

warta.in Bekasi ◊ Senin, 08 Juni 2026

Kota Bekasi – Wujud kepedulian dan empati terhadap sesama ditunjukkan Kapolsek Bekasi Barat AKP Dr. H. Wahyudi, SH., MH., dengan memberikan santunan kepada keluarga salah satu awak media online di wilayah Bekasi Barat yang saat ini tengah menghadapi cobaan karena sang istri sedang sakit.

Pemberian santunan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan moril dan perhatian kepada keluarga awak media yang selama ini turut berperan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kehadiran Kapolsek Bekasi Barat diharapkan dapat memberikan semangat dan meringankan beban keluarga yang sedang menjalani masa sulit.

AKP Dr. H. Wahyudi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan serta upaya mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan insan pers. Menurutnya, media memiliki peran penting sebagai mitra kepolisian dalam menyampaikan informasi yang edukatif dan membangun kepada masyarakat.

“Kami turut mendoakan agar istri rekan media yang sedang sakit diberikan kesembuhan, kekuatan, dan kesehatan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Semoga keluarga diberikan ketabahan dalam menghadapi ujian ini,” ujar Kapolsek.

Keluarga penerima santunan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan Kapolsek Bekasi Barat beserta jajarannya. Bantuan tersebut dinilai tidak hanya memberikan dukungan secara materi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi keluarga yang sedang menghadapi cobaan.

Melalui kegiatan sosial tersebut, Polsek Bekasi Barat terus berupaya hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan yang memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial.

(Alpin A.S)

BGN Bongkar Hoaks Penghentian ‘Makan Bergizi Gratis’, Tegaskan Anggaran Aman dan Tetap Jalan!

0

BGN Bongkar Hoaks Penghentian ‘Makan Bergizi Gratis’, Tegaskan Anggaran Aman dan Tetap Jalan!

​Warta In Jabar – Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat mengakhiri simpang siur informasi yang meresahkan masyarakat terkait program unggulan nasional, Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN secara resmi menyatakan bahwa selebaran digital yang mengeklaim penghentian sementara program tersebut akibat kendala dana operasional adalah berita bohong atau hoaks.

​Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik, menegaskan bahwa tidak ada kebijakan maupun rencana untuk menghentikan program MBG, apalagi memutus penyaluran dananya kepada masyarakat.

​”Fokus kami saat ini adalah menjaga keberlanjutan layanan MBG dan memastikan seluruh penerima manfaat tetap mendapatkan haknya,” ujar Nanik dalam konferensi pers resmi. Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama melawan disinformasi yang sengaja disebarkan guna memicu keresahan publik.

​BGN tidak menampik adanya penyesuaian berkala di lapangan. Namun, pihak lembaga menggarisbawahi bahwa adanya dinamika administratif dalam mekanisme pencairan anggaran sama sekali tidak mengubah komitmen pemerintah. Program pemenuhan gizi ini justru sedang dipacu untuk memperluas jangkauan ke lebih banyak daerah.

​Isu liar yang menyebut bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diizinkan menghentikan operasional secara sepihak jika dana menipis, dipastikan sebagai informasi sesat. BGN menegaskan bahwa aturan tersebut bukan kebijakan resmi lembaga dan melarang keras mitra pelaksana menjadikannya sebagai rujukan.

​Guna membendung penyebaran hoaks yang lebih luas, BGN mengimbau kepada seluruh:

​Mitra pelaksana dan yayasan,

​Pengelola SPPG di daerah,

​Pemasok bahan baku, serta

​Masyarakat umum,

​agar selalu menyaring informasi dan hanya merujuk pada kanal komunikasi serta media sosial resmi milik Badan Gizi Nasional. Saat ini, koordinasi intensif antara BGN, mitra pelaksana, dan pemangku kepentingan terus diperketat demi memastikan distribusi makanan bergizi gratis tetap berjalan lancar, aman, dan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan.

Hak Jawab Tak Kunjung Diberikan, Sorotan Anggaran Dinas Pertanian Sukabumi Kian Menguat

0

Hak Jawab Tak Kunjung Diberikan, Sorotan Anggaran Dinas Pertanian Sukabumi Kian Menguat

Warta In Jabar | SUKABUMI – Sorotan terhadap realisasi anggaran Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026 terus menguat. Berbagai keluhan yang berkembang di kalangan petani, mulai dari mahalnya pupuk, dominasi tengkulak, hingga efektivitas program bantuan pertanian, hingga kini belum mendapatkan penjelasan resmi yang memadai dari pihak terkait.

Upaya konfirmasi telah dilakukan guna memperoleh hak jawab dan klarifikasi dari Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi. Namun hingga berita ini diterbitkan, jawaban resmi yang dijanjikan belum juga disampaikan kepada awak media.

Salah satu Kepala Bidang (Kabid) Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Gilar, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat mengaku tengah menyiapkan jawaban atas berbagai pertanyaan yang diajukan.

“Ditunggu ya kang, baru saya sampaikan ke Pak Kadis tadi setelah briefing, kami lagi buat jawabannya sekarang,” ujar Gilar.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah awak media meminta penjelasan terkait realisasi anggaran, program yang telah dilaksanakan, penerima manfaat bantuan pertanian, serta langkah konkret pemerintah dalam mengatasi persoalan yang selama ini dikeluhkan petani.

Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa hingga saat ini hak jawab yang dijanjikan belum juga diterima. Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat mengenai transparansi pengelolaan anggaran yang bersumber dari uang rakyat.

Sejumlah kalangan menilai, jika seluruh program telah berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran, maka tidak ada alasan untuk menunda penyampaian informasi kepada publik. Sebaliknya, keterlambatan memberikan klarifikasi justru berpotensi memunculkan spekulasi dan memperkuat berbagai asumsi yang berkembang.

Publik menunggu jawaban atas sejumlah pertanyaan mendasar. Berapa besar realisasi anggaran yang telah terserap? Program apa saja yang telah dilaksanakan? Siapa saja penerima manfaat bantuan alsintan, benih, maupun program pemberdayaan petani? Dan yang paling penting, sejauh mana dampak program tersebut terhadap kesejahteraan petani di Kabupaten Sukabumi?

Di tengah berbagai keluhan mengenai mahalnya pupuk dan lemahnya posisi tawar petani terhadap tengkulak, transparansi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar. Anggaran pertanian bukan sekadar angka dalam dokumen pemerintah, melainkan menyangkut nasib ribuan petani yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian.

Hingga berita ini ditayangkan, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi belum memberikan jawaban resmi atas pertanyaan yang diajukan. Redaksi tetap membuka ruang seluas-luasnya kepada Kepala Dinas Pertanian maupun pejabat terkait untuk menyampaikan hak jawab, klarifikasi, dan penjelasan resmi demi menjaga prinsip keberimbangan informasi serta memberikan kepastian kepada masyarakat.

(Alfi Yonimar)l

Diduga Gudang Penimbunan LPG 3 Kg, UD Nifo Gunungsitoli Selatan Jual Rp20 Ribu per Tabung

0
GUNGSITOLI — Warta.in  UD Nifo di Desa Luaha Laraga, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Kota Gunungsitoli, diduga kuat menjadi gudang penimbunan LPG 3 kg subsidi. Dugaan itu menguat setelah harga jual di pangkalan melambung hingga Rp20.000 per tabung dan dokumentasi warga memperlihatkan ratusan tabung LPG 3 kg tertumpuk di gudang sejak Senin 8/6/2026.
Berdasarkan Permen ESDM No.6/2023 dan Keputusan Kepala BPH Migas, pangkalan wajib menjual LPG 3 kg sesuai Harga Eceran Tertinggi HET Rp16.500 per tabung untuk wilayah Nias. Pangkalan dilarang menimbun, mengurangi isi, maupun menahan penyaluran. Pelanggaran penimbunan dapat dikenai sanksi administratif mulai teguran tertulis, penghentian sementara penyaluran, hingga pencabutan izin usaha pangkalan oleh Pertamina Patra Niaga.
Faozanolo Zebua, warga Kota Gunungsitoli, mengaku ditolak saat membeli gas di UD Nifo. “Penjual bilang habis. Padahal di dalam gudang tabungnya ratusan. Ini jelas penimbunan, masyarakat kecil sengaja tidak dikasih,” ujarnya.
Penimbunan LPG 3 kg subsidi diduga melanggar Pasal 53 UU No.22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana diubah UU No.6/2023. Selain itu, pengalihan distribusi LPG bersubsidi yang peruntukannya untuk rumah tangga miskin, usaha mikro, petani, dan nelayan sasaran sesuai Perpres No.71/2015 jo Perpres No.38/2019, juga diduga melanggar Pasal 55 UU Migas dengan ancaman pidana 6 tahun penjara dan denda Rp60 miliar.
Minimnya pengawasan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Gunungsitoli bersama Pertamina Patra Niaga diduga memberi celah UD Nifo menimbun gas subsidi lalu menjualnya di atas HET. Akibatnya masyarakat Gunungsitoli mengalami krisis LPG 3 kg dan terpaksa membeli dengan harga mahal.
Warga meminta Pemko Gunungsitoli, Disperindag, Polres Nias, dan Pertamina Patra Niaga segera melakukan sidak dan audit stok di UD Nifo. “Jika terbukti menjadi gudang penimbunan dan diduga menyelundupkan gas subsidi, cabut izinnya sekarang. Jangan tunggu masyarakat makin sengsara,” tegas Faozanolo Zebua.
Hingga berita ini ditayangkan, pemilik UD Nifo atas nama Yarmend belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan gudang penimbunan, harga di atas HET, dan dugaan penyelundupan LPG 3 kg subsidi.

Guna Antisipasi Kemacetan Polsek Ngimbang Secara Rutin Gelar Commanderwish Di Pagi

0

Guna Antisipasi Kemacetan Polsek Ngimbang Secara Rutin Gelar Commanderwish Di Pagi

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berkativitas pagi hari di jalan raya sekaligus mengurai kemacetan dan antisipasi kecelakaan yang sering terjadi tempat keramaian seperti di Jalan Raya simpang tiga Pasar Ngimbang Kecamatan Ngimbang, Senin Pagi (08/06/2026) pada pukul 06.30 WIB

Kegiatan masyarakat yang beraktifitas pada pagi hari semakin meningkat seiring dengan kegiatan masyarakat yang berangkatnya bekerja dan pergi belanja menuju ke pasar atau kawasan pertokoan, pasar maupun kesekolah.

Terlihat kesibukan Anggota Petugas Polsek Ngimbang Aiptu Djudi dan Brigaka Bayu untuk melaksanakan pengaturan lalu lintas cegah lakalantas dipagi hari di daerah rawan kemacetan

Untuk melayani masyarakat dalam melaksanakan aktivitas dijalan raya, Kegiatan pengaturan lalu lintas ini untuk menjaga dan memmelihara Kamseltibcar (keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran) arus lalu lintas, dimana pagi hari banyak para pedagang dan pengendara angkutan umum serta masyarakat melakukan aktivitas dipagi hari, sehingga menimbulkan potensi kemacetan, kecelakaan dan antisipasi tindak kriminalitas, sehingga perlu kehadiran petugas kepolisian untuk melakukan pengaturan lalu lintas.

Pada kesempatan terpisah, Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, mengatakan, “Kegiatan pengaturan lalu lintas di pagi hari ini merupakan bentuk pelayanan polsek Ngimbang secara rutin dipagi hari yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama para pengendara dan angkutan umum serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam tertib mematuhi aturan berkendara maupun rambu-rambu lalu lintas,helm dan surat – surat kendaraan dengan tetap mengedepankan protokoler kesehatan”, ungkapnya

Kami berharap dengan melaksanakan pengarturan Commonderwish di pagi hari secara rutin wilayah Ngimbang tetap aman dan kondusif, pungkasnya (roy)

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Harkamtibmas Di Obvit Guna Cegah Kriminalitas Dan Premanisme

0

Polsek Ngimbang Gelar Patroli Harkamtibmas Di Obvit Guna Cegah Kriminalitas Dan Premanisme

LAMONGAN//Warta.in –Anggota jaga Polsek Ngimbang hari ini telah melaksanakan kegiatan Patroli Harkamtibmas di Objek Vital (Obvit) guna cegah kriminalitas dan tangkal 4 C di wilayah Hukum Polsek Ngimbang, Minggu siang (07/06/2026)pukul 10.00 Wib sampai selesai

Dalam Patroli Obyektif vital ini di dilaksanakan oleh Anggota jaga Polsek Ngimbang Aiptu Djudi dan Brigadir Deny dengan sasaran Jalan raya Ngimbang – Jombang, SPBU Ngimban dan Masyarakat Ngimbang yang ada di Kecamatan Ngimbang.

Kapolsek Ngimbang Iptu I Wayan Sumantra, S.H, patroli di Obyek Vital ini di laksanakan guna cegah dan antisipasi kejahatan dan premanisme untuk menjaga harkamtibmas guna cegah kriminalitas dan tangkal 4C di wilayah Kecamatan Ngimbang dan menyampaikan pesan – pesan Keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kepada pengamanan Swakarsa atau security di Wilayah Ngimbang selalu waspada dengan situasi yg berkembang di sekitarnya,ungkapnya

Kapolsek Ngimbang berkometmen dengan Secara rutin patro Obyek Vital di Wilayah Ngimbang sehingga tetap aman dan kondusif,pungkasnya(roy)