Warta.in, Purwakarta – Semangat persaudaraan, solidaritas, dan kepedulian sosial mewarnai kegiatan kumpul bersama komunitas pecinta Vespa atau scooterist yang digelar di Lapangan Sepak Bola Desa Cilegong, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (7/11/2026).
Memasuki penyelenggaraan ke-20, kegiatan tersebut menjadi momentum istimewa bagi para pecinta Vespa untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat solidaritas antarsesama pengguna skuter klasik. Peserta yang hadir berasal dari berbagai daerah, mulai dari komunitas lokal Purwakarta, luar daerah, hingga sejumlah wilayah di luar provinsi.
Tidak sekadar menjadi ajang berkumpul dan menyalurkan kecintaan terhadap Vespa, kegiatan ini juga diisi dengan aksi sosial berupa pemberian santunan kepada 30 penerima manfaat yang berasal dari Desa Kembang Kuning dan Desa Cilegong.
Ketua Panitia, Dado, mengatakan bahwa kegiatan yang secara konsisten diselenggarakan hingga memasuki edisi ke-20 ini bukan hanya menjadi ruang pertemuan bagi para pecinta Vespa, melainkan juga bagian dari upaya menjaga eksistensi dan melestarikan budaya bervespa agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, keberlangsungan komunitas Vespa membutuhkan keterlibatan generasi muda agar nilai-nilai persaudaraan, kebersamaan, dan solidaritas yang selama ini menjadi ciri khas scooterist dapat terus diwariskan.
“Ke depannya, kami berharap kegiatan ini bisa melahirkan regenerasi muda yang mampu mempertahankan budaya bervespa serta membawa nama JASTY semakin besar dan dikenal luas,” ujar Dado.
Selain mengedepankan silaturahmi dan kegiatan sosial, gelaran tersebut juga memberikan ruang bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.
Sejumlah pelaku usaha turut meramaikan kegiatan dengan menawarkan berbagai produk, mulai dari pakaian dewasa dan anak-anak, makanan ringan, aneka minuman, hingga beragam produk lainnya.
Keterlibatan UMKM ini menjadi peluang bagi masyarakat untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk lokal kepada para pengunjung yang datang dari berbagai daerah.
Dengan demikian, kegiatan komunitas tidak hanya memberikan dampak bagi para peserta, tetapi juga membuka kesempatan ekonomi bagi warga sekitar.
Gelaran Vespa ke-20 di Desa Cilegong ini sekaligus menunjukkan bahwa komunitas otomotif dapat mengambil peran lebih luas di tengah masyarakat. Kecintaan terhadap kendaraan klasik dapat menjadi sarana membangun solidaritas, menumbuhkan kepedulian sosial, mendukung UMKM, serta menjaga keberlangsungan budaya komunitas.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan tradisi silaturahmi antarscooterist terus terpelihara, semangat berbagi semakin tumbuh, dan regenerasi pecinta Vespa dapat berjalan sehingga budaya bervespa tetap eksis serta semakin dikenal oleh generasi mendatang. (DS)






























