Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Sambut Hari Sumpah Pemuda ke-98, FPK dan FKUB Purwakarta Gelar Ngosrek Harmoni Bersama

Warta.in, Purwakarta – Semangat persatuan dalam keberagaman diwujudkan melalui kegiatan Ngosrek Harmoni Bersama yang digagas Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Purwakarta, berkolaborasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Purwakarta.

Kegiatan yang digelar dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-98 tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 27 Oktober 2026, pukul 07.00 hingga 11.00 WIB, dengan mengambil lokasi di kawasan Situ Buleud, Purwakarta Istimewa.

Mengusung tema “Bersih Lingkungannya, Erat Persaudaraannya”, kegiatan ini menjadi ajakan nyata kepada masyarakat untuk membangun kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman suku, agama, dan latar belakang sosial.

Semangat tersebut selaras dengan slogan kegiatan, yakni “Patriotik, Gigih, Berempati, Pemuda untuk Indonesia”, yang menekankan pentingnya peran generasi muda dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan serta merawat kebinekaan.

Libatkan Lintas Etnis, Agama, dan Elemen Masyarakat

Ngosrek Harmoni Bersama dirancang sebagai kegiatan kolaboratif yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari perwakilan lintas etnis dan agama, organisasi kemasyarakatan, instansi pemerintah, aparat keamanan, hingga mahasiswa.

Untuk memastikan kegiatan berjalan efektif, panitia membagi peserta ke dalam sembilan tim yang ditempatkan di delapan pintu masuk kawasan Situ Buleud.

Setiap tim memiliki koordinator dan unsur peserta yang berbeda sesuai dengan pembagian tugas yang telah ditetapkan.

Adapun pembagian tim kegiatan tersebut meliputi:

Tim 1 – Pintu Masuk 1
Dikoordinasikan oleh Endin, Ketua FPK Kabupaten Purwakarta. Tim ini melibatkan Kejaksaan Negeri (Kejari), PAKEM, Kementerian Agama, Polres, FKUB, serta perwakilan etnis Nias dan Papua.

Tim 2 – Pintu Masuk 2
Dikoordinasikan oleh Rudi, Wakil Sekretaris FPK. Peserta terdiri atas perwakilan etnis Bugis dan Sumatera, Gusdurian, Permata, JAI, serta STAI Al-Muhajirin.

Tim 3 – Pintu Masuk 3
Dikoordinasikan oleh Heri Kh Alfd, dengan melibatkan perwakilan etnis Jawa, aliran kepercayaan, Dinas Pariwisata, dan BINDA.

Tim 4 – Pintu Masuk 4
Dikoordinasikan oleh Agustiar. Peserta meliputi perwakilan etnis Maluku, Dayak, Yogyakarta, Disparbud, serta RT 004 Nagri Kidul.

Tim 5 – Pintu Masuk 5
Dikoordinasikan oleh Frankie Korompis. Tim ini melibatkan perwakilan etnis Madura dan Sampit, WCD, BPBD, PPP-AD, serta PUTRAKO.

Tim 6 – Pintu Masuk 6
Dikoordinasikan oleh Heri Bawor, dengan peserta dari perwakilan etnis Minangkabau, Bugis, dan Melayu, serta unsur Kodim 0619 dan Babinsa.

Tim 7 – Pintu Masuk 7
Dikoordinasikan oleh Martin dari Bakesbangpol. Tim ini melibatkan perwakilan etnis Sumsel, Padang, dan Aceh, serta Bakesbangpol, AGPAI, dan BEM Muttaqien.

Tim 8 – Pintu Masuk 8
Dikoordinasikan oleh Pandi dari Seksi HAAK. Peserta terdiri atas perwakilan etnis Bugis, Makassar, Toraja, Minahasa, Mandar, dan Gorontalo, serta GKPS.

Tim 9 – Tim Pendukung
Tim pendukung dikoordinasikan melalui keterlibatan Neola Kaeliaser, Heri Kh Alfd, Asep Hadad, dan Endang DJ, bersama unsur DLH, DISPEKIM, WCD, serta FKUB. Tim ini bertugas mendukung kebutuhan logistik, konsumsi, dan dokumentasi kegiatan.

Pembagian tim tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi sekaligus memastikan aksi bersih-bersih berlangsung secara terarah di seluruh area yang telah ditentukan.

Diawali Apel dan Doa Lintas Agama

Rangkaian kegiatan akan diawali dengan apel bersama dan doa lintas agama yang melibatkan perwakilan umat Islam, Hindu, Buddha, Kristen, Konghucu, dan Katolik.

Setelah itu, seluruh peserta akan bergerak melaksanakan aksi bersih-bersih atau ngosrek di kawasan Situ Buleud. Kegiatan dijadwalkan berakhir dengan penutupan pada pukul 11.00 WIB.

Keterlibatan berbagai unsur agama dalam doa bersama menjadi salah satu pesan penting kegiatan ini, yakni bahwa perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk membangun kebersamaan dan bekerja demi kepentingan masyarakat.

Situ Buleud sebagai salah satu kawasan yang menjadi ikon Purwakarta diharapkan semakin terjaga kebersihan dan kenyamanannya melalui partisipasi bersama.

Bukan Sekadar Bersih-Bersih, tetapi Merawat Persaudaraan

Panitia menegaskan bahwa Ngosrek Harmoni Bersama tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarkelompok masyarakat.

“Ngosrek Harmoni Bersama bukan sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi wujud nyata persatuan, toleransi, kepedulian, dan persaudaraan dalam keberagaman,” demikian pesan yang disampaikan panitia.

Melalui kegiatan ini, FPK dan FKUB bersama Bakesbangpol Kabupaten Purwakarta ingin menegaskan bahwa semangat kebangsaan tidak cukup hanya diwujudkan melalui slogan atau seremoni.

Semangat tersebut perlu diterjemahkan ke dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Momentum menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-98 pun diharapkan menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa terletak pada kemampuan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan bergotong royong.

Mari bergerak bersama, bekerja bersama, dan menjaga Purwakarta agar tetap bersih, rukun, serta harmonis. Sebab, lingkungan yang terawat dan persaudaraan yang kuat merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai dalam keberagaman. (ds)

Berita Terkait