- Samosir, warta.in – Kepedulian sosial adalah kesadaran moral dan tindakan nyata yang berakar dari pemahaman bahwa manusia adalah makhluk sosial (“homo socius”) yang saling bergantung dan tidak dapat hidup sendiri. Landasan ini mendorong individu atau kelompok untuk ikut bertanggung jawab atas kesulitan yang dihadapi orang lain dan memberikan bantuan demi menciptakan keseimbangan serta keharmonisan di dalam masyarakat.
Secara kultural dan spiritual di Indonesia, nilai ini sangat lekat dengan kearifan lokal seperti gotong royong, serta nilai-nilai keagamaan yang mengajarkan keseimbangan antara hubungan vertikal (dengan Tuhan) dan horizontal (dengan sesama manusia). Kepedulian sosial bukan sekadar tindakan amal sesaat, melainkan manifestasi dari kesadaran bahwa kemanusiaan kita terikat satu sama lain.
Alam semesta penuh dengan aneka ragam sumberdaya, ada yang biotik dan ada juga abiotik. Salah satu penghuninya adalah umat manusia, dengan berbagai kelebihan dan kelemahannya, wajar diberi julukan makhluk tertinggi diantara makhluk lainnya.
Umat manusia menjadi pengendali utama dalam setiap proses keberadaan bumi tercinta ini. Dengan akal sehat, hati nurani, moral, tatanan, dan emosi jiwa memungkinkan berbuat apa saja demi kelangsungan hidup yang lebih baik. Penyelewengan akan berbagai kelebihan yang dimiliki umat manusia tidak jarang menimbulkan masalah besar, baik bagi dirinya sendiri maupun lingkungannya.
Tatanan atau norma-norma lahir secara alamiah dan berkembang menjadi perekat komunikasi dan relasi sosial. Sesuai perubahan waktu, disana sini terjadi perubahan yang sifatnya lebih menguntungkan keberadaan umat manusia itu sendiri. Hubungan simbiose mutualustis antar manusia menciptakan harmonisasi dan dinamika yang produktif.
Pada awal terbentuknya peradaban manusia, pola dan cara hidup masih sangat sederhana, dimana tersedianya pangan walapun dengan cara-cara sederhana. Norma-norma dan relasi sosial tumbuh sesuai dengan hubungannya dengan alam. Perilaku irrasional sering hadir dalam menjalani hidup sehari-hari. Sanksi sosial lahir atas dasar pelanggaran terhadap kebiasaan yang berjalan normal.
Peradaban umat manusia berubah seiring dengan perkembangan kebutuhan diantara berbagai keinginan yang beraneka ragam. Tidak dapat dipungkiri, otak manusia makin besar, merupakan modal utama yang melahirkan perubahan mendasar dalam setiap proses kehidupan. Ada penemuan, inovasi, kreativitas, motivasi menjadi kekuatan untuk meningkatkan status dan kehidupan itu sendiri (red]
Bersambung

Wartawan Investigasi
Pencari Bukti Yang Tersembunyi
Kadiman Pakpahan Mr Dreamer – KEPEDULIAN SOSIAL : FAKTA atau MITOS

