Warta.in//PALI – Bertepatan dengan momentum Hari Kebebasan Pers Sedunia yang diperingati setiap 3 Mei, Ketua DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Syamsudin, memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Daerah (Pemda) PALI di bawah kepemimpinan Bupati Asgianto dan Wakil Bupati Iwan Tuaji yang dinilai terbuka dan kooperatif terhadap insan pers, Senin (4/5/2026).
Syamsudin menyampaikan bahwa sejak awal kepemimpinan, pasangan kepala daerah tersebut telah menghadapi berbagai pemberitaan, termasuk berita miring terkait kebijakan yang mereka buat maupun yang tidak mereka lakukan namun tetap ditujukan kepada mereka.
“Sejak awal menjabat, mereka sudah disuguhi berbagai berita, bahkan ada yang bukan kebijakan mereka tapi tetap diarahkan kepada mereka,” ujar Syamsudin.
Meski demikian, ia menilai Pemda PALI tetap menunjukkan sikap terbuka dan tidak melakukan diskriminasi terhadap media. Hingga saat ini, tidak ada laporan terkait perlakuan tidak adil terhadap wartawan atau perusahaan pers di wilayah tersebut.
“Namun sampai saat ini, tidak ada media yang dilaporkan didiskriminasi. Ini menunjukkan sikap yang patut diapresiasi,” tegas mahasiswa ilmu hukum ini.
Lebih lanjut, Syamsudin juga menilai hubungan baik tersebut tidak hanya terjadi pada jajaran eksekutif, tetapi juga melibatkan lembaga lain seperti legislatif dan yudikatif yang dinilai cukup kooperatif dalam memberikan informasi kepada wartawan.
“Bukan hanya eksekutif, lembaga legislatif dan yudikatif juga selama ini kami nilai cukup terbuka dan kooperatif,” ungkapnya.
Selain itu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemda PALI juga disebut responsif dalam memberikan klarifikasi atau konfirmasi terhadap pemberitaan yang berkembang.
“OPD-OPD juga cukup kooperatif dalam menjawab konfirmasi wartawan. Ini menjadi nilai plus bagi Bumi Serepat Serasan,” tambahnya.
Dalam momentum Hari Kebebasan Pers Sedunia ini, Syamsudin juga mengajak seluruh insan pers yang bertugas di Kabupaten PALI untuk terus menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Kami mengajak seluruh insan pers di PALI untuk lebih profesional dalam berkarya dan terus menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas,” katanya.
Ia menegaskan bahwa sinergi yang baik antara pemerintah dan pers harus dijaga demi mendukung keterbukaan informasi dan pembangunan daerah yang lebih baik.
“Pers harus tetap kritis, namun juga bertanggung jawab. Mari kita terus berkarya untuk kepentingan publik,” tutup Syamsudin.





























