32.6 C
Jakarta
Senin, Mei 11, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Kades Ciasem Baru Hindari Wartawan, 1.500 Ayam Program Ketahanan Pangan 2025 Diduga Hilang

Kades Ciasem Baru Hindari Wartawan, 1.500 Ayam Program Ketahanan Pangan 2025 Diduga Hilang

CIASEM | Warta In Jabar – Polemik kandang ayam BUMDes di Dusun Keboncau, Desa Ciasem Baru, Kecamatan Ciasem, semakin memanas. Setelah warga menuntut pembongkaran kandang ayam karena bau menyengat dan serbuan lalat, kini muncul dugaan hilangnya sekitar 1.500 ekor ayam dari Program Ketahanan Pangan Tahun 2025 yang menggunakan anggaran sebesar Rp276.829.800.

Dugaan itu mencuat setelah diketahui jumlah ayam yang berada di kandang Dusun Keboncau jauh berkurang dari jumlah awal sebelum dipindahkan dari Dusun Babakan.

Dalam audiensi, disebutkan bahwa ayam yang tersisa di kandang Keboncau saat ini diperkirakan hanya sekitar 500 ekor. Padahal sebelumnya terdapat sekitar 2.000 ekor ayam sebelum dipindahkan dari Dusun Babakan ke Dusun Keboncau.

Selisih sekitar 1.500 ekor ayam itulah yang kemudian menjadi perhatian wartawan usai audiensi selesai.

Namun saat awak media hendak meminta klarifikasi terkait keberadaan ayam tersebut, Kepala Desa Ciasem Baru, Indah Aprianti, justru memilih meninggalkan lokasi sebelum pertanyaan diajukan.

“Pusing,” ucapnya singkat sambil berjalan cepat meninggalkan aula desa.

Karena kepala desa menghindar, pertanyaan kemudian diarahkan kepada Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Toto Suyanto yang hadir dalam audiensi. Namun pihak kecamatan juga tidak mampu memberikan jawaban pasti terkait keberadaan ribuan ayam tersebut.

“Nanti saya tanyakan ke kepala desa,” ujar Sekmat singkat.

Jawaban tersebut memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Pasalnya, program ketahanan pangan tersebut menggunakan anggaran negara yang seharusnya dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada publik.

Sementara itu, warga Dusun Keboncau menegaskan bahwa tujuan utama kedatangan mereka dalam audiensi adalah meminta kandang ayam BUMDes dibongkar karena dampak lingkungan yang sudah sangat mengganggu.

“Baunya menyengat, lalat masuk rumah warga. Kami sudah tidak nyaman,” ujar salah satu warga.

Selain dugaan hilangnya 1.500 ayam, warga juga mempertanyakan legalitas kandang ayam BUMDes yang diduga belum memiliki izin lingkungan.

Kini masyarakat berencana membawa persoalan tersebut ke Inspektorat dan aparat penegak hukum guna meminta audit menyeluruh terhadap pengelolaan Program Ketahanan Pangan Desa Tahun 2025 dan BUMDes Desa Ciasem Baru.

Berita Terkait