KUNJUNGAN KELUARGA JEKSON SIHOMBING KE LAPAS NARKOTIKA NUSAKAMBANGAN: JADWAL RESMI TERSUSUN RAPI DIPIMPIN PENGURUS NASIONAL PPWI, BERLANDASKAN KEKUATAN HUKUM YANG MUTLAK
JAKARTA – Sebuah rencana kegiatan resmi yang disusun secara sistematis, mendetail, dan terstruktur kokoh telah ditetapkan oleh Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) di bawah pimpinan Ketua Umum, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, M.A, terkait pelaksanaan kunjungan keluarga kepada Bapak Jekson Sihombing, warga masyarakat yang saat ini sedang menjalani masa pembinaan dan pembinaan kepribadian di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Nusakambangan. Dokumen yang memuat rincian jadwal perjalanan serta seluruh rangkaian kegiatan ini telah disusun dan ditetapkan secara sah dan resmi pada tanggal 18 Mei 2026, berfungsi sebagai acuan utama, pedoman teknis, dan landasan operasional bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, guna menjamin segala sesuatunya berjalan lancar, tertib, aman, damai, dan sepenuhnya selaras dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sebagai organisasi kemasyarakatan yang bergerak aktif di bidang pemberitaan, penyebarluasan informasi, serta pemberdayaan warga masyarakat, Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) berdiri tegak, kokoh, dan sah di mata hukum dengan dilandasi oleh dokumen-dokumen legalitas yang lengkap, jelas, dan telah dikukuhkan keberadaannya secara negara. Dasar hukum berdirinya organisasi ini tertuang dalam Akte Notaris Nomor 17 tertanggal 19 November 2007, yang kemudian telah mengalami penyempurnaan, penyesuaian, dan perubahan administratif sebagaimana tercatat secara resmi dalam Akte Notaris Perubahan Nomor 03 tertanggal 29 Juni 2018. Lebih dari itu, keabsahan, kedudukan, dan keberadaan organisasi ini juga telah dikukuhkan sepenuhnya melalui Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0008240.AH.01.07.Tahun 2018, sehingga setiap langkah kebijakan, program kerja, maupun kegiatan yang dilaksanakan senantiasa berpijak dan berlandaskan sepenuhnya pada koridor hukum yang berlaku, serta dapat dipertanggungjawabkan kebenaran, keabsahan, dan kelayakannya di hadapan publik maupun lembaga negara.
Kantor Sekretariat Nasional PPWI beralamat tetap di Jalan Anggrek Cendrawasih Nomor K-29, Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, dengan kode pos 11480. Guna memudahkan hubungan, komunikasi, serta koordinasi yang efektif dengan berbagai elemen masyarakat maupun instansi terkait, organisasi ini dapat dihubungi melalui saluran telepon tetap di nomor 021-53668243, maupun melalui sambungan telepon seluler dan aplikasi pesan singkat WhatsApp pada nomor 081371549165. Selain itu, jalur komunikasi elektronik juga tersedia dan berfungsi aktif melalui alamat surat elektronik resmi di pengurus.ppwi@pewarta-indonesia.com, serta informasi selengkapnya dapat diakses kapan saja melalui laman resmi organisasi di alamat www.pewarta-indonesia.com. Seluruh sarana komunikasi ini berfungsi sebagai jembatan keterbukaan informasi, wujud transparansi organisasi, serta bentuk pelayanan nyata PPWI kepada masyarakat luas maupun mitra kerja di berbagai wilayah nusantara.
Menyikapi rencana kegiatan strategis ini, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, M.A selaku pimpinan tertinggi organisasi menyampaikan pernyataan tegas dan lugasnya, “Kunjungan keluarga ini merupakan bentuk kepedulian nyata, penerapan nilai-nilai kemanusiaan, serta pelaksanaan hak konstitusional setiap warga negara yang sedang menjalani pembinaan. Sebagai organisasi yang lahir dari, oleh, dan untuk masyarakat, PPWI merasa berkewajiban memastikan bahwa hak-hak dasar warga negara tetap terjaga, terpenuhi, dan terlindungi sepenuhnya sesuai dengan hukum yang berlaku. Seluruh rangkaian kegiatan ini kami susun dengan sangat hati-hati, terukur, dan penuh tanggung jawab, guna menjamin tidak ada satu pun langkah yang menyimpang dari aturan, norma, maupun etika yang berlaku. Kami juga ingin membangun komunikasi yang konstruktif dengan pihak lembaga pemasyarakatan demi terciptanya suasana yang kondusif, aman, dan mendukung proses pembinaan kepribadian warga binaan agar kelak dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, berguna, dan bertanggung jawab. Keterlibatan pengurus dari pusat hingga daerah adalah bukti nyata kesatuan barisan kami dalam menjaga amanah dan kepercayaan publik.”
Adapun rombongan yang akan melaksanakan perjalanan suci dan kegiatan mulia ini telah ditetapkan susunannya secara resmi, yang terdiri dari para pengurus organisasi serta anggota keluarga inti dari Jekson Sihombing yang juga merupakan bagian dari keluarga besar Persatuan Pewarta Warga Indonesia. Komposisi peserta kunjungan ini disusun sedemikian rupa agar mewakili kepemimpinan organisasi sekaligus memenuhi hak kunjungan keluarga secara sah dan lengkap, dengan rincian sebagai berikut:
1. Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, M.A – Selaku Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional PPWI dan Pemimpin Rombongan;
2. Julian Caisar – Selaku Wakil Sekretaris Jenderal PPWI;
3. Ujang Kosasih – Selaku Pengurus Harian PPWI;
4. Relly Pasaribu – Selaku Ibu Kandung dari Jekson Sihombing sekaligus Anggota PPWI Perwakilan Pekanbaru;
5. Tiur Simamora – Selaku Nenek Kandung dari Jekson Sihombing sekaligus Anggota PPWI Perwakilan Jakarta;
6. Arnadeyanti Sihombing – Selaku Adik Kandung dari Jekson Sihombing sekaligus Anggota PPWI Perwakilan Jakarta.
Keberagaman unsur peserta yang hadir, mulai dari pucuk pimpinan organisasi hingga keluarga terdekat yang memiliki ikatan darah dan emosional yang kuat, menjadi bukti nyata bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat administratif semata, namun sarat akan nilai-nilai persaudaraan, kasih sayang, dan tanggung jawab sosial yang tinggi. Kehadiran keluarga inti juga menjadi hal yang sangat penting dan mendasar, mengingat kunjungan ini merupakan hak konstitusional warga binaan yang harus dipenuhi demi menjaga keutuhan hubungan kekeluargaan sebagai salah satu faktor pendukung keberhasilan proses pembinaan kepribadian di dalam lembaga pemasyarakatan.
Adapun rencana perjalanan dan seluruh rangkaian kegiatan yang telah disusun secara rinci dan presisi dalam dokumen tersebut dijadwalkan akan dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, terhitung mulai dari hari Selasa, tanggal 19 Mei 2026 hingga hari Kamis, tanggal 21 Mei 2026, dengan urutan waktu dan aktivitas yang telah disusun sedemikian rupa agar efisien, efektif, dan tepat sasaran sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Berikut adalah rincian lengkap tahapan demi tahapan rencana kegiatan tersebut yang tersusun rapi:
Pada hari Selasa, 19 Mei 2026, seluruh rombongan yang tergabung dalam pelaksana kegiatan, yang terdiri dari jajaran pengurus dan tim pelaksana teknis beserta keluarga, dijadwalkan akan memulai langkah awal keberangkatan dari ibu kota Jakarta tepat pada pukul 20.55 Waktu Indonesia Barat. Titik tolak keberangkatan ditetapkan berlangsung dari Stasiun Kereta Api Gambir, salah satu pusat transportasi utama di Jakarta, dengan menggunakan layanan angkutan kereta api antarkota yang berkelas dan terpercaya, yakni layanan PURWOJAYA bernomor perjalanan 54, yang akan membawa rombongan menempuh perjalanan menuju wilayah Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, yang dikenal sebagai gerbang utama akses menuju kawasan Nusakambangan.
Perjalanan panjang tersebut kemudian berlanjut menembus malam hingga memasuki hari Rabu, 20 Mei 2026, di mana rombongan diperkirakan akan tiba dan mendarat dengan selamat di Stasiun Kereta Api Cilacap tepat pada pukul 02.35 WIB dini hari. Tidak menunggu waktu berlalu secara sia-sia, tepat pukul 03.00 WIB, perjalanan kembali dilanjutkan menuju kawasan Pelabuhan Wijayapura yang merupakan akses transportasi laut utama dan satu-satunya penghubung menuju pulau Nusakambangan, dengan memanfaatkan layanan kendaraan sewaan berbasis daring atau GrabCar demi kenyamanan, keamanan, dan kepraktisan perjalanan di jam-jam dini hari tersebut. Rombongan dipastikan telah sampai di kawasan pelabuhan tersebut pada pukul 03.30 WIB, untuk kemudian melakukan persiapan administrasi serta menunggu jadwal keberangkatan angkutan laut resmi menuju pulau yang dikenal sebagai pulau terluar dan terjaga ketat tersebut.
Pukul 07.00 WIB pagi, saat cahaya matahari mulai menerangi cakrawala, rombongan kembali bergerak meninggalkan daratan Cilacap menuju lokasi tujuan utama, yaitu kompleks Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Nusakambangan. Perjalanan penyeberangan laut sekaligus perjalanan darat di dalam kawasan pulau tersebut dilaksanakan dengan memanfaatkan sarana transportasi berupa kapal penyeberangan dan kendaraan bus yang telah disediakan secara resmi, aman, dan terjamin oleh pihak Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, menjamin sepenuhnya keamanan, kelancaran, dan legalitas akses menuju lokasi lembaga pemasyarakatan. Sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 08.00 WIB, rombongan dijadwalkan telah tiba dan memasuki gerbang utama kompleks Lapas Narkotika Nusakambangan. Sesampainya di lokasi, agenda utama kegiatan segera dilaksanakan dengan penuh tertib dan hormat, yang meliputi sesi silaturahmi, pertemuan resmi, dan audiensi secara langsung dengan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Nusakambangan beserta jajaran pimpinan dan petugas yang bertugas, dilanjutkan dengan pelaksanaan hak kunjungan keluarga kepada Bapak Jekson Sihombing, yang seluruhnya berjalan sesuai dengan aturan, tata tertib, serta norma keamanan yang berlaku ketat di dalam lingkungan lembaga pemasyarakatan tersebut.
Menjelang pertengahan hari, tepatnya pukul 10.00 WIB, seluruh rangkaian agenda kunjungan, pertemuan, dan dialog di pulau Nusakambangan dinyatakan selesai sepenuhnya, dan rombongan pun bersiap untuk kembali menyeberang ke wilayah daratan Cilacap dengan kembali menggunakan fasilitas bus dan kapal penyeberangan yang telah disediakan oleh pihak Kemenkumham dan Ditjenpas. Perjalanan pulang ini diperkirakan sampai kembali ke kawasan Pelabuhan Wijayapura dan wilayah Cilacap pada pukul 11.00 WIB siang. Di sela waktu luang sebelum kembali menempuh perjalanan jauh menuju Jakarta, rombongan pimpinan Dewan Pengurus Nasional PPWI akan meluangkan waktu khusus dan berharga untuk melaksanakan pertemuan koordinasi, tukar pikiran, konsolidasi organisasi, dan silaturahmi yang akrab dengan para pengurus serta anggota PPWI perwakilan wilayah Cilacap, guna mempererat ikatan persaudaraan, kesatuan visi, dan kekokohan organisasi di tingkat daerah.
Memasuki penghujung hari Rabu, tepat pukul 20.05 WIB malam, rombongan secara resmi meninggalkan wilayah Cilacap untuk kembali menuju ibu kota Jakarta, dengan kembali menumpang layanan kereta api yang andal dari Stasiun Cilacap, kali ini menggunakan jadwal perjalanan PURWOJAYA bernomor 57 yang akan membawa mereka kembali ke titik awal keberangkatan dengan selamat.
Rangkaian perjalanan panjang, melelahkan namun penuh makna dan tujuan mulia ini akhirnya mencapai titik akhir pada hari Kamis, 21 Mei 2026, di mana rombongan diprediksi akan tiba kembali di Stasiun Kereta Api Gambir, Jakarta Pusat, tepat pada pukul 02.10 WIB dini hari. Mendaratnya rombongan kembali di Jakarta ini sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan perjalanan dan kunjungan yang telah direncanakan dengan sangat matang, cermat, dan penuh tanggung jawab tersebut.
Secara garis besar dan mendasar, konsep utama yang melandasi pelaksanaan kegiatan ini adalah tersusunnya sebuah jadwal perjalanan yang sangat terstruktur, rinci, presisi, dan terukur waktunya, yang mencakup perjalanan lintas wilayah baik melalui jalur darat maupun jalur laut dengan perencanaan yang sangat cermat dan matang. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini memadukan secara harmonis penggunaan sarana transportasi umum yang tersedia di masyarakat serta pemanfaatan fasilitas resmi yang telah disediakan oleh instansi pemerintah terkait, guna menjamin keteraturan, keamanan, dan kelancaran selama perjalanan berlangsung dari awal hingga akhir.
Tujuan mulia dan luhur dari kegiatan ini tidak lain adalah untuk melaksanakan hak serta kewajiban kemanusiaan dalam bentuk kunjungan keluarga, sekaligus membangun jembatan komunikasi yang baik, harmonis, dan saling menghargai melalui audiensi serta dialog konstruktif bersama pimpinan lembaga pemasyarakatan demi terciptanya pemahaman yang saling menguntungkan dan sinergis. Lebih jauh lagi, keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi bukti nyata, konkret, dan tak terbantahkan adanya sinergi yang kuat serta keterlibatan penuh unsur organisasi Persatuan Pewarta Warga Indonesia, baik dari jajaran Pengurus Nasional yang berpusat di Jakarta maupun perwakilan di daerah, yang bahu-membahu bekerja sama dalam satu barisan demi kelancaran agenda yang telah ditetapkan.
Seluruh rangkaian kegiatan ini disusun, direncanakan, dan dipersiapkan dengan penuh kehati-hatian mendalam, kepatuhan mutlak terhadap hukum dan peraturan, serta rasa tanggung jawab yang setinggi-tingginya terhadap organisasi maupun masyarakat luas. Oleh karenanya, kegiatan ini diharapkan dapat berjalan dengan tertib, aman, damai, dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya, mendalam, serta berkesan bagi semua pihak yang terlibat, sekaligus menjadi contoh teladan pelaksanaan kegiatan organisasi yang baik, benar, beretika, beradab, dan sepenuhnya selaras dengan kaidah serta norma yang berlaku di negeri Indonesia tercinta ini.
(TIM Redaksi)































