SATU UNIT RUMAH SEMI PERMANEN DI PENARIK MUKOMUKO LUDES DIJAJAR API; DUGAAN KORSLETING LISTRIK JADI PENYEBAB UTAMA.
MUKOMUKO – Sebuah peristiwa duka dan musibah kebakaran kembali melanda wilayah Kabupaten Mukomuko, tepatnya di Desa Marga Mulya Sakti, Kecamatan Penarik. Pada Senin malam, tanggal 18 Mei 2026, sekitar pukul 20.00 Waktu Indonesia Barat, suasana tenang di lingkungan warga mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa saat kobaran api tampak berkobar hebat dan melahap habis satu unit bangunan rumah semi permanen. Rumah tersebut merupakan milik Ibu Kaseh (40 tahun), warga setempat yang sehari-hari berprofesi sebagai tenaga kesehatan atau perawat, yang kini harus menelan pil pahit karena tempat tinggal sekaligus tempat bernaung bagi keluarga tersebut ludes tak bersisa dimakan si jago merah.
Berdasarkan hasil pengamatan di lokasi kejadian serta keterangan yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber terpercaya di lapangan, indikasi awal maupun dugaan sementara yang dikemukakan oleh pihak berwenang mengarah pada adanya gangguan atau arus pendek listrik yang terjadi di dalam bangunan tersebut sebagai pemicu utama meletusnya kebakaran besar ini. Karena sebagian besar material penyusun bangunan berukuran sekitar 8 kali 10 meter ini masih berjenis bahan bangunan semi permanen yang cukup mudah terbakar, api yang muncul di titik awal tersebut kemudian menjalar dengan sangat cepat dan ganas ke seluruh bagian ruangan, sehingga dalam waktu yang relatif singkat, nyaris seluruh isi bangunan dan struktur fisik rumah telah diselimuti oleh kobaran api yang kian membesar, disertai kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi ke angkasa dan terlihat jelas dari jarak yang cukup jauh.
Peristiwa mengerikan ini pertama kali diketahui dan disadari oleh salah seorang warga setempat bernama Ma’ruf (24 tahun), yang kebetulan sedang melintas di sekitar lokasi kejadian pada saat itu. Dalam keterangannya kepada awak media, Ma’ruf menceritakan detik-detik mencekam saat ia pertama kali menyadari adanya gejala kebakaran yang tengah berlangsung, di mana suasana lingkungan saat itu terasa sepi dan hening, namun tercium bau yang sangat menyengat dan khas, layaknya bau benda-benda yang sedang terbakar. Merasa curiga dan ingin memastikan apa yang terjadi, ia pun segera menolehkan pandangannya ke arah rumah milik Ibu Kaseh, dan betapa terkejutnya ia saat menyaksikan kepulan asap berwarna hitam yang sudah sangat tebal dan pekat telah keluar menyembur dari celah-celah jendela maupun pintu rumah tersebut.
“Saat saya lewat di jalan dekat situ, suasana memang sepi sekali, tapi hidung saya langsung mencium bau yang sangat menyengat dan tidak biasa. Saya jadi penasaran dan segera menoleh ke arah rumah Ibu Kaseh, dan saat itulah saya melihat asap hitam yang sudah sangat tebal dan banyak sekali jumlahnya keluar dari dalam rumah. Saya langsung merasa panik dan berteriak sekeras-kerasnya memanggil warga lain yang ada di sekitar agar segera datang membantu dan memberikan pertolongan,” ungkap Ma’ruf dengan nada yang masih terdengar menyisakan rasa kaget dan kekhawatiran mengingat peristiwa yang baru saja ia saksikan tersebut.
Mendengar teriakan dan panggilan minta tolong yang disampaikan oleh Ma’ruf, warga sekitar pun berdatangan berbondong-bondong dengan niat tulus untuk turut serta membantu menanggulangi api yang kian membesar. Namun, mengingat besarnya kobaran api dan cepatnya laju penjalaran nyala, kekuatan warga saja dirasakan belum cukup untuk memadamkan kebakaran tersebut secara tuntas. Oleh karenanya, bantuan dari pihak pemadam kebakaran pun segera dikerahkan ke lokasi. Sebanyak 4 unit mobil pemadam kebakaran tiba di tempat kejadian dan langsung melakukan aksi penanganan darurat dengan menyemprotkan air ke segala arah guna mematikan kobaran api yang masih berkobar. Berkat kerja sama yang padu dan gotong royong yang tinggi antara warga setempat dengan para petugas pemadam kebakaran, api yang sempat mengamuk hebat itu akhirnya berhasil dikuasai dan dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 22.00 WIB, atau kira-kira dua jam setelah kebakaran pertama kali terjadi.
Satu hal yang patut disyukuri dan menjadi kabar baik di tengah musibah yang menimpa adalah bahwa dalam peristiwa kebakaran ini tidak ditemukan adanya korban jiwa maupun korban yang mengalami luka-luka, baik itu dari kalangan keluarga pemilik rumah maupun warga dan petugas yang turut melakukan pertolongan. Namun di balik rasa syukur tersebut, kenyataan pahit tetap harus diterima oleh keluarga korban, di mana sejumlah barang berharga, perlengkapan rumah tangga, dokumen-dokumen penting yang bernilai hukum, hingga uang tunai sebesar kurang lebih Rp15 juta rupiah yang tersimpan di dalam rumah tersebut turut menjadi abu dan tidak dapat diselamatkan sama sekali. Secara keseluruhan, jumlah kerugian materiil yang ditimbulkan akibat kebakaran besar ini diperkirakan mencapai angka yang sangat fantastis, yakni berkisar di angka Rp250 juta rupiah, yang mencakup kerugian atas bangunan rumah beserta seluruh isinya.
Kepala Desa Marga Mulya Sakti, Bapak Mulyono, saat dikonfirmasi awak media di lokasi kejadian, membenarkan seluruh rangkaian peristiwa yang telah terjadi tersebut. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan pengecekan awal serta keterangan-keterangan yang diperoleh dari pihak terkait maupun saksi mata, dugaan sementara penyebab utama meletusnya kebakaran tersebut memang mengarah pada adanya gangguan arus pendek atau korsleting pada instalasi listrik yang ada di rumah korban. Ia juga menegaskan kembali bahwa hingga saat ini, tidak ada satu pun nyawa yang melayang atau warga yang mengalami cedera akibat musibah ini. Sementara itu, petugas kepolisian beserta unsur terkait lainnya masih bertahan dan berada di lokasi untuk melakukan serangkaian tindakan penanganan akhir, pendataan secara rinci, hingga penyelidikan lebih lanjut guna memastikan kebenaran penyebab kebakaran tersebut.
“Dugaan sementara yang kami peroleh dan kami simpulkan memang mengarah pada masalah korsleting atau arus pendek listrik yang terjadi di dalam bangunan tersebut. Alhamdulillah, dari sisi korban jiwa maupun korban yang terluka dapat kami pastikan nihil atau tidak ada sama sekali. Saat ini petugas kami masih bersinergi dengan unsur terkait lainnya untuk tetap berada di lokasi, melakukan penanganan akhir, sekaligus mendata segala hal yang berkaitan dengan peristiwa ini secara rinci dan lengkap,” jelas Bapak Mulyono dengan tegas dan lugas.
Segera setelah nyala api dinyatakan benar-benar padam dan aman dari risiko berkobar kembali, suasana di lokasi kejadian perlahan berubah menjadi kegiatan pembersihan. Warga setempat bahu-membahu bergotong royong bersama para petugas yang bertugas untuk membersihkan sisa-sisa puing bangunan yang telah menjadi abu dan kerangka bangunan yang tinggal sepotong-sepotong, demi menciptakan ketertiban dan keamanan lingkungan kembali. Di sisi lain, Pemerintah Desa Marga Mulya Sakti juga telah bergerak cepat dan berencana untuk segera mengajukan permohonan bantuan sosial kepada instansi yang berwenang, dengan tujuan utama untuk meringankan beban berat yang sedang dipikul oleh keluarga korban akibat hilangnya tempat tinggal dan harta benda yang dimiliki selama ini.
Lebih lanjut, Bapak Mulyono selaku pemimpin wilayah tersebut juga menyampaikan imbauan yang ditujukan kepada seluruh warga masyarakat di lingkungannya, agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati dalam memanfaatkan serta memelihara instalasi listrik yang ada di masing-masing rumah tinggal. Hal ini mengingat bahwa instalasi listrik yang tidak terawat, tidak layak pakai, maupun pemakaian yang sembarangan sering kali menjadi sumber bahaya utama yang memicu terjadinya kebakaran besar yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain di sekitarnya.
“Kami selaku Pemerintah Desa Marga Mulya Sakti, atas nama seluruh aparatur pemerintahan dan warga desa, turut serta merasakan keprihatinan yang mendalam dan rasa sedih yang mendalam atas musibah besar yang telah menimpa saudara kita, Ibu Kaseh beserta keluarga. Kami juga sudah melakukan koordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait guna memastikan penanganan awal dapat berjalan lancar dan maksimal. Kami berharap dan senantiasa berdoa agar keluarga korban senantiasa diberikan ketabahan, kekuatan, dan ketenangan hati dalam menghadapi ujian berat ini, serta bantuan yang kami usulkan dapat segera diproses dan disalurkan demi meringankan beban mereka dalam masa pemulihan nanti,” ungkap Bapak Mulyono menutup keterangannya dengan penuh harap dan kepedulian.
Hingga berita ini diturunkan, suasana di lokasi kejadian masih tampak haru dan sedih, namun dibalut dengan semangat kebersamaan warga yang tetap saling menguatkan satu sama lain. Proses pendataan kerugian serta langkah-langkah tindak lanjut penanganan bagi korban terus dilakukan secara bertahap dan berjenjang demi memastikan hak-hak korban terpenuhi dengan baik dan benar.
(PPWI/Red)






























