Warta.in, Purwakarta — Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwakarta, Dr. Yudhi Kurniawan, S.H., M.H., menggelar pertemuan bersama sejumlah organisasi media dalam suasana santai melalui kegiatan ngopi sore, Senin (31/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Saung Villa Atas Sawah, Purwakarta tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun komunikasi dan sinergi antara Kejaksaan Negeri Purwakarta dengan insan pers yang selama ini memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Kajari Purwakarta, Yudhi Kurniawan, memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan harapannya agar hubungan antara institusi kejaksaan dengan media dapat terjalin semakin baik, terbuka, dan konstruktif.
Sebelum mendapat amanah bertugas di Kabupaten Purwakarta, Yudhi Kurniawan sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri di Kabupaten Cirebon.
Menurutnya, komunikasi yang baik dengan awak media merupakan bagian penting dalam membangun keterbukaan informasi sekaligus menciptakan hubungan yang harmonis antara aparat penegak hukum, media, dan masyarakat.
“Pertemuan sore ini merupakan bagian dari upaya kita untuk menjalin silaturahmi dan membangun komunikasi yang baik. Mudah-mudahan hubungan ini terus berjalan dan semakin erat,” ujar Kajari.
Ia juga mengajak seluruh komponen masyarakat, termasuk organisasi media dan insan pers, untuk bersama-sama membangun suasana yang guyub dan kondusif di Kabupaten Purwakarta.
Yudhi menegaskan, hubungan antara kejaksaan dan media diharapkan tidak dibangun dalam sekat-sekat yang kaku. Sebaliknya, komunikasi harus terus dibuka sehingga tercipta ruang kolaborasi yang sehat dalam rangka memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan daerah.
“Tidak ada sekat. Kita ingin bersama-sama membangun Purwakarta Istimewa. Tentunya dengan peran dan kapasitas masing-masing,” katanya.
Dorong Sinergi dan Kepedulian terhadap Keamanan
Sementara itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Purwakarta, Andi Irawan, menekankan pentingnya membangun sinergi dengan seluruh pihak, termasuk media.
“Sinergi diperlukan agar berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat dapat menjadi perhatian bersama dan mendapatkan penanganan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Andi.
Karena itu, ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat mengambil peran dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif.
Andi juga menegaskan pentingnya mewujudkan kinerja penegakan hukum yang akuntabel. Terlebih, perkembangan teknologi dan akses informasi saat ini semakin cepat dan terbuka.
Menurutnya, kondisi tersebut seyogianya menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan maupun menerima informasi.
Pidsus Fokus Pada Mitigasi Risiko
Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Purwakarta, Hendra Prayoga, yang baru sekitar enam bulan menjabat, menyampaikan bahwa salah satu langkah awal yang dilakukan dalam menjalankan tugasnya adalah memperkuat mitigasi risiko.
Langkah tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya mencegah terjadinya berbagai potensi permasalahan hukum sekaligus meningkatkan kualitas penanganan perkara.
Ia juga menyinggung adanya perkembangan regulasi hukum pidana, termasuk sejalan dengan berlakunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru.
Menurutnya, perubahan dan perkembangan regulasi tersebut membutuhkan kesiapan seluruh pihak, termasuk aparat penegak hukum, agar implementasinya dapat berjalan dengan baik dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.
Silaturahmi Pertama Tetapi Bukan Untuk Yang Terakhir
Kajari Purwakarta, Yudhi Kurniawan menegaskan, pertemuan tersebut merupakan langkah awal untuk membangun hubungan komunikasi yang lebih intensif antara Kejari Purwakarta dengan organisasi media dan awak media.
Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada pertemuan kali ini, tetapi dapat terus dilanjutkan melalui komunikasi yang sehat, terbuka, dan saling menghargai.
“Ini silaturahmi yang pertama, tetapi bukan yang terakhir. Mudah-mudahan komunikasi yang sudah terbangun ini dapat terus berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan media memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat karena media menjadi salah satu jembatan informasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.
Karena itu, hubungan yang baik antara kejaksaan dan media diharapkan mampu menciptakan ekosistem informasi yang sehat sekaligus mendukung terciptanya situasi Purwakarta yang aman, kondusif, dan semakin maju.
DPC PWRI Apresiasi Pertemuan
Sementara itu, Ketua DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Purwakarta, Didi Supriady, mengapresiasi kegiatan ngopi sore yang digelar Kajari Purwakarta bersama organisasi media dan awak media tersebut.
Menurut Didi, pertemuan informal seperti ini memiliki nilai penting karena tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara insan pers dengan jajaran Kejaksaan Negeri Purwakarta.
“DPC PWRI Purwakarta sangat mengapresiasi kegiatan ini. Pertemuan seperti ini penting untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka dan mempererat hubungan antara kejaksaan dengan insan pers,” ujarnya.
Ia menilai, sinergi antara aparat penegak hukum dan media harus terus diperkuat. Media, kata Didi, memiliki fungsi strategis dalam memberikan informasi kepada masyarakat, sementara kejaksaan memiliki tugas dan kewenangan dalam penegakan hukum.
Dengan komunikasi yang baik, kedua pihak dapat menjalankan peran masing-masing secara profesional tanpa mengurangi independensi media maupun kewenangan institusi penegak hukum.
“Kami berharap komunikasi yang sudah terbangun ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini. Mudah-mudahan ke depan semakin intensif, sehingga dapat bersama-sama memberikan informasi yang benar, berimbang, dan mencerdaskan masyarakat,” kata Didi.
Didi menambahkan, PWRI Purwakarta siap membangun komunikasi dan sinergi positif dengan seluruh pihak sepanjang tetap mengedepankan profesionalisme, independensi pers, serta kepentingan masyarakat.
“Pada prinsipnya, kami siap bersinergi dalam membangun Purwakarta. Tentunya dengan tetap menjalankan fungsi pers secara profesional dan bertanggung jawab,” pungkasnya.
Pertemuan tersebut pun diharapkan menjadi awal dari hubungan komunikasi yang semakin erat antara Kejaksaan Negeri Purwakarta, organisasi media, dan seluruh insan pers, sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan Purwakarta Istimewa yang aman, kondusif, transparan, dan berkeadilan. (ds)






























