Warta.in, Purwakarta – Selepas mengikuti apel rutin setiap hari Senin bersama jajaran Kecamatan Pasawahan, unsur Muspika, para kepala desa, serta kepala SPPG dan ahli gizi, Koordinator Kecamatan (Korcam) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Pasawahan langsung menggelar pengarahan khusus kepada seluruh kepala SPPG dan tenaga ahli gizi dari SPPG yang telah beroperasi, Senin (20/7).
Pengarahan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi sekaligus memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN), baik dari sisi kualitas pelayanan maupun ketepatan data penerima manfaat.
Korcam SPPG Kecamatan Pasawahan, Misbahul Ijaji, mengawali arahannya dengan menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat tujuh SPPG yang telah beroperasi di Kecamatan Pasawahan dan seluruhnya terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, sampai hari ini sudah ada tujuh SPPG yang beroperasi di Kecamatan Pasawahan. Setelah kegiatan upacara ini, agenda kami bersama para kepala SPPG dan ahli gizi adalah turun langsung ke sekolah-sekolah,” ujar Ijaji.
Ia menjelaskan, kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan memastikan makanan bergizi yang diterima peserta didik tetap memenuhi standar kualitas, tetapi juga untuk mengawal penerapan Aplikasi MPM (Manajemen Penerima Manfaat) yang mulai diberlakukan oleh Badan Gizi Nasional.
Menurutnya, aplikasi tersebut menjadi langkah penting dalam proses digitalisasi pengelolaan Program MBG.
“Selain memastikan kualitas gizi kepada para penerima manfaat, kami juga memastikan penggunaan aplikasi baru, yaitu Aplikasi MPM atau Manajemen Penerima Manfaat. Melalui aplikasi ini kami bersama PIC sekolah akan mendata kembali penerima manfaat yang sudah tetap pada tahun ajaran baru,” katanya.
“Tentunya dengan pergantian tahun ajaran akan ada perubahan jumlah siswa maupun data penerima manfaat, sehingga semuanya harus dipastikan akurat,” imbuh Ijaji.
Ijaji menerangkan bahwa dalam implementasinya, setiap sekolah memiliki PIC (Person in Charge) Penerima Manfaat, yakni petugas yang ditunjuk untuk menjadi penghubung antara sekolah dengan SPPG dalam pelaksanaan Program MBG.
PIC sekolah memiliki peran penting, mulai dari memastikan jumlah siswa penerima manfaat sesuai kondisi riil, melaporkan penerimaan makanan setiap hari, hingga melakukan penilaian terhadap kualitas makanan yang diterima melalui uji organoleptik.
Uji organoleptik sendiri merupakan metode penilaian mutu makanan menggunakan pancaindra, meliputi rasa, aroma, warna, tekstur, hingga penampilan makanan. Hasil penilaian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi SPPG agar kualitas makanan yang disajikan kepada peserta didik tetap terjaga dan memenuhi standar keamanan serta kelayakan konsumsi.
“Melalui aplikasi MPM inilah PIC sekolah nantinya mengisi laporan uji organoleptik. Kami datang langsung ke sekolah untuk memastikan seluruh data penerima manfaat sesuai dengan kondisi sebenarnya dan penggunaan aplikasi berjalan dengan baik,” kata Ijaji detail.
Ia menambahkan, sebelum adanya aplikasi MPM, proses pelaporan uji organoleptik masih dilakukan secara manual menggunakan formulir kertas.
Cara tersebut dinilai cukup membantu pada tahap awal, namun memiliki keterbatasan dalam hal kecepatan pelaporan, pengolahan data, serta pemantauan secara menyeluruh.
Dengan hadirnya aplikasi MPM, seluruh proses kini dilakukan secara digital sehingga laporan dari setiap sekolah dapat diterima lebih cepat, terdokumentasi dengan baik, mengurangi risiko kesalahan pencatatan, serta memudahkan monitoring dan evaluasi oleh Badan Gizi Nasional maupun pengelola SPPG di setiap tingkatan.
Digitalisasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan akuntabilitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, memastikan setiap penerima manfaat memperoleh layanan yang tepat sasaran, sekaligus menjadi dasar dalam penyempurnaan kualitas menu yang disajikan setiap hari.
Melalui sinergi antara Korcam SPPG, kepala SPPG, tenaga ahli gizi, dan PIC sekolah, pelaksanaan Program MBG di Kecamatan Pasawahan diharapkan semakin efektif, transparan, dan mampu memberikan manfaat optimal bagi para peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.(ds)































