Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

10 Dapur SPPG Operasional Di Bojong Layani 20 Ribu Lebih Penerima Manfaat

Warta.in, Purwakarta — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, terus diperkuat melalui koordinasi lintas sektor, pengawasan penerapan standar operasional prosedur (SOP), serta evaluasi rutin di seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPG Kecamatan Bojong, Wildan, mengatakan dirinya memiliki tanggung jawab membantu melakukan koordinasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan program di seluruh dapur SPPG yang berada di wilayah Kecamatan Bojong.

Saat ini, tercatat 10 dapur SPPG telah beroperasional dengan jumlah penerima manfaat mencapai sekitar 20.400 orang.

Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena pendataan ulang penerima manfaat terus dilakukan, khususnya menyusul adanya penerimaan siswa baru di sejumlah satuan pendidikan.

“Sebagai Korcam, kami membantu melakukan koordinasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan program di seluruh dapur SPPG yang ada di Kecamatan Bojong,” kata Wildan.

“Sesuai arahan Korwil, pengawasan dilakukan terhadap penerapan SOP di masing-masing dapur. Para relawan juga wajib mengikuti SOP yang sudah ditetapkan,” jelas Wildan menegaskan.

Perkuat Ekonomi Lokal, KDMP dan BUMDes Didorong Terlibat

Menurut Wildan, pelaksanaan MBG juga diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dari sisi pemenuhan gizi, tetapi mampu menjadi salah satu penggerak roda perekonomian masyarakat di tingkat lokal.

Karena itu, berbagai potensi ekonomi yang tersedia di Kecamatan Bojong diharapkan dapat dilibatkan, termasuk pelaku usaha lokal, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta berbagai potensi lainnya yang dapat mendukung kebutuhan dapur SPPG.

Pengadaan bahan baku diupayakan mengutamakan potensi yang tersedia di wilayah setempat sebagai prioritas, dengan tetap memperhatikan kualitas, keamanan pangan dan standar yang telah ditetapkan dalam SOP.

“Potensi ekonomi lokal diharapkan dapat ikut bergerak. KDMP, BUMDes dan seluruh potensi yang tersedia di wilayah Kecamatan Bojong dapat mengambil peran dalam menggerakkan roda perekonomian rakyat. Bahan baku mengutamakan potensi yang tersedia di tingkat wilayah sebagai prioritas, dengan tetap memperhatikan standar kualitas sesuai SOP,” ujar Wildan.

Dengan demikian, keberadaan MBG diharapkan menciptakan efek berganda bagi masyarakat, mulai dari pemenuhan kebutuhan gizi hingga membuka ruang bagi pelaku ekonomi lokal untuk terlibat dalam rantai pasok program.

Evaluasi Internal Menjadi Kunci Perbaikan

Bagi pengelola SPPG di Kecamatan Bojong, evaluasi internal menjadi bagian penting untuk memastikan pelaksanaan program terus mengalami perbaikan.

Para pengelola SPPG se-Kecamatan Bojong secara rutin melakukan evaluasi bersama setiap hari Jumat setelah kegiatan pengajian malam Jumat.

Forum tersebut menjadi ruang bersama untuk mengevaluasi berbagai aspek pelaksanaan program, mulai dari ketersediaan dan kualitas bahan baku, proses produksi, pelayanan, kedisiplinan relawan hingga kepatuhan terhadap SOP.

Hasil evaluasi kemudian dijadikan bahan untuk melakukan perbaikan secara berkesinambungan.

“Evaluasi dilakukan secara intens, melakukan komunikasi horizontal dan vertikal, serta akselerasi koordinasi lintas sektoral supaya terbangun hubungan komunikasi yang baik,” kata Wildan.

Menurutnya, evaluasi bukan sekadar mencari kekurangan, melainkan menjadi instrumen untuk memastikan setiap persoalan yang ditemukan dapat segera ditindaklanjuti.

Libatkan Forkopimcam dalam Pengawasan

Pengawasan pelaksanaan MBG di Kecamatan Bojong juga terus diperkuat melalui komunikasi dan koordinasi dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).

Wildan mengatakan, sesuai petunjuk Korwil, pihaknya mengagendakan kunjungan bersama Forkopimcam, terutama Camat Bojong dan para kepala desa, untuk melihat secara langsung kondisi penerima manfaat di lapangan.

Kunjungan tersebut tidak hanya bersifat seremonial. Pengelola SPPG juga memanfaatkannya untuk menerima masukan secara langsung dari penerima manfaat serta melihat sejauh mana keberadaan program MBG memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami melakukan pengawasan bersama Forkopimcam dengan mengagendakan kunjungan bersama, terutama Bapak Camat dan kepala desa, kepada penerima manfaat. Sekaligus menerima masukan dari penerima manfaat dan melihat sejauh mana program ini bermanfaat bagi warga sekitar wilayah Bojong,” ungkapnya.

Selain berkoordinasi dengan Forkopimcam, pihaknya juga tengah melakukan safari komunikasi dengan sejumlah tokoh masyarakat di wilayah Kecamatan Bojong.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas komunikasi sekaligus membangun dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG.

Komunikasi Lintas Sektor Berjalan Baik

Wildan menyampaikan, komunikasi dan koordinasi dengan unsur pemerintahan serta aparat kewilayahan sejauh ini berjalan dengan baik.

Ia menyebut komunikasi dengan Camat Bojong berlangsung sangat baik dan mendapat dukungan terhadap pelaksanaan program MBG. Koordinasi dengan unsur TNI dan Polri di tingkat kecamatan juga terus dilakukan.

“Komunikasi dengan Bapak Camat berjalan sangat baik dan beliau selalu support. Komunikasi dengan Danramil dan Kapolsek juga berjalan dengan baik,” kata Korcam.

Selain kegiatan operasional, seluruh pengelola MBG dari dapur yang telah beroperasi juga melaksanakan kegiatan pengajian rutin dan kajian Islam yang kemudian dilanjutkan dengan evaluasi bersama.

Para pengelola juga mengadakan kegiatan Jumat Berkah bersama Forkopimcam sebagai salah satu bentuk penguatan kebersamaan sekaligus kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dapur Goes to School dan Edukasi Gizi

Upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan MBG tidak berhenti pada penyediaan dan pendistribusian makanan.

SPPG di Kecamatan Bojong, Purwakarta juga menyiapkan program Dapur Goes to School serta kelompok B3 sebagai bagian dari edukasi dan penguatan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala SPPG bersama ahli gizi dan bagian akunting melakukan kunjungan kepada penerima manfaat sebanyak empat kali dalam satu bulan di wilayah kerja masing-masing.

Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi, sekaligus memberikan kesempatan kepada pengelola SPPG untuk melihat secara langsung kondisi penerima manfaat serta memperoleh masukan dari lapangan.

Program ini diharapkan semakin memperkuat pemahaman bahwa MBG bukan hanya mengenai penyediaan dan pendistribusian makanan, tetapi juga bagian dari upaya membangun kesadaran mengenai pentingnya gizi bagi tumbuh kembang anak.

Kendala Dijadikan Bahan Evaluasi dan Perbaikan

Dalam menjalankan tugas sebagai Kepala SPPG sekaligus Korcam, Wildan mengakui bahwa dinamika dan berbagai kendala di lapangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan program.

Namun, setiap persoalan yang muncul tidak semestinya menjadi penghambat. Sebaliknya, persoalan tersebut dapat dijadikan bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan.

Komunikasi intensif antara pengelola SPPG, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, aparat kewilayahan, tokoh masyarakat dan berbagai pihak terkait menjadi salah satu kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Koordinasi lintas sektor pun terus diperkuat agar pelaksanaan program dapat berjalan semakin efektif, tepat sasaran dan memberikan manfaat yang semakin luas.

“Kerja Ikhlas dan Kerja Tuntas”

Menutup keterangannya, Wildan menyampaikan pesan kepada seluruh Kepala SPPG dan jajaran yang terlibat agar menjalankan amanah program tersebut dengan penuh tanggung jawab.

“Bismillah, kerja ikhlas dan kerja tuntas. Saya selalu berpesan kepada semua rekan-rekan Kepala SPPG, program ini bukan hanya sekadar memberikan makan bergizi, tetapi ada nilai ibadahnya,” tuturnya.

“Berikan sajian dan menu yang terbaik untuk anak-anak kita. Dan tidak lupa, selalu libatkan Allah SWT dalam setiap langkahnya,” imbuh Wildan.

Pesan tersebut menjadi semangat bagi para pengelola SPPG di Kecamatan Bojong untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.

Sebab, keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari seberapa banyak makanan yang tersalurkan, tetapi juga dari kualitas gizi, keamanan pangan, ketepatan sasaran, penerapan SOP, pemberdayaan ekonomi lokal serta dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Dengan pengawasan yang berkelanjutan, evaluasi rutin, dukungan Forkopimcam, pemberdayaan pemasok lokal dan komunikasi lintas sektor, pelaksanaan program MBG di Kecamatan Bojong diharapkan semakin baik.

Pada akhirnya, program tersebut diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Kecamatan Bojong serta berkontribusi dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang sehat dan berkualitas.

“Perkenankanlah kami para pengelola SPPG beserta seluruh relawan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami, sehingga program MBG di Kecamatan Bojong dapat berjalan dengan baik,” pungkas Wildan. (ds)

Berita Terkait