Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

SPPG Bojong Sukamanah 2, Perkuat Pengawasan & Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Warta.in, Purwakarta — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, terus diperkuat melalui pengawasan, evaluasi rutin, serta koordinasi lintas sektor.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan program berjalan optimal, mulai dari ketersediaan bahan baku, proses pengolahan makanan hingga pendistribusiannya kepada penerima manfaat.

Salah satu dapur yang terus melakukan penguatan dalam pelaksanaan program tersebut adalah SPPG Purwakarta Bojong Sukamanah 2. Dapur ini dipimpin Wildan, yang juga dipercaya mengemban amanah sebagai Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPG Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta.

Wildan menjelaskan, saat ini SPPG Purwakarta Bojong Sukamanah 2 melayani sebanyak 1.827 penerima manfaat (PM). Penerima manfaat tersebut terdiri dari penerima manfaat di lingkungan sekolah serta kelompok B3.

Menurut Wildan, jumlah penerima manfaat yang cukup besar tersebut membutuhkan pengelolaan dapur yang terukur dan disiplin.

Karena itu, pihaknya tidak hanya berorientasi pada pemenuhan jumlah makanan yang harus disalurkan, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap kualitas bahan baku, proses produksi, kebersihan, hingga pendistribusian makanan.

“Dalam menjalankan operasional dapur SPPG, kami tidak hanya berfokus pada pemenuhan jumlah makanan yang harus disalurkan, tetapi juga memastikan kualitas bahan baku, proses pengolahan sampai pendistribusian berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP),” ujar Wildan kepada awak media, Senin (10/8).

Berdayakan Potensi Ekonomi Masyarakat Bojong

Selain menjalankan fungsi utama pemenuhan kebutuhan gizi penerima manfaat, SPPG Purwakarta Bojong Sukamanah 2 juga berupaya agar pelaksanaan MBG memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat di wilayah Kecamatan Bojong.

Salah satunya dilakukan melalui pemanfaatan bahan baku dari pemasok dan pelaku usaha lokal.

“Kebutuhan bahan baku sudah memberdayakan KDMP Sukamanah, peternak wilayah Bojong, beras dari wilayah Bojong, tahu dan tempe dari wilayah Bojong, serta sayuran,” ungkap Wildan.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok MBG merupakan bagian penting yang perlu terus dikembangkan.

Dengan memanfaatkan potensi yang tersedia di wilayah sekitar dapur, program MBG diharapkan tidak hanya memberikan manfaat berupa pemenuhan kebutuhan gizi bagi penerima manfaat, tetapi juga mampu menciptakan perputaran ekonomi di tingkat masyarakat.

Peternak, petani, pengusaha tahu dan tempe, pemasok beras, hingga pelaku usaha penyedia sayuran dapat ikut mengambil peran dalam mendukung keberlangsungan program.

Dengan demikian, keberadaan dapur SPPG diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, baik dari aspek gizi maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kualitas Bahan Baku Menjadi Perhatian Utama

Untuk menjaga mutu makanan yang disalurkan, pengawasan terhadap bahan baku dilakukan sejak bahan pangan tiba di dapur.

Wildan mengatakan, setiap bahan baku yang datang harus mendapatkan perhatian dan pemantauan agar kualitasnya tetap terjaga sebelum masuk ke dalam proses produksi.

“Kami mengawasi dan memonitoring kualitas bahan baku yang datang, sehingga tetap terjaga kualitasnya dan hasilnya bisa dirasakan dengan baik. Selain itu, kami juga memastikan dapur berjalan sesuai SOP yang diterapkan,” katanya.

Pengawasan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas makanan yang nantinya dikonsumsi oleh para penerima manfaat.

Menurutnya, konsistensi dalam menjalankan SOP harus menjadi perhatian seluruh unsur yang terlibat dalam operasional dapur, sehingga setiap tahapan pelaksanaan MBG dapat berjalan secara tertib dan terkontrol.

Evaluasi Internal Dilakukan Setiap Pekan

Untuk memastikan berbagai kegiatan berjalan sesuai target, SPPG Purwakarta Bojong Sukamanah 2 juga melaksanakan evaluasi internal secara rutin.

Evaluasi tersebut dilaksanakan setiap hari Jumat setelah kegiatan pengajian malam Jumat. Forum evaluasi menjadi momentum bagi pengelola dapur untuk melihat berbagai hal yang telah berjalan sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang masih perlu diperbaiki.

Pembahasan evaluasi mencakup berbagai aspek, mulai dari kualitas bahan baku, proses produksi, pelayanan, kedisiplinan relawan, hingga penerapan SOP di lingkungan dapur.

Hasil evaluasi selanjutnya dijadikan bahan untuk melakukan perbaikan secara berkesinambungan.

Wildan menegaskan bahwa evaluasi bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian dari upaya membangun sistem kerja yang semakin baik.

“Evaluasi dilakukan secara intens, melakukan komunikasi horizontal dan vertikal, serta akselerasi koordinasi lintas sektoral supaya terbangun hubungan komunikasi yang baik,” ujar Wildan.

Koordinasi Lintas Sektor Terus Diperkuat

Sebagai Kepala SPPG sekaligus Korcam SPPG Kecamatan Bojong, Wildan juga menilai komunikasi dan koordinasi menjadi salah satu kunci dalam menjaga keberlangsungan program MBG.

Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul di lapangan perlu dikomunikasikan dan dicarikan solusi secara bersama-sama. Dengan koordinasi yang baik, setiap unsur yang terlibat dapat memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Penguatan komunikasi secara horizontal maupun vertikal juga diharapkan dapat mempercepat penyelesaian berbagai persoalan sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan MBG di Kecamatan Bojong.

“Yang terpenting adalah membangun hubungan komunikasi yang baik, sehingga setiap persoalan dapat segera dikoordinasikan dan dicari solusi bersama,” tambahnya.

Dengan jumlah penerima manfaat yang mencapai 1.827 orang, SPPG Purwakarta Bojong Sukamanah 2 terus berupaya menjaga kualitas pelayanan.

Pengawasan bahan baku, penerapan SOP, evaluasi rutin, pemberdayaan pemasok lokal serta koordinasi lintas sektor menjadi bagian dari upaya memastikan program MBG dapat berjalan secara optimal.

Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan oleh tersalurkannya makanan kepada penerima manfaat.

Yang terpenting adalah bagaimana seluruh prosesnya dikelola secara tertib, berkualitas, berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar. (ds)

Berita Terkait