Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

PALI Berduka! Kakak Beradik Wafat Akibat DBD, Firdaus Hasbullah ‘Semprot’ Dinkes dan RSUD Anwar Mahkil!

Warta.in//PALI, SUMATERA SELATAN – (26 Agustus 2026) Kabar duka menyelimuti bumi Serepat Serasan setelah dua bocah kakak beradik, Andika Alam Saputra (9) dan Hulya Aliya Felis (7), menghembuskan napas terakhirnya dalam waktu yang hampir bersamaan akibat serangan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Kepergian dua buah hati dari pasangan Antap Mustofa ini memicu keprihatinan mendalam sekaligus gelombang desakan publik terhadap pembenahan sistem kesehatan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Merespons tragedi kemanusiaan yang memilukan ini, Wakil Ketua II DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, S.H., M.H., langsung angkat bicara. Mantan aktivis dan advokat senior yang dikenal vokal ini menyampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga, sekaligus melayangkan teguran keras serta instruksi kerja darurat kepada jajaran eksekutif, khususnya Dinas Kesehatan PALI dan manajemen RSUD Anwar Mahakil (RSUD Talang Ubi).

Duka Mendalam untuk Keluarga Antap Mustofa Saat dihubungi oleh awak media, politisi Partai Demokrat ini tidak dapat menyembunyikan rasa amanahnya yang terkoyak melihat anak-anak daerah harus kehilangan nyawa akibat penyakit yang seharusnya bisa dicegah secara preventif.

“Saya pribadi, keluarga, dan atas nama lembaga DPRD Kabupaten PALI, mengucapkan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya dua ananda kita, Andika Alam Saputra dan Hulya Aliya Felis, putri dan putra tercinta dari kakanda kita Antap Mustofa. Kehilangan dua anak sekaligus adalah ujian yang luar biasa berat. Mari kita doakan bersama agar kedua ananda ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta kesabaran yang tak terhingga,” tutur Firdaus Hasbullah dengan nada emosional.

Instruksi Tegas ke Dinas Kesehatan: Jangan Tunggu Korban Berjatuhan Lagi!Tragedi ini menjadi alarm keras bagi sistem ketahanan kesehatan di PALI. Firdaus menyoroti kinerja Dinas Kesehatan yang dinilai lambat mengantisipasi siklus cuaca pancaroba saat ini. Kondisi cuaca yang tidak menentu sangat rentan memicu ledakan kasus penyakit menular, mulai dari DBD, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hingga diare.

“Kami meminta dengan tegas kepada Dinas Kesehatan PALI untuk segera melakukan langkah-langkah lanjutan dan nyata untuk mencegah penyebaran penyakit DBD ini meluas. Ingat, penanganan ini bukan cuma di kawasan Kelurahan Talang Ubi saja, tetapi harus menyisir ke seluruh pelosok wilayah Kabupaten PALI,” desak pria yang akrab disapa FH ini.

Firdaus meminta Dinkes PALI tidak lagi bekerja secara normatif di belakang meja. Pihaknya mendesak dilakukannya fogging (pengasapan) massal secara serentak di pemukiman warga, pembagian bubuk abate, serta menggerakkan puskesmas-puskesmas untuk melakukan sosialisasi intensif mengenai gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).”Situasi ini sudah darurat. Jangan tunggu ada korban jiwa susulan baru kita sibuk turun ke lapangan. Langkah preventif harus diperketat di setiap desa dan kelurahan,” tambahnya.

RSUD Anwar Mahakil Disemprot, Pelayanan Pasien Harus Dievaluasi Total! Selain menyoroti sektor pencegahan oleh Dinas Kesehatan, sorotan tajam Firdaus Hasbullah juga mengarah langsung pada manajemen pelayanan di RSUD Anwar Mahakil PALI. Desakan evaluasi ini mencuat setelah adanya keluhan mendalam terkait kualitas pelayanan medis yang dirasakan oleh pihak keluarga korban saat berjuang menyelamatkan nyawa kedua ananda di rumah sakit.

“Kami meminta dan mendesak manajemen RSUD Anwar Mahakil untuk segera meningkatkan pelayanan terhadap pasien secara menyeluruh. Segala bentuk keluhan, masukan, dan kritik yang disampaikan oleh masyarakat—termasuk yang dialami langsung oleh Kakanda Antap Mustofa—harus didengar dan diperbaiki secepat mungkin,” cetus Wakil Ketua DPRD PALI tersebut.

Ia menegaskan bahwa fasilitas kesehatan milik daerah harus mengutamakan keselamatan jiwa pasien di atas segala urusan administrasi maupun birokrasi yang berbelit-belit. FH juga berjanji bahwa komisi terkait di DPRD PALI akan segera memanggil pihak manajemen RSUD Anwar Mahakil dan Dinas Kesehatan untuk melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dalam waktu dekat.

“Uang rakyat digunakan untuk membangun rumah sakit itu agar masyarakat mendapatkan pengobatan yang layak dan manusiawi. Kami di DPRD akan terus mengawal persoalan pelayanan kesehatan ini demi memastikan keselamatan seluruh warga Kabupaten PALI. Pelayanan medis yang lambat atau tidak responsif sama saja dengan mengabaikan hak hidup rakyat,” pungkas Firdaus dengan tegas.

Kini, masyarakat PALI menanti realisasi konkret dari instruksi tegas legislatif tersebut, berharap agar tidak ada lagi air mata orang tua yang jatuh karena kehilangan buah hatinya akibat ancaman gigitan nyamuk Aedes aegypti di bumi Serepat Serasan.

 

(Randi)

Berita Terkait