Warta.in – Rejang Lebong, Bengkulu.
Pembangunan Jembatan Sungai Beliti Desa Lubuk Alai, Kecamatan Sindang Beliti Ulu, yang rampung pada 2024 kini disorot. Setahun setelah selesai, muncul dugaan temuan keretakan struktur dan tumpang tindih pondasi dengan jaringan PDAM.
Jembatan penghubung Desa Lubuk Alai menuju Desa Palembang Kecil ini sebelumnya hanya berupa jembatan kayu yang rusak parah akibat banjir bandang. Pembangunan di mulai 2023 dan di nyatakan selesai pada 2024 oleh Dinas PUPRPKP Kabupaten Rejang Lebong.
Salah seorang warga setempat berinisial AH membenarkan hal itu saat ditemui di lokasi, Rabu (08/07/2026).
“Dinas PUPRPKP Kabupaten Rejang Lebong melalui Kepala Dinas Drs. Rektor Vanda Armada beserta Kepala Bidang Bina Marga Roni sudah meninjau langsung lokasi. Insya Allah sudah ditender,” ujar AH.
AH juga menyampaikan apresiasi atas selesainya pembangunan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Dengan adanya jembatan ini akses masyarakat menjadi lebih mudah dan benar-benar bermanfaat,” katanya.
Namun apresiasi itu tidak berlangsung lama. Pada 2025, warga menerima laporan dan dugaan temuan di lapangan terkait kondisi teknis jembatan.
Berdasarkan pantauan awal, ada dua persoalan utama.
Pertama: Pondasi jembatan diduga tumpang tindih dengan pondasi jaringan PDAM yang sudah lebih dulu dibangun.
Kedua: Struktur pondasi jembatan dilaporkan sudah mengalami keretakan yang cukup parah.
Kondisi ini memicu kekhawatiran warga. Pasalnya, jika benar terjadi kesalahan perencanaan dan benturan dengan infrastruktur PDAM, maka usia pakai jembatan yang baru dibangun bisa terancam.
Warga mendesak Dinas PUPRPKP Rejang Lebong segera bertanggung jawab. Koordinasi dengan PDAM diminta dilakukan secepatnya. Aparat penegak hukum juga diminta turun melakukan penyelidikan terkait dugaan tumpang tindih pondasi tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas PUPRPKP Kabupaten Rejang Lebong terkait dugaan temuan tersebut.
(Tim Redaksi)































