*Pemerintahan Baru Maroko: Sebuah Dedikasi dan Visi Kepemimpinan Strategis untuk Kesejahteraan Bangsa*
Rabat – Pada Jumat, 16 Oktober 2026 (bertepatan dengan 4 Jumada I 1448 H), berlangsung upacara pelantikan anggota kabinet pemerintahan baru Kerajaan Maroko di Istana Kerajaan di Rabat. Acara sakral tersebut dipimpin langsung oleh Yang Mulia Raja Mohammed VI, menandai babak baru dalam dinamika tata kelola pemerintahan di negara yang dijuluki Maghrib al-Aqsa atau “Negeri Tempat Terbenamnya Matahari”.
Struktur kabinet baru ini mencerminkan kombinasi strategis antara kesinambungan kepemimpinan dan inovasi administratif. Kepemimpinan kabinet kini diamanahkan kepada Fatima Ezzahra El Mansouri sebagai Kepala Pemerintahan. Fatima merupakan wanita pertama Maroko yang menempati posisi Kepala Pemerintahan di negara berpenduduk 95 persen Muslim tersebut.
Sejumlah posisi kunci tetap dipegang oleh pejabat berpengalaman, seperti Abdelouafi Laftit sebagai Menteri Dalam Negeri, Nasser Bourita sebagai Menteri Luar Negeri, Kerjasama Afrika dan Warga Negara Maroko di Luar Negeri, serta Abdellatif Ouahbi sebagai Menteri Kehakiman. Di samping itu, pembentukan kementerian baru seperti Kementerian Kecerdasan Buatan, Transformasi Digital, dan Reformasi Administrasi yang dipimpin oleh Ahmed Rahhou, menunjukkan respons adaptif Kerajaan Maroko terhadap tantangan era digital global.
Keputusan strategis dan pembentukan struktur kabinet baru ini mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak internasional, termasuk dari Indonesia. Wilson Lalengke, Presiden Persaudaraan Indonesia-Sahara-Maroko (Persisma), menyampaikan apresiasi mendalam dan rasa puas atas terbentuknya susunan kabinet baru tersebut.
“Pembentukan kabinet baru ini merupakan bukti nyata dari kecermatan, kepiwaian, dan kearifan Yang Mulia Raja Mohammed VI dalam mengelola roda kepemimpinan Kerajaan Maroko,” ujar Wilson Lalengke dari Jakarta, Sabtu (18-10-2026).
Menurutnya, pemilihannya bukan sekadar proses administratif, melainkan cerminan dari kecerdasan politik dan kehati-hatian dalam menempatkan individu-individu terbaik yang memiliki kapasitas, integritas, serta komitmen tinggi untuk memimpin dan memajukan bangsa.
Wilson Lalengke menekankan bahwa komposisi kabinet yang komprehensif, meliputi sektor perekonomian, kedaulatan pangan, inovasi teknologi, hingga perlindungan sosial, menunjukkan kepekaan pemerintah Maroko terhadap kebutuhan riil rakyatnya. Langkah ini diyakini akan semakin memperkokoh stabilitas nasional, mempercepat pembangunan ekonomi, serta memperkuat posisi kedaulatan Maroko di kancah internasional.
*Penyelarasan Filosofis: Kepemimpinan, Visi, dan Tata Kelola Negara*
Kebijakan kepemimpinan Raja Mohammed VI dalam menyeleksi para pembantunya sejalan dengan gagasan-gagasan besar filsafat politik sepanjang sejarah. Filsuf Yunani Kuno, Plato (428–347 SM), dalam karyanya _Respublica (The Republic),_ mengemukakan konsep Filsuf-Raja (_Philosopher King_).
Plato menekankan bahwa tata kelola negara yang ideal hanya dapat dicapai apabila kepemimpinan dipegang oleh sosok yang memiliki kebijaksanaan, visi jangka panjang, serta pemahaman mendalam tentang keadilan. Konsep ini tefleksikan dalam pendekatan Yang Mulia Raja Mohammed VI yang secara cermat menunjuk para menteri berdasarkan kompetensi teknis dan kapasitas keilmuan demi kemaslahatan umum.
Secara paralel, prinsip tata kelola yang efektif ini sejalan dengan pandangan filsuf Renaisans Niccolò Machiavelli (1469-1527) dalam analisisnya mengenai kepemimpinan politik. Machiavelli menekankan bahwa keberhasilan seorang penguasa sangat ditentukan oleh kemampuannya memilih para penasihat dan menteri yang cakap (_prudence in the selection of ministers_). Kualitas seorang pemimpin sering kali dinilai dari kualitas orang-orang yang ditempatkan di sekelilingnya untuk mengeksekusi kebijakan negara.
Dari sudut pandang etika pemerintahan, filsuf pencerahan Immanuel Kant (1724-1804) mengemukakan pentingnya penegakan tugas moral (_imperatif kategoris)_ dalam kepemimpinan. Penunjukan pejabat yang berintegritas tinggi merupakan wujud penghormatan terhadap kewajiban publik, di mana kekuasaan diarahkan untuk mengabdi pada hak-hak warga negara dan kemajuan bangsa.
*Harapan bagi Hubungan Bilateral dan Kesejahteraan Rakyat*
Prosesi pelantikan yang ditutup dengan pengangkatan sumpah di hadapan Yang Mulia Raja dan foto bersama tersebut menjadi simbol keteguhan komitmen seluruh jajaran menteri untuk mengabdi kepada negara. Kehadiran pejabat penting Kerajaan, seperti Kamelan (Chamberlain) Raja, Awan Sidi Mohammed El Alaoui, kian menegaskan kesakralan momentum peralihan dan penyegaran kepemimpinan ini.
Dengan terbentuknya kabinet baru yang dinamis dan berpandangan jauh ke depan, Perhimpunan Persaudaraan Indonesia-Sahara-Maroko optimistis bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan Maroko akan semakin erat. Kerjasama di bidang ekonomi, kebudayaan, pendidikan, dan diplomasi diharapkan terus meningkat.
Pada akhirnya, penyusunan kabinet yang terencana dengan cermat ini diharapkan dapat membawa Kerajaan Maroko mewujudkan penegakan hukum yang adil, pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat di “Negeri Tempat Terbenamnya Matahari”.
Berikut adalah susunan lengkap Kabinet Pemerintahan Baru Maroko.
Kepala Pemerintahan: Fatima Ezzahra El Mansouri.
Menteri Dalam Negeri: Abdelouafi Laftit.
Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika, dan Ekspatriat Maroko: Nasser Bourita.
Menteri Kehakiman: Abdellatif Ouahbi.
Menteri Wakaf dan Urusan Islam: Ahmed Toufiq.
Sekretaris Jenderal Pemerintah: Hassan Tariq.
Menteri Ekonomi, Keuangan, dan Kinerja Publik: Fouzi Lekjaa.
Menteri Peralatan, Air, dan Kehutanan: Nizar Baraka.
Menteri Pendidikan Nasional, Prasekolah, Pelatihan Profesional, dan Kualifikasi: Nabil Benabdallah.
Menteri Kesehatan dan Perlindungan Sosial: Youns Bjijou.
Menteri Pertanian, Perikanan, dan Kedaulatan Pangan: Khalid Hatimy.
Menteri Perindustrian, Perdagangan, Investasi, dan Inklusi Ekonomi: Ryad Mezzour.
Menteri Pemuda, Kebudayaan, dan Olahraga: Mohamed Mehdi Bensaid.
Menteri Pendidikan Tinggi, Penelitian Ilmiah, dan Inovasi: Azzeddine El Midaoui.
Menteri Transportasi dan Logistik: Abdessamad Kayouh.
Menteri Energi, Pertambangan, dan Pembangunan Berkelanjutan: Charafat Afailal.
Menteri Ketenagakerjaan dan Dialog Sosial: Abderrahim Chahid.
Menteri Perencanaan Wilayah, Tata Kota, Perumahan, dan Kebijakan Kota; Juru Bicara Pemerintah: Samir Belfkih.
Menteri Kecerdasan Buatan, Transformasi Digital, dan Reformasi Administrasi: Ahmed Rahhou
Menteri Pariwisata, Kerajinan Tangan, dan Ekonomi Solidaritas: Jalal Charaf.
Menteri Keluarga, Pembangunan Sosial, dan Kesetaraan: Najwa Koukouss.
Menteri Delegasi untuk Kepala Pemerintahan yang membidangi Administrasi Pertahanan Nasional: Abdeltif Loudyi.
Menteri Delegasi untuk Kepala Pemerintahan yang membidangi Hubungan dengan Parlemen dan Masyarakat Sipil: Kouloub Faitah.
Menteri Delegasi untuk Menteri Perindustrian, Perdagangan, Investasi, dan Inklusi Ekonomi, yang membidangi Perdagangan Luar Negeri: Omar Hejira.
Menteri Delegasi untuk Menteri Pertanian, Perikanan, dan Kedaulatan Pangan, yang membidangi Perikanan: Ahmed Mehdi Mezouari.
Menteri Delegasi untuk Menteri Pendidikan Nasional, Pendidikan Prasekolah, Pelatihan Profesional, dan Kualifikasi, yang membidangi Pendidikan Prasekolah dan Penanggulangan Putus Sekolah: Kamal Hachoumi.
Menteri Delegasi untuk Menteri Pendidikan Nasional, Pendidikan Prasekolah, Pelatihan Profesional, dan Kualifikasi, yang membidangi Pelatihan Profesional dan Kualifikasi: Madiha Khayr.
Menteri Delegasi untuk Menteri Perencanaan Wilayah, Tata Kota, Perumahan, dan Kebijakan Kota, yang membidangi Perumahan dan Kebijakan Kota: Fatima Saadi.
Menteri Delegasi untuk Menteri Pemuda, Kebudayaan, dan Olahraga, yang membidangi Kepemudaan: Salah-Eddine Abkari.
Menteri Delegasi untuk Menteri Keluarga, Pembangunan Sosial, dan Kesetaraan, yang membidangi Inklusi Sosial: Rachid Hamouni.
Menteri Delegasi untuk Menteri Kecerdasan Buatan, Transformasi Digital, dan Reformasi Administrasi, yang membidangi Reformasi Administrasi: Aïcha Guellaa.
Menteri Delegasi untuk Menteri Pariwisata, Kerajinan Tangan, dan Ekonomi Solidaritas, yang membidangi Kerajinan Tangan dan Ekonomi Solidaritas: Abdeljabbar Errachidi.
Pada kesempatan ini, para anggota pemerintahan yang baru ditunjuk mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Baginda Raja. Setelah upacara tersebut, Baginda Raja berfoto bersama dengan para anggota pemerintahan yang baru. Upacara ini dihadiri oleh Kepala Rumah Tangga Istana Baginda Raja, Sidi Mohammed El Alaoui. (PERSISMA/Red)






























