Warta.in, Jember – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Wuluhan kini memiliki nahkoda baru. Bambang Siswanto, S.Pd., menerima mandat untuk memimpin kepengurusan PGRI Kecamatan Wuluhan menggantikan Masduki, S.Pd., yang telah menyelesaikan masa jabatannya.
Pergantian kepemimpinan tersebut berlangsung pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, bertempat di Aula Gedung PGRI Kecamatan Wuluhan. Prosesi penyerahan mandat disaksikan oleh jajaran pengurus ranting PGRI se-Kecamatan Wuluhan.
Suasana pergantian kepemimpinan berlangsung sederhana, namun sarat dengan semangat untuk menjaga keberlangsungan organisasi serta memperjuangkan kepentingan guru dan tenaga kependidikan.
Bambang Siswanto mengatakan, amanah yang diterimanya bukan sekadar pergantian posisi kepengurusan. Menurutnya, PGRI harus tetap hadir menjadi wadah perjuangan bagi seluruh anggotanya, baik guru honorer, ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), PPPK paruh waktu maupun penuh waktu, hingga ASN Pegawai Negeri Sipil (PNS).
“Mulai hari ini, kami akan terus mengawal kepentingan guru dan tenaga kependidikan, khususnya di Kecamatan Wuluhan. Kami ingin PGRI tetap berjalan dan hadir memperjuangkan nasib anggotanya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyerahan mandat tersebut dilakukan dalam situasi organisasi PGRI yang masih menghadapi proses sengketa kepengurusan di tingkat pusat. Karena proses hukum disebut masih berjalan hingga tingkat kasasi, kepengurusan PGRI Kecamatan Wuluhan memilih langkah administratif berupa penunjukan kepengurusan agar roda organisasi di tingkat kecamatan tetap berjalan.
“Karena organisasi masih dalam proses sengketa dan belum ada keputusan yang berkekuatan hukum tetap, kami tidak ingin terjadi dua kepemimpinan di tingkat bawah. Karena itu, pengurus sebelumnya menyerahkan mandat kepada pengurus baru agar roda organisasi tetap berjalan,” jelas Bambang.
Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kesejahteraan guru, terutama menyangkut masa depan tenaga pendidik yang saat ini berstatus PPPK.
Ia berharap kebijakan pemerintah pusat terkait penataan ASN ke depan dapat memberikan kepastian dan kesejahteraan yang lebih baik bagi para guru. PGRI Kecamatan Wuluhan, kata dia, akan berupaya mengawal aspirasi tersebut agar para guru mendapatkan hak dan kepastian status sesuai dengan kebijakan pemerintah.
Bambang juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jember, khususnya Bupati Jember Gus Dr Muhammad fawait, S.E., M.Sc., atas kebijakan pengangkatan tenaga honorer menjadi PPPK.
Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi langkah penting bagi para tenaga honorer yang selama ini mengabdi di dunia pendidikan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Jember yang telah memberikan perhatian terhadap nasib tenaga honorer melalui pengangkatan menjadi PPPK. Ini merupakan harapan baru bagi guru dan tenaga kependidikan,” katanya.
Ia berharap perjuangan tersebut dapat terus dilanjutkan sehingga para guru PPPK di Kecamatan Wuluhan memperoleh kesempatan dan kepastian dalam setiap tahapan kebijakan pemerintah terkait penataan ASN yang direncanakan ke depan.
Penguatan Organisasi dan Pemahaman Hukum
Selain prosesi pergantian kepengurusan, kegiatan tersebut juga diisi dengan penguatan organisasi serta penyampaian informasi mengenai perjalanan sengketa PGRI.
Hadir sebagai pemateri Ilham Wahyudi, S.Pd., M.Pd., CHt., yang dikenal sebagai aktivis pendidikan. Ia memberikan pemaparan kepada para pengurus mengenai dinamika organisasi sekaligus informasi terkait proses hukum yang sedang berlangsung.
Dalam pemaparan yang disampaikan pada kegiatan tersebut, disebutkan bahwa salah satu perkembangan terakhir adalah Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta Nomor 66/B/TF/2026/PTTUN JKT yang mengabulkan permohonan banding kubu PB PGRI pimpinan Prof Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, MM., MCP Putusan tersebut antara lain Membatalkan dan mencoret SK AHU kemenkumham ter tanggal 8 maret 2024 milik prof Unifah rosyidi dan saat ini sengketa PGRI berlanjut ditingkat Kasasi.
Namun, karena proses hukum masih menjadi bagian dari dinamika organisasi, ilham menilai kepengurusan di daerah harus tetap memastikan roda organisasi berjalan dan tidak terhenti.
Pemaparan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada jajaran pengurus, sehingga tidak terjadi simpang siur informasi di tengah anggota PGRI.
Bambang menegaskan, kepengurusan yang baru akan berusaha menjalankan amanah dengan mengedepankan kebersamaan.
“Dukungan dari seluruh ranting menjadi kekuatan bagi kami. Kami berjanji akan terus mengawal perjuangan guru dan tenaga kependidikan serta menjaga organisasi ini tetap berjalan untuk kepentingan bersama,” pungkasnya.
Dengan kepemimpinan baru tersebut, PGRI Kecamatan Wuluhan diharapkan semakin solid dan mampu menjadi ruang bersama bagi para guru untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan kualitas pendidikan di wilayah Wuluhan.































