Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

*PROYEK BRONJONG DI RAWA MULYA DIPERTANYAKAN; TANPA PAPAN PROYEK, MUTU BAHAN DIDUGA TIDAK SESUAI SPESIFIKASI*

“PROYEK BRONJONG RP35 MILIAR DI RAWA MULYA DIPERTANYAKAN; TANPA PAPAN PROYEK, MUTU BAHAN DIDUGA TIDAK SESUAI SPESIFIKASI.

Mukomuko, 27 Juni 2026 — Pekerjaan pemasangan bronjong senilai Rp35 miliar di ruas Desa Rawa Mulya SP7 menuju Lubuk Sanai II, Kecamatan XIV Koto, menjadi sorotan. Kegiatan ini bersumber dari APBN 2026, dikelola Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai Sumatera VII Bengkulu dengan kode satker 412873, bertujuan mengamankan tebing sungai dan jalur jalan lintas strategis.

Namun, pelaksanaannya menimbulkan kekhawatiran. Hanya terdapat satu tanda petunjuk di satu titik saja, tanpa papan identitas proyek yang lengkap sesuai ketentuan. Pengawas lapangan bernama Heru saat dikonfirmasi bersikap acuh, hanya menyebut proyek dikelola Balai Sungai, lalu segera meninggalkan lokasi. Tidak terlihat kehadiran pengawas teknis dari dinas atau konsultan selama pengerjaan berlangsung.

Selain itu, muncul dugaan bahwa bahan batu yang digunakan tidak memenuhi standar teknis yang tercantum dalam kontrak. Seorang narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya menyampaikan:

“Ukuran batu untuk bronjong minimal harus berdiameter 25 hingga 30 sentimeter sesuai spesifikasi, namun yang terpasang di lapangan diduga tidak sesuai dengan ketentuan dan analisis yang ada dalam dokumen perjanjian kerja.”

Masyarakat menuntut tiga hal: pertama, segera memasang papan informasi lengkap yang memuat sumber dana, nilai kontrak, nama pelaksana, dan penanggung jawab; kedua, menjamin mutu pekerjaan dan kesesuaian bahan dengan standar teknis; ketiga, meminta instansi berwenang melakukan inspeksi menyeluruh.

Tim redaksi tetap menunggu klarifikasi resmi dari pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera VII Bengkulu dan instansi terkait untuk menjaga keseimbangan informasi dan objektivitas pemberitaan.

“Dana ini adalah uang rakyat, bukan milik pribadi. Kami ingin hasilnya benar-benar bermanfaat dan tahan lama, bukan sekadar selesai di atas kertas,” tegas salah seorang warga.

(Tim HD/Redaksi)

 

Berita Terkait