Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

*ULURAN TANGAN: PENGACARA ELFAHMI LUBIS SIAP DAMPINGI UJI KEBENARAN HUKUM*

*ULURAN TANGAN: PENGACARA ELFAHMI LUBIS SIAP DAMPINGI UJI KEBENARAN HUKUM*

” DEMI MENCARI KEADILAN, SYAMSUL BAHRUN BERJALAN KAKI RATUSAN KILOMETER DARI MUKOMUKO.

MUKOMUKO — BENGKULU, 12 AGUSTUS 2026 — Kisah kesungguhan hati yang memilin kalbu kini menyebar luas di tengah masyarakat, membelah ruang maya dan menyentuh sanubari setiap jiwa yang mendengarnya. Seorang warga bernama Syamsul Bahrun, yang berangkat dari Desa Bunga Tanjung, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, memilih menempuh perjalanan jauh dengan kekuatan kakinya sendiri. Di pundaknya tersampir ransel sederhana, di tangannya tergantung sepanduk yang memuat harapan luhur: ditujukan kepada Bapak Presiden Republik Indonesia dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Langkah kakinya yang mantap namun penuh kelelahan itu menjadi saksi nyata betapa beratnya perjuangan mencari keadilan bagi rakyat kecil.

Aksi beliau yang tulus dan penuh pengorbanan itu pun dengan cepat menyebar dan menjadi sorotan luas. Dari media sosial Facebook, rekaman di TikTok, hingga pemberitaan di berbagai media daring lokal maupun nasional, nama dan perjuangan Pak Syamsul Bahrun bergema di seantero negeri. Ratusan kilometer langkah kaki ditempuhnya, bukan untuk kemewahan atau pujian semata, melainkan demi satu tujuan yang luhur: menuntut keadilan atas persoalan hukum yang telah mendera hidupnya.

Dan di tengah perjalanan yang penuh rintangan itu, langkah beliau kini menemukan pertemuan yang membuka secercah harapan. Pak Syamsul Bahrun telah berkenan bertemu dengan seorang pengacara yang dikenal handal dan berintegritas, yakni Elfahmi Lubis. Pertemuan itu berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan keinginan tulus untuk saling memahami persoalan yang sesungguhnya terjadi.

Berikut adalah penuturan dan pernyataan resmi yang disampaikan oleh Elfahmi Lubis dalam sebuah unggahan yang disampaikannya kepada publik:

 
“Saya telah berkenan bertemu dengan Bapak Syamsul Bahrun, yang namanya kini menjadi sorotan masyarakat atas aksi beliau yang luar biasa, berjalan kaki dari Kabupaten Mukomuko menuju Kota Bengkulu demi menuntut keadilan atas perkara hukum yang sedang beliau hadapi. Dalam pertemuan tersebut, saya telah menyimak dengan seksama dan mendengarkan secara langsung seluruh uraian cerita serta persoalan hukum yang selama ini membebani hati dan pikiran beliau.

Mendengar secara langsung segala perihal yang beliau sampaikan, hati saya pun tergerak untuk turut membantu membuka jalan keadilan yang selama ini beliau cari. Oleh karena itu, saya telah menawarkan beberapa jalur penyelesaian yang dapat ditempuh, baik melalui jalur litigasi maupun jalur non-litigasi.

Secara jalur litigasi, saya menawarkan untuk mengajukan upaya hukum yang luar biasa, yaitu Permohonan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan Pengadilan Agama Mukomuko yang menjadi dasar persoalan ini. Sedangkan secara jalur non-litigasi, kami bersiap menyusun dan menyampaikan laporan serta pengaduan kepada berbagai instansi terkait agar kebenaran dapat terungkap secara menyeluruh.

Segala tawaran dan jalan yang telah saya sampaikan ini, selanjutnya saya beserta seluruh tim saya serahkan sepenuhnya kepada keputusan Bapak Syamsul Bahrun sendiri. Dengan niat yang baik, tulus, dan sungguh-sungguh dari lubuk hati yang terdalam, saya mengulurkan tangan untuk mendampingi dan membantu beliau, agar Bapak Syamsul Bahrun dapat memperoleh keadilan hukum yang sesungguhnya — keadilan yang berlandaskan keadilan sosial, transparansi, profesionalisme, serta akuntabilitas.

Segala upaya ini kami tujukan agar kebenaran yang selama ini didambakan oleh Bapak Syamsul Bahrun dapat terungkap dan diuji kembali melalui pembuktian-pembuktian hukum yang sah. Biarlah hukum yang berbicara, setelah kami melakukan pengujian dan peninjauan kembali secara menyeluruh terhadap perkara tersebut. Saat ini, kami menunggu keputusan dari Bapak Syamsul Bahrun sendiri mengenai jalan mana yang hendak beliau tempuh,” demikian penjelasan tegas dan tulus yang disampaikan oleh Elfahmi Lubis kepada awak media.
 

Langkah kaki yang ditempuh Pak Syamsul Bahrun sejauh ini bukan sekadar perjalanan fisik yang melelahkan tubuh, melainkan perjuangan jiwa yang tak kenal lelah demi satu kata yang sungguh berharga: Keadilan. Dan kini, di tengah perjalanannya yang penuh pengorbanan itu, beliau tak lagi berjalan sendirian. Tangan pertolongan yang tulus telah terulur, membuka pintu agar kebenaran dapat diperiksa, diuji, dan akhirnya diputuskan sebagaimana mestinya.

Semoga keadilan yang didambakan segera terwujud, bukan atas dasar kekuasaan atau kedudukan, melainkan semata-mata atas dasar kebenaran, pembuktian, dan hukum yang berlaku adil kepada siapapun, tanpa memandang siapa dan dari mana asalnya.

(TIM LIPUTAN INVESTIGASI)

Berita Terkait