Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

RS Bhayangkara BKL Klarifikasi Pelayanan Pasien dari Lebong,Tegaskan ICU Penuh &Utamakan Keselamatan Pasien

Warta.in-BENGKULU. Manajemen Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Bengkulu memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai pelayanan terhadap seorang pasien rujukan asal Kabupaten Lebong yang datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Bhayangkara Bengkulu.

Pihak rumah sakit menegaskan bahwa tidak ada maksud untuk menolak pelayanan terhadap pasien. Keputusan terkait penerimaan pasien rujukan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medis pasien serta ketersediaan fasilitas yang dibutuhkan.

Kepala RS Bhayangkara Bengkulu, AKBP dr. Sukardi, Sp.An, menjelaskan bahwa ketika pasien tiba, kapasitas ruang ICU rumah sakit sedang penuh.

“RS Bhayangkara Bengkulu tidak bermaksud menolak pasien. Pada saat pasien tiba, kapasitas ICU dalam kondisi penuh, sementara berdasarkan kondisi medis pasien memerlukan pelayanan intensif,”jelas dr.Sukardi dalam keterangannya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat penerimaan pasien harus mempertimbangkan aspek keselamatan pasien. Pasien yang membutuhkan perawatan intensif harus ditempatkan pada fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan medisnya.Rujukan Dikoordinasikan Melalui SISRUTE RS Bhayangkara Bengkulu juga menjelaskan bahwa proses rujukan antar-fasilitas kesehatan dilakukan melalui meka nisme Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (SISRUTE).

Dalam kasus tersebut, persetujuan penerimaan rujukan melalui SISRUTE belum diberikan oleh tim IGD RS Bhayangkara Bengkulu karena kapasitas ICU pada saat itu telah penuh. Pihak rumah sakit menilai pemaksaan penerimaan pasien ke ruang yang kapasitasnya sudah penuh atau tidak sesuai dengan kebutuhan medis justru dapat menimbulkan risiko terhadap keselamatan pasien yang bersangkutan maupun pasien lain yang sedang menjalani perawatan.

Petugas Berikan Penjelasan kepada Keluarga, Manajemen RS Bhayangkara Bengkulu menyampaikan bahwa petugas IGD telah memberikan penjelasan kepada keluarga pasien mengenai kondisi fasilitas yang tersedia saat itu. Keluarga juga diarahkan untuk berkoordinasi mencari rumah sakit lain yang memiliki kapasitas ICU atau fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan pasien, sehingga pasien dapat segera memperoleh penanganan tanpa harus menunggu ketersediaan tempat di ruang intensif.

“Petugas telah memberikan penjelasan kepada keluarga pasien dan membantu mengarahkan untuk mencari fasilitas yang memiliki kapasitas ICU sesuai kebutuhan pasien,” ujar dr. Sukardi.

Pihak rumah sakit menyampaikan empati atas ketidaknyamanan yang dialami pasien dan keluarga dalam proses tersebut.RS Bhayangkara Bengkulu menyatakan kejadian ini menjadi bahan evaluasi internal, khususnya dalam meningkatkan komunikasi kepada keluarga pasien serta koordinasi dalam sistem rujukan antarwilayah.

“RS Bhayangkara Bengkulu tetap berkomitmen memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan mengutamakan keselamatan pasien,” tegas dr. Sukardi.

Dengan klarifikasi tersebut, pihak rumah sakit berharap informasi mengenai pelayanan pasien rujukan asal  Kabupaten Lebong dapat dipahami secara utuh sesuai kondisi dan prosedur yang berlaku pada saat kejadian.

(Tim Redaksi)

Berita Terkait