31.4 C
Jakarta
Selasa, Mei 12, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Selalu Diusulkan di Musrembang Tak Terjawab, Akses Jalan Kabupaten Dijawab Oleh Swadaya Masyarakat

TORAJA UTARA – Kejenuhan masyarakat di Kelurahan Bokin dan Lembang Pitung Penanian, Kecamatan Rantebua, Kabupaten Toraja Utara akan akses jalan yang kurang diperhatikan oleh Pemerintah, kini terjawab sendiri melalui galangan swadaya masyarakat, Selasa (12/5/2026).

Mengapa tidak, sejak 2018 Kabupaten Toraja Utara menjadi Daerah Otonomi Baru hingga sekarang usulan jalan To’ Barana atau poros Katengkong – Pitung Penanian tidak pernah tersentuh walaupun beberapa kali sudah diusulkan lewat Musrenbang.

Akses jalan tersebut juga diketahui berdasarkan informasi dari warga bahwa terakhir dikeraskan pada tahun 1996 dan kondisinya kian hari makin memprihatinkan untuk dilalui terlebih jika musim hujan.

Salah satu tokoh masyarakat, Yohanis Rante Bunga, yang juga menjabat sebagai Kepala Lembang Pitung Penanian saat dikonfirmasi via WhatsApp mengatakan jika pekerjaan Rabat beton tersebut di swadaya oleh masyarakat dari Kelurahan Bokin, Lembang Pitung Penanian dan Lembang Ma’kuan Pare.

“Itu kebersamaan Pa’misaran Bokin dan Pa’misaran Pitung Penanian, dimana di swadaya masyarakat dari Kelurahan Bokin, Lembang Pitung Penanian dan Ma’kuan Pare, dinda. Masyarakat merasa sudah jenuh dan capek menunggu dalam ketidakpastian akan usulan jalan tersebut melalui Musrenbang untuk diberikan perhatian pemerintah,” ucap Yohanis Rante Bunga, ke media warta.in, pada Selasa (12/5/2026).

Yohanis Rante Bunga selaku tokoh masyarakat yang sekaligus Kepala Lembang, juga menjelaskan bahwa akses jalan tersebut merupakan jalan Kabupaten yang menghubungkan Kelurahan Bokin, Lembang Makkuan Pare dan Pitung Penanian di Kecamatan Rantebua serta jalan penghubung ke Lembang Karre Limbong di Kecamatan Nanggala.

“Jalan itu merupakan akses penghubung antara kecamatan Rantebua ke Nanggala dan penghubung antar Kelurahan Lembang di kecamatan Rantebua. Jadi kami tidak bisa menggunakan Dana Desa untuk menjawab keluhan masyarakat karena itu kewenangan pemerintah daerah,” beber Yohanis Rante Bunga.

Lanjut Yohanis Rante Bunga, jadi yang kerja juga digotong royong oleh masyarakat dari Kelurahan Bokin dan Lembang Pitung Penanian dimana sejak kemarin hari Senin (11/5/2026), masyarakat antusias saling bahu membahu baik laki-laki maupun perempuan karena dengan harapan akses jalan tersebut bisa dilalui dengan nyaman.

“Untuk Pa’misaran Pitung Penanian yang saya galang, hingga saat ini dana masih terus mengalir masuk dari semua masyarakat Pitung Penanian baik yang ada di Toraja maupun di daerah rantau. Kemudian ada juga masyarakat yang menyumbangkan material Sirtu dan Semen,” ungkap Yohanis Rante Bunga.

Selain itu, informasi yang dihimpun juga jika akses jalan tersebut masih ada sekira 4 kilometer yang belum tersentuh sama sekali sejak tahun 1996 dan sementara yang di swadaya oleh masyarakat sekarang berjarak 200 meter dengan biaya sebesar Rp. 156.850.000,-.

Berita Terkait