27 C
Jakarta
Senin, April 27, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Pengerukan Jalan Timbulkan Kecelakaan Baru Ditutup, Alasan Proses Mobilisasi Alat Pemadat

TORAJA UTARA – Proyek pengerukan aspal ruas jalan poros Rantepao – Makale di Bua, Lembang Tallulolo, Kecamatan Kesu’, kabupaten Toraja Utara yang tidak ditangani segera hingga tanggal 20 April 2026 sudah menimbulkan 7 orang korban lakalantas, Senin (27/4/2026).

Hal ini terpantau langsung pada hari Senin (20/4/2026) malam, saat seorang perempuan berinisial Dws (19) melintas dan tanpa mengetahui ada lubang pengerukan jalan sehingga terjungkal bahkan terhimpit motornya sampai tidak sadarkan diri dan dilarikan ke RS Elim.

Salah satu warga berinisial AP (53) juga mempertanyakan mekanisme pekerjaan seperti itu yang bisa membahayakan nyawa setiap pengendara motor.

“Ini kejadiannya bukan cuma malam ini tapi beberapa malam sebelumnya sudah ada korban lainnya yang terjatuh akibat lubang penggalian aspal itu. Apakah memang begitu mekanisme pekerjaannya ?,” ketus AP, ke media warta.in pada Senin (20/4) malam.

Keluhan masyarakat dan kecelakaan inipun saat dikonfirmasi langsung pada hari Selasa (21/4) via WhatsApp ke PPK 2.1 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan, Nobertin menjelaskan kalau itu sudah dilayangkan teguran kepada pihak perusahaan PT Adeeva Jaya Perkasa.

“Sudah diberikan teguran dan instruksi penutupan segera,” sebut Nobertin.

Sementara untuk teguran tersebut beber Nobertin, diberikan waktu seminggu terhitung sejak tanggal 20 April 2026 teguran keluar.

Secara terpisah, saat dikonfirmasi via telpon WhatsApp ke pihak PT Adeeva Jaya Perkasa, Joel selaku GS (General Superintendent) menjelaskan bahwa terkendala di persiapan mobilisasi alat pemadat aspal dan akan segera menutup pengerukan tersebut.

“Tetap akan ditangani segera cuma ini masih proses alat pemadat karena proses untuk mobilisasi alat ada prosedurnya yang sementara dilakukan. Namun kami janji akan segera tangani,” ucap Joel.

Selain itu Joel selaku GS PT Adeeva Jaya Perkasa juga menuturkan kalau AMP beserta alat pemadat berada di Rantetayo dan mengakui jika sudah diberikan teguran tertulis.

“Aspalnya akan diangkut dari Rantetayo karena AMPnya ada di sana dan alat pemadat juga di Rantetayo,” ungkapnya.

Sementara untuk material yang digunakan di pengolahan AMP kata Joel, diambil dari Enrekang dan kadang diambil dari lokasi lokal di Kurra.

Komitmen pihak PT Adeeva Jaya Perkasa inipun untuk menutup lubang hasil pengerukan tersebut baru dilakukan pada hari Rabu (23/4/2026). Namun hingga ini Senin (27/4/2026), belum tuntas ditutupi semua sementara limit waktu yang diberikan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional hanya seminggu terhitung sejak tanggal 20 April 2026.

Berita Terkait