Membawa Harapan Baru! Malahayati Konsultan Hadirkan Solusi Cerdas dan Pulihkan Mental Korban Pinjol di Sukabumi
Sukabumi | Warta In Jabar – Di tengah tantangan ekonomi dan maraknya isu finansial digital saat ini, sebuah angin segar berembus bagi masyarakat Sukabumi Raya dan Cianjur. Malahayati Konsultan, lembaga yang bergerak di bidang jasa konsultasi keuangan dan pendampingan risiko, sukses menggelar Acara Akbar Seminar Nasional, bertempat di Hotel Augusta, Jl. Raya Cikukulu No.72, Cisande, Kec. Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, bertajuk “Sosialisasi Bahaya Pinjol, Judol, dan Investasi Ilegal” di Kabupaten Sukabumi.
Acara yang berlangsung penuh kehangatan dan optimisme ini bukan sekadar sosialisasi biasa, melainkan sebuah gerakan moral untuk merangkul masyarakat, mengembalikan kesehatan mental, dan memberikan jalan keluar yang konkret (solutif) bagi mereka yang tengah terjebak dalam lingkaran masalah keuangan.
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh jajaran manajemen puncak Malahayati Konsultan, antara lain:
• Bapak Ahmad Maulana selaku Chief Operating Officer (COO) Malahayati Pusat
• Bapak Maulana Akbar selaku Wakil COO 1
• Bapak Sayuti Mahmud selaku Kepala Cabang Malahayati Sukabumi
• Bapak Heri Iskandar selaku Kepala Cabang Malahayati Srengseng, Jakarta Barat
• Bapak Argi selaku Pendamping Psikolog
• Bapak Yudi dari bagian Agen dan Hubungan Masyarakat (Humas)
• Serta seluruh jaringan perwakilan Malahayati se-Sukabumi Raya dan Cianjur, tokoh masyarakat, dan ratusan tamu undangan yang hadir dengan antusiasme tinggi.
Memperluas Kepedulian: Malahayati Hadir di 12 Kota Besar Indonesia
Dalam sesi wawancara mendalam bersama awak media, COO Malahayati Konsultan, Bapak Ahmad Maulana, membagikan kabar baik mengenai perkembangan lembaga yang dipimpinnya. Saat ini, Malahayati telah memiliki 12 kantor cabang resmi yang tersebar di berbagai kota strategis di Indonesia, meliputi:
• Jakarta, Srengseng, Mampang, dan Serang (Banten).
• Bogor, Sukabumi, Bekasi, dan Bandung (Jawa Barat).
• Semarang, Yogyakarta, Surabaya, hingga Probolinggo.
Bapak Ahmad Maulana menjelaskan bahwa penempatan cabang-cabang ini didasarkan pada komitmen kuat untuk membantu wilayah-wilayah yang menurut data empiris memiliki urgensi tinggi terkait permasalahan pinjaman online (pinjol).
”Kami hadir langsung di tengah masyarakat karena kami melihat ada realita yang memprihatinkan di lapangan sepanjang tahun 2025 lalu. Berdasarkan pengamatan kami, tingkat kepanikan masyarakat akibat tekanan pinjol sangat tinggi, bahkan hingga memicu tindakan ekstrem yang mengorbankan nyawa. Kehadiran Malahayati adalah untuk memutus rantai keputusasaan tersebut dan menegaskan bahwa selalu ada jalan keluar yang aman,” ujar Bapak Ahmad Maulana dengan nada optimis.
Edukasi sebagai Kunci: Upgrade Knowledge, Hilangkan Rasa Cemas
Salah satu misi utama yang diusung oleh Malahayati Konsultan melalui seminar nasional ini adalah melakukan edukasi massal secara terukur. Banyak masyarakat yang terjebak pinjol merasa was-was, khawatir, dan panik karena mereka tidak tahu harus berbuat apa ketika menghadapi intimidasi atau penagihan yang tidak beretika.
Malahayati hadir untuk memberikan jawaban atas ketidaktahuan tersebut. Dari sekitar 200 penyedia jasa konsultan serupa di Indonesia, Malahayati menonjol sebagai pilihan utama karena memiliki dua keunggulan kompetitif yang sangat kuat:
• Tim Berpengalaman dan Profesional: Seluruh personel dan konsultan di Malahayati memiliki latar belakang kokoh di industri pembiayaan, baik dari sektor perbankan konvensional maupun praktisi industri pinjaman online itu sendiri. Mereka memahami betul regulasi, celah hukum, dan sistem kerja pembiayaan.
• Fokus pada Pembinaan Berkelanjutan: Berbeda dengan lembaga lain, Malahayati tidak melepaskan klien begitu saja setelah sesi konsultasi selesai. Klien akan diintegrasikan ke dalam wadah komunitas secara gratis untuk mendapatkan bimbingan jangka panjang.
Wadah-wadah interaktif dan edukatif yang disediakan secara gratis ini meliputi:
• Seminar Nasional Terbuka untuk pembaruan regulasi finansial.
• Home Sharing sebagai ruang diskusi kelompok kecil yang intim.
• Konsolidasi Keuangan untuk merumuskan strategi pelunasan.
• Makarena (Malam Keakraban Nasabah), sebuah konsep unik yang memadukan hiburan, relaksasi, dan penguatan mental antarsesama anggota.
Pulihkan Mental, Tata Kembali Literasi Keuangan Masyarakat
Senada dengan hal tersebut, Wakil COO 1 Malahayati, Bapak Maulana Akbar, menekankan pentingnya aspek pemulihan mental (psikis) dalam menghadapi risiko penyebaran data pribadi yang kerap dilakukan oleh oknum penagih pinjol ilegal.
”Fokus terbesar kami di setiap kantor cabang adalah mental recovery. Kami ingin memastikan bahwa klien kami tidak merasa sendiri. Ketika mental mereka sudah tenang dan stabil, barulah kita bersama-sama menata ulang literasi keuangan mereka agar terus bertumbuh menjadi lebih baik,” jelas Bapak Maulana Akbar.
Lebih lanjut, ia memaparkan solusi finansial logis yang ditawarkan Malahayati. Setelah mental nasabah pulih, tim konsultan akan mendampingi proses penyelesaian utang dengan cara yang elegan dan sesuai hukum, seperti program restrukturisasi utang atau negosiasi pelunasan dengan potongan (diskon) beban bunga.
Menanggapi fenomena tingginya angka pinjaman konsumtif di Indonesia yang menembus angka ratusan triliun rupiah di tengah perlambatan ekonomi, Bapak Maulana Akbar mengimbau pemerintah untuk memperketat regulasi dan kalau bisa menutup platform pinjol yang merugikan. “Harapan kami, masyarakat bisa benar-benar bebas dari jerat tagihan yang tidak sehat agar ekonomi keluarga dapat bangkit kembali,” tambahnya.
Sinergi Ilmu dan Sentuhan Psikologis untuk Sukabumi Bangkit
Keberhasilan acara ini juga ditopang oleh kontribusi luar biasa dari para pemateri. Kepala Cabang Malahayati Srengseng, Bapak Heri Iskandar, membagikan kiat-kiat praktis mengenai pengelolaan keuangan rumah tangga dan pentingnya menyebarkan energi positif serta ilmu pengetahuan finansial kepada lingkungan terdekat.
Dari sudut pandang medis dan psikis, Bapak Argi selaku Pendamping Psikolog Malahayati, menggarisbawahi bahwa penanganan masalah finansial tidak akan tuntas tanpa adanya terapi kesehatan mental.
”Tekanan dari pinjol sering kali memicu kecemasan akut (anxiety). Melalui layanan konseling psikologis yang kami sediakan di Malahayati, para korban dibimbing untuk melepaskan beban emosionalnya terlebih dahulu. Jiwa yang sehat akan melahirkan pikiran yang jernih untuk menyelesaikan masalah,” tutur Bapak Argi.
Komitmen Penuh untuk Masa Depan Sukabumi yang Lebih Cerah
Sebagai tuan rumah, Kepala Cabang Malahayati Sukabumi, Bapak Sayuti Mahmud, menutup rangkaian acara dengan menyampaikan rasa syukur dan komitmennya yang mendalam untuk wilayah Sukabumi, baik kota maupun kabupaten. Ia menegaskan bahwa layanan jasa konsultan Malahayati sudah teruji secara nyata di berbagai daerah dalam membantu memulihkan perekonomian masyarakat.
”Kami siap memberikan layanan terbaik dan maksimal di Sukabumi. Harapan besar kami, warga Sukabumi tidak perlu lagi merasa takut atau terisolasi jika menghadapi masalah pinjol. Datanglah kepada kami, pintu kami selalu terbuka untuk berdiskusi mencari jalan keluar terbaik. Jangan biarkan aset berharga, keharmonisan keluarga, apalagi nyawa, terancam hanya karena masalah pinjaman online. Sukabumi harus bangkit, cerdas finansial, dan sejahtera!” pungkas Bapak Sayuti Mahmud disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.
Melalui sosialisasi ini, Malahayati Konsultan sukses menyebarkan pesan optimisme: bahwa seberat apa pun masalah keuangan yang dihadapi, dengan pendampingan profesional yang tepat, edukasi yang konsisten, dan mental yang sehat, masyarakat pasti mampu keluar sebagai pemenang dan menata masa depan finansial yang lebih cerah. (AL)





























