Subang Unjuk Kekuatan SDM, 616 Warga Terserap di Industri Mobil Listrik
SUBANG | Warta In – Kualitas sumber daya manusia (SDM) Kabupaten Subang mulai menunjukkan daya saingnya. Sebanyak 616 warga lokal berhasil menembus industri mobil listrik dan direkrut oleh dua perusahaan besar, BYD dan VinFast.

Data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Subang mencatat, jumlah tersebut terdiri dari 299 orang yang bekerja di BYD dan 317 orang di VinFast. Capaian ini memperlihatkan bahwa tenaga kerja lokal mampu bersaing di sektor industri modern yang tengah berkembang pesat.
Kepala Disnakertrans Subang, Rona Mairansyah, menyebutkan bahwa dominasi tenaga kerja asal Jawa Barat, termasuk Subang, menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ini sinyal baik. Artinya tenaga kerja lokal sudah mulai mampu mengisi kebutuhan industri, meskipun untuk posisi tertentu masih membutuhkan tenaga ahli dari luar daerah,” ujarnya.
Secara rinci, tenaga kerja yang direkrut oleh BYD tidak hanya berasal dari Subang, tetapi juga dari Karawang sebanyak 220 orang, Bekasi 144 orang, Purwakarta 112 orang, Bandung 91 orang, Cirebon 75 orang, Indramayu 63 orang, Kuningan 50 orang, Majalengka 28 orang, serta Bogor 19 orang. Sementara tenaga kerja dari luar Jawa Barat mencapai 937 orang.
Di sisi lain, VinFast juga menyerap tenaga kerja dari berbagai daerah. Selain 317 orang dari Subang, terdapat 84 orang dari Karawang, 63 orang dari Bekasi, 51 orang dari Purwakarta, 32 orang dari Bandung, 23 orang dari Cirebon, 22 orang dari Indramayu, 14 orang dari Tegal, serta masing-masing 13 orang dari Kuningan dan Bogor.
Meski demikian, Disnakertrans menilai masih diperlukan peningkatan kualitas dan keterampilan tenaga kerja lokal agar dapat memenuhi kebutuhan industri secara lebih luas, terutama di bidang keahlian teknis.
Dengan terus berkembangnya industri kendaraan listrik di Subang, peluang kerja bagi masyarakat diperkirakan akan semakin terbuka lebar. Pemerintah daerah pun diharapkan dapat terus mendorong pelatihan dan peningkatan kompetensi agar tenaga kerja lokal semakin kompetitif di pasar industri.
@Bobby Cengos






























