Samosir, Saat ini jembatan penghubung dari Desa Bonan Dolok menuju Desa Hasinggaan masih baru kelar pembangunannya, sehingga untuk menuju ke Desa Hasinggaan dari Bonan Dolok dicapai dengan sepeda motor atau naik boat kayu. OH Simarmata SH keturunan dari Opung Ronuan Simarmata bersama Lindung Simarmata keturunan dari Opung Lettem Simarmata berkunjung ke Desa Hasinggaan pada Sabtu 13/12/2025 dengan mengunakan boat kayu milik Pak Siska Simarmata keturunan dari Opung Bartong Simarmata dari Huta Sampuran.
Kami sangat bersukacita karena disambut dengan penuh kehangatan oleh keluarga besar keturunan Opung Banua Simanjorang, yang diawali dengan berjiarah ke tambak / makam keturunan opung Banua Simanjorang. Sungguh sangat luar biasa. Tambak itu sangat megah, bertingkat. Padahal jalanan di desa Hasinggaan ini berliku, sempit, namun tambak ini bisa dibangun dan kini menjadi salah satu kebanggaan bagi masyarakat Hasinggaan., ujar OH Simarmata SH
Sebagaimana hukum adat yang berlaku di kalangan marga Simarmata yang berasal dari Alngit Desa Lumban Suhi Suhi Toruan, yang mengamanatkan hanya anak lelaki pertama yang berhak tinggal di tanah warisan keluarganya, maka berlaku juga di Huta Lumban Sait Ni Huta, dimana hanya anak lelaki pertama dari Opung Pultak Simarmata lah yang berhak tinggal di Huta Lumban Sait Ni Huta yaitu : Panahara Simarmata. Sedangkan kedua adiknya Gollu Simarmata dan Bagur Simarmata, mencari hunian baru di luar Angit.
Berdasarkan sejarah keluarga, diketahui bahwa Bagur Simarmata merantau ke Desa Hasinggaan, lalu menikah dengan boru Simanjorang (anak peremupan dari Opung Banua Simanjorang), menetap hingga akhir hayatnya di Desa Hasinggaan. Begitu juga dengan anaknya yang bernama Sangap Simarmata, menikah dengan boru Simanjorang juga (cucu dari Opung Banua Simanjorang), yang menetap hingga akhir hayatnya di Desa Hasinggaan.
Apa Edu Simanjorang warga Desa Siboro, yang merupakan keturunan Opung Banua Simanjorang menyampaikan sekitar tahun 1980 an, dia datang ke Alngit untuk menghadiri acara peresmian Tambak Keturunan Opung Pultak Simarmata Par Lumban Sait Ni Huta. Saya dihubungi oleh ibunya Wilmar Simanjorang boru Simarmata, yang merupakan cucu dari Sangap Simarmata & boru Simanjorang, agar saya dan ayah saya hadir sebagai Tulang Pamupus dari Lumban Simarmata (anak dari Sangap Simarmata & boru Simanjorang yang merupakan keturunan dari Opung Banua Simanjorang)
Selain itu, salah seorang warga Desa Hasinggaan menceritakan bahwa ia masih ingat sekitar tahun 1980 an itu, Wilmar Simanjorang datang ke Desa Hasinggaan untuk mengambil tanah dari Parholian (tempat pemakaman umum jaman dahulu) sebagai tanda holi holi dari Opung Bagur Simarmata dan Opung Sangap Simarmata yang dikebumikan di Desa Hasinggaan pada ratusan tahun silam. untuk dimasukkan ke tambak / makam keluarga keturunan Opung Pultak Simarmata di Huta Lumban Sait Ni Huta Alngit
Untuk itulah kami datang ke Desa Hasinggaan ini bertemu dan berkenalan dengan keturunan Opung Banua Simanjorang, hula hula dari Opung Bagur Simarmata dan Opung Sangap Simarmata. Kami berharap kedepannya nanti hubungan persaudaraan keluarga Simarmata par Alngit dan keturunan Opung Banua Simanjorang ini akan terus terjalin dengan baik. Rumah peninggalan Opung Banua Simanjorang yang tadinya berada di tanah tempat bangunan tambak keluarga opung Banua Simanjorang tersebut, saat ini ada di Huta Lumban Sosor Alngit, di sebelah Ruma Bolon milik keturunan Opung Tahi Mangalan Simarmata Raja Huta di Huta Lumban Sosor. Keadaan rumah peninggalan opung Banua Simanjorang itu masih sangat layak huni. Rumah tersebut dibawa oleh Lumban Simarmata dengan menggunakan kapal milik keluarga mertuanya marga Sinaga dari Desa Hasinggaan menuju Alngit Desa Lumban Suhi Suhi Toruan. Kami pun sangat berterima kasih atas jamuan secara adat dari keluarga besar tulang Simanjorang, dimana kami menerima dekke (ikan mas), ulos dan beras, disampaikan oleh OH Simarmata SH Ketua Umum Ketiga Punguan Simarmata & Boruna se Indonesia Periode 2002- 2008. (red)































