- Samosir, Sejak acara pelantikan pengurus Parsadaan Parna Indonesia pada 26 April 2026 di Hotel Kartika Chandra Jakarta Selatan, hampir setiap hari tayang di media sosial tiktok video video yang berisi pernyataan pro dan kontra dengan tak diikut sertakannya keturunan Raja Sitempang di acara tersebut. Perkumpulan Raja Sitempang terdiri dari marga marga yaitu Sitanggang Bau, Sitanggang Gusar, Sitanggang Lipan, Sitanggang Upar, Sitanggang Silo, Simanihuruk, Sidauruk, Sigalingging. Pada acara pelantikan Pengurus Parna Indonesia disepakati bahwa keturunan Raja Naiambaton adalah : 1. Bolon Tua 2. Tamba Tua 3. Saragi Tua 4. Munte Tua 5.Nahampun Tua dan 6.Pintahaumasan. Tak ada lagi keturunan Raja Sitempang di silsilah PARNA. Sampai hari ini belum hadir di media sosial pernyataan Ketum DPP Parna Indonesia mengenai tak ikutnya lagi keturunan Raja Sitempang di Punguan Parna Indonesia. Begitu juga dari Ketum DPP Raja Sitempang, apa alasannya mengapa Raja Sitempang menolak atau ditolak bergabung di Parna Indonesia ? Di Samosir ini, hampir sepertiga penduduk adalah keturunan Raja Sitempang. Bahkan dikenal slogan dari masa ke masa bahwa Raja Pangururan adalah marga Sitanggang. Pada masa masa Pileg dan Pilkada, keturunan Raja Sitempang paling banyak didekati para calon karena suara masanya sangat banyak, bisa jadi penentu kemenangan seorang Bupati, ujar Dr drh Rotua Wendeilyna Simarmata MSI CMed, yang biasa disapa Wendy, cucu dari Mangga Albinus Simarmata gelar Voorzitter – Ketum Pertama Punguan Simarmata & Boruna se Indonesia dan putri dari OH Simarmata SH Ketum Ketiga Punguan Simarmata & Boruna se Indonesia. Kami yang tinggal di huta ini, sudah dari sejak kecil dibiasakan menganggap marga Sitanggang itu adalah saudara lelaki atau saudara ayah kami. Simarmata dan Sitanggang adalah sama sama PARNA. Dengan tidak ikutnya lagi Sitanggang yang merupakan keturunan Raja Sitempang, bagaimana kah sikap kami boru Simarmata ini terhadap marga Sitanggang. Apakah masih menyapa dengan ito ? Kami harap dalam waktu dekat ini ada pernyataan resmi dari para petinggi PARNA maupun RAJA SITEMPANG atas permasalahan ini, tegas Wendy Simarmata (red)

Wartawan Investigasi
Pencari Bukti Yang Tersembunyi
































