Wartain Banten | Pemerintahan | 15 Januari 2026 — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menegaskan komitmennya dalam menekan angka putus sekolah melalui program Sekolah Gratis yang diprioritaskan bagi pendidikan menengah swasta. Program ini menyasar jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) swasta yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Banten Andra Soni saat memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan Al-Azhar Sports, Education, Art, Culture, and Entertainment (Alseace) di SMA Al Azhar Bumi Serpong Damai (BSD), Kota Tangerang Selatan, Rabu (14/1/2026).
Gubernur Andra Soni mengungkapkan bahwa angka putus sekolah pada tingkat pendidikan menengah di Provinsi Banten masih menjadi perhatian serius. Kondisi itu tercermin dari rata-rata lama sekolah masyarakat Banten yang baru mencapai 9,16 tahun.
“Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov Banten sejak Tahun Ajaran 2025-2026 telah meluncurkan program Sekolah Gratis bagi siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) swasta,” ujar Gubernur.

Jangkau 60 Ribu Siswa
Program Sekolah Gratis pada tahun pertama pelaksanaannya telah menjangkau sekitar 60 ribu siswa di 814 sekolah di Banten.
“Pada tahun pertama, program Sekolah Gratis sudah menjangkau kurang lebih 60 ribu siswa yang tersebar di 814 sekolah,” jelasnya.
Program ini menerapkan prinsip gotong royong dengan memprioritaskan bantuan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, sementara pembiayaan bagi keluarga mampu tetap menjadi tanggung jawab orang tua.
“Ini bentuk gotong royong. Pemerintah mengurusi anak-anak yang berlatar belakang dari keluarga tidak mampu agar tercapai pemerataan akses pendidikan,” tegasnya.
Ke depan, Pemprov Banten berkomitmen memperluas cakupan program hingga satuan pendidikan berbasis keagamaan seperti Madrasah Aliyah. Pemerataan akses pendidikan dinilai penting untuk meningkatkan kualitas dan daya saing SDM Banten dalam menghadapi bonus demografi 2030 dan Indonesia Emas 2045.

Apresiasi Kegiatan Siswa
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Alseace yang digelar SMA Al Azhar BSD. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah yang efektif dalam mengembangkan potensi serta membentuk karakter para siswa.
“Kegiatan ini mempersiapkan diri untuk membangun sumber daya manusia unggul demi mencapai Indonesia Emas 2045,” katanya.
Kepala SMA Al Azhar BSD Mochamad Mukrim menjelaskan bahwa Alseace merupakan agenda tahunan besar OSIS dengan tema Urban Farming Movement.
“Panitia kegiatan seluruhnya berasal dari siswa kelas XI. Secara internal, kegiatan ini bertujuan melatih jiwa kepemimpinan, jiwa sosial, kemampuan berorganisasi, serta kemampuan bermasyarakat para siswa,” ujar Mukrim.
Selain mempererat silaturahmi antar-sekolah, Alseace tahun ini mempertandingkan 13 cabang lomba yang diikuti 217 sekolah dari berbagai daerah sebagai wadah penyaluran minat dan bakat serta pengembangan kreativitas, daya saing, dan kepercayaan diri siswa.(WartainBanten)































