Wartain Banten | Pemerintahan | 27 Januari 2026 — Gubernur Banten Andra Soni mendorong para pemuda di Provinsi Banten untuk menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi sebagai bekal menghadapi era Society 5.0 sekaligus mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Pesan tersebut disampaikan Andra Soni melalui Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Banten, Ahmad Syaukani, pada Simposium Nasional dan Refleksi Awal Tahun yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Intelektual Pemuda Indonesia di Kota Tangerang Selatan, Senin (26/1/2026).
Menurut Andra Soni, saat ini dunia berada pada era 5.0 yang ditandai dengan pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas dan derajat hidup masyarakat. Oleh karena itu, pemuda dituntut tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya secara produktif dan inovatif.
Demikian diungkapkan Andra Soni dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olah Raga (Kadispora) Provinsi Banten, Ahmad Syaukani pada Simposium Nasional dan Refleksi Awal Tahun Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Intelektual Pemuda Indonesia di Kota Tangerang Selatan (26/1/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, pemuda merupakan warga negara Indonesia berusia 16 hingga 30 tahun yang berada pada periode penting pertumbuhan dan perkembangan. Di Provinsi Banten, jumlah penduduk yang masuk kategori pemuda mencapai sekitar 3,3 juta jiwa dari total lebih dari 12 juta penduduk.
“Kondisi itu, merupakan modal untuk mencapai Indonesia Emas 2045,” kata Andra Soni.
Andra Soni menegaskan, pemuda berada pada usia produktif yang memiliki tenaga handal serta pemikiran yang tajam. Potensi tersebut, lanjutnya, harus diarahkan dan dikembangkan melalui peningkatan kapasitas, literasi digital, serta penguasaan teknologi informasi
“Hal tersebut, merupakan modal untuk membangun daya saing pemuda,” katanya.
Gubernur Banten Andra Soni mendorong pemuda Banten, melalui Kadispora Ahmad Syaukani, untuk memanfaatkan peluang demi pemberdayaan diri, salah satunya dengan menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari.
“Saat ini, penguasaan dan pemanfaatan teknologi merupakan keniscayaan,” tandasnya.

Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi DPP Perkumpulan Intelektual Pemuda Indonesia atas penyelenggaraan simposium bertema “Mencetak Pemimpin Bangsa Inovatif Kolaboratif Menuju Indonesia Emas.”
Untuk pemberdayaan pemuda, Pemprov Banten menyediakan berbagai program, termasuk Pemuda Pelopor, yang menargetkan pemuda 16-30 tahun dengan inisiatif dan inovasi untuk mencetak pemimpin masa depan di berbagai bidang, mulai dari pendidikan hingga teknologi.
Ketua Panitia Simposium Nasional DPP Perkumpulan Intelektual Pemuda Indonesia, Ahmad Daffa, menyatakan simposium ini menjadi ajang diskusi lintas bidang antara ahli, praktisi, mahasiswa, dan pemerintah untuk meningkatkan kolaborasi dalam menangani isu-isu terkini di masyarakat.(WartainBanten)































