27.7 C
Jakarta
Minggu, Februari 22, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Mendikdasmen Bersama Gus Bupati Resmikan Revitalisasi Sekolah Se-Kabupaten Jember di SMP N 1 Balung

Warta.in, Jember – Upaya memperkuat kualitas pendidikan nasional kembali ditegaskan melalui peresmian revitalisasi satuan pendidikan se-Kabupaten Jember yang dipusatkan di SMP Negeri 1 Balung, Sabtu (21/2/2026). Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, bersama Bupati Jember Gus Fawait.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemedikdasmen), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), direktur rumah sakit daerah, para pengawas sekolah, serta kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan.

Kepala SMP Negeri 1 Balung, M. Rohiem, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi sarana dan prasarana pendidikan di Jember. Program revitalisasi yang diresmikan di Kabupaten Jember mencakup 124 satuan pendidikan dari berbagai jenjang, mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga SMK. Dan, terbesar digelontorkan untuk SMP Negeri 1 Balung sebesar Rp4,2 miliar.

Revitalisasi ini merupakan bagian dari program prioritas nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dalam rangka penguatan mutu pendidikan melalui peningkatan sarana dan prasarana.

Dalam pernyataannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof.Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed menegaskan bahwa pada tahun 2025, pemerintah telah menyelesaikan revitalisasi sebanyak 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia dengan capaian 100 persen. “Ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan anak-anak Indonesia belajar di ruang yang layak dan bermutu. Tahun 2026 proses revitalisasi terus berjalan.

Saat ini sudah ada sekitar 11.470 satuan pendidikan dalam APBN, dan kami tengah mengajukan tambahan anggaran untuk 60.000 satuan pendidikan lagi,” ujarnya.

Apabila tambahan tersebut disetujui, maka pada tahun 2026 pemerintah menargetkan revitalisasi lebih dari 71.000 satuan pendidikan secara nasional. Menteri Abdul Mu’ti berharap, sebelum tahun 2029, seluruh sekolah di Indonesia dapat tersentuh program revitalisasi secara bertahap.

Menariknya, program revitalisasi tahun 2026 akan dilaksanakan dengan sistem swakelola oleh masing-masing sekolah. Berdasarkan hasil penelitian Kementerian, pendekatan ini tidak hanya mempercepat perbaikan fisik bangunan, tetapi juga menyerap tenaga kerja lokal serta menggerakkan ekonomi daerah. Material pembangunan diutamakan berasal dari toko-toko setempat dan tenaga kerja melibatkan masyarakat sekitar.

“Program ini bukan sekadar memperbaiki gedung, tetapi juga menjadi stimulus ekonomi daerah. Pemerintah tidak pernah mengabaikan kualitas pendidikan,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Jember, Gus Fawait menyampaikan refleksi mendalam mengenai kondisi pendidikan di daerahnya. Ia mengungkapkan bahwa Jember merupakan kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di Jawa Timur dan memiliki tantangan besar dalam angka kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem yang tertinggi di provinsi tersebut.

Ia menuturkan, pada awal masa jabatannya, data menunjukkan terdapat 1.532 gedung sekolah dengan kondisi rusak berat di Kabupaten Jember. Jumlah tersebut belum termasuk kategori rusak ringan dan sedang. Kondisi ini, menurutnya, menjadi pekerjaan rumah besar yang tidak mungkin diselesaikan hanya dengan mengandalkan APBD.

“Kami melihat pendidikan sebagai jalan panjang untuk memutus rantai kemiskinan. Karena itu kami datang ke Jakarta, menyampaikan kondisi sebenarnya. Kami benahi data Dapodik agar apa adanya, jika rusak dilaporkan rusak. Jika tidak memiliki fasilitas, jangan dipaksakan. Kejujuran data menjadi kunci,” ujar Gus Fawait.

Langkah pembenahan data tersebut berbuah hasil. Pada tahun 2025, Kabupaten Jember memperoleh alokasi revitalisasi terbesar dalam sejarahnya, dengan 124 sekolah mendapatkan bantuan perbaikan. Hal ini disebut sebagai salah satu bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi riil pendidikan di daerah.

Untuk tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Jember kembali mengajukan lebih dari 300 sekolah yang masih dalam kategori rusak berat agar dapat masuk dalam program revitalisasi lanjutan. Bupati Jember menyampaikan harapannya agar dukungan pemerintah pusat terus mengalir demi percepatan perbaikan infrastruktur pendidikan.

Ia menegaskan bahwa peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan penurunan angka kemiskinan hanya dapat dicapai melalui investasi jangka panjang di sektor pendidikan. Revitalisasi sekolah menjadi fondasi penting agar anak-anak Jember tumbuh dalam lingkungan belajar yang layak, aman, dan bermartabat.

Berita Terkait