Wartain Banten | Pemerintahan | 09 Maret 2026 — Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, memberikan apresiasi kepada pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) kabupaten dan kota se-Provinsi Banten atas dedikasi mereka dalam membina dan mengembangkan olahraga catur di daerah.
Penghargaan diserahkan dalam kegiatan silaturahmi dan sharing session bersama para atlet catur se-Banten di Penancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Minggu (8/3/2026). Acara ini turut dihadiri Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita Provinsi Banten, Irna Narulita, para atlet catur, serta jajaran pengurus Percasi Provinsi Banten.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan diskusi dan pertandingan persahabatan antar daerah, sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Dalam sambutannya, Dimyati menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus Percasi yang tetap konsisten membina para atlet meski menghadapi berbagai keterbatasan.
“Terima kasih kepada seluruh pengurus Percasi yang terus berjuang membina dan mengembangkan olahraga catur di daerah. Dedikasi dan pengabdian ini tentu sangat berarti bagi kemajuan olahraga catur di Banten,” kata Dimyati.
Ia menekankan bahwa catur bukan sekadar permainan, tetapi juga olahraga yang melatih kemampuan berpikir strategis, kesabaran, dan pengendalian diri. Filosofi permainan catur, menurutnya, memiliki kesamaan dengan makna ibadah puasa di bulan Ramadan, di mana seseorang belajar menahan hawa nafsu dan menyusun strategi dengan baik.
“Dalam puasa kita belajar menahan hawa nafsu untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Dalam catur juga demikian, pemain harus mampu mengendalikan diri dan menyusun strategi dengan baik,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Achmad Dimyati Natakusumah bersama Ketua Percasi Provinsi Banten, Amin Lukman, secara simbolis menyerahkan penghargaan kepada pengurus Percasi kabupaten dan kota se-Banten sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam membina olahraga catur.
Kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi dan sharing session antara pengurus dan atlet, sekaligus mempererat kebersamaan selama bulan Ramadan menjelang waktu berbuka puasa.
“Kegiatan ini kita kemas dalam bentuk sharing session. Sambil menunggu waktu berbuka puasa, para pengurus dan atlet bermain catur atau ngeround,” kata Amin.

Ia menjelaskan bahwa pertandingan catur yang digelar bersifat persahabatan antar daerah, sehingga suasananya santai namun tetap kompetitif.
Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antarpengurus Percasi dan memotivasi para atlet, sekaligus mendukung perkembangan pembinaan catur di Banten.(WartainBanten)































