30.2 C
Jakarta
Jumat, Maret 20, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Polemik Pernyataan Yudhy Elwahyu, Diduga Sebut Wartawan “Pengemis”, Picu Reaksi Insan Pers

Polemik Pernyataan Yudhy Elwahyu, Diduga Sebut Wartawan “Pengemis”, Picu Reaksi Insan Pers

KARAWANG | Warta In Jabar – Polemik terjadi di wilayah Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, menyusul pernyataan yang diduga dilontarkan oleh Yudhy Elwahyu, yang mengaku sebagai Ketua Umum Persatuan Jurnalis Nusantara (PJN). Pernyataan tersebut menuai reaksi dari sejumlah insan pers yang menilai ucapan itu berpotensi merendahkan profesi wartawan.

Peristiwa ini diungkapkan oleh salah satu wartawan media online yang kerap meliput di wilayah Banyusari, Gunawan, yang akrab disapa Kong Iwan, pada Selasa (17/3/2026).

Menurut Gunawan, peristiwa tersebut terjadi dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di kantor PJN di Desa Pamekaran, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, pada Minggu (15/3/2026) malam.

Ia menjelaskan, awalnya sejumlah kepala desa se-Kecamatan Banyusari mendatangi kantor tersebut untuk meminta klarifikasi terkait pernyataan Yudhy dalam pemberitaan sebelumnya yang menyebut akan melaporkan para kepala desa ke Kejaksaan Negeri Karawang.

Namun, situasi pertemuan yang semula bertujuan untuk klarifikasi disebut berkembang menjadi perdebatan.

“Dalam perdebatan itu, yang bersangkutan diduga menyampaikan pernyataan yang menyebut wartawan sebagai ‘pengemis’,” ujar Gunawan.

Gunawan menilai pernyataan tersebut tidak pantas dan berpotensi menyinggung profesi wartawan secara umum.

“Saya pribadi merasa keberatan jika profesi wartawan digeneralisasi seperti itu. Seharusnya sesama insan pers dapat saling menghormati,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa profesi wartawan memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, sehingga perlu dijaga marwah dan integritasnya.

Pernyataan yang sama, menurut Gunawan, juga didengar oleh sejumlah pihak yang hadir dalam pertemuan tersebut, termasuk beberapa kepala desa.

Salah satu kepala desa yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa pihaknya tidak memiliki pandangan negatif terhadap wartawan. Ia menegaskan bahwa media selama ini menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Kami memandang wartawan sebagai mitra. Terkait pernyataan tersebut, kami juga cukup terkejut,” ujarnya.

Sejumlah kalangan jurnalis di Banyusari pun berharap adanya klarifikasi dari pihak terkait guna meluruskan informasi yang beredar, sekaligus menjaga kondusivitas hubungan antara insan pers dan berbagai pihak.

Hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Yudhy Elwahyu terkait pernyataan yang dimaksud.

Berita Terkait