33.4 C
Jakarta
Jumat, April 3, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL, Wagub Banten Sampaikan Duka Mendalam

Wartain Banten | Pemerintahan | 03 April 2026 — Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam misi perdamaian di Lebanon. Ketiga prajurit tersebut tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

“Turut berduka cita dan merasa sedih. Itu adalah perjuangan. Mudah-mudahan almarhum diterima Allah SWT dan mereka mati syahid karena berjuang membela kebenaran dan perdamaian internasional,” ujar Dimyati usai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa Hari Ulang Tahun (HUT) ke-152 Kabupaten Pandeglang di Gedung DPRD Pandeglang, Rabu (1/4/2026).

Ia menegaskan bahwa pengabdian para prajurit tersebut bukan sekadar menjalankan tugas negara, melainkan bagian dari misi kemanusiaan yang mulia. Pemerintah Provinsi Banten, lanjutnya, turut merasakan kehilangan yang mendalam atas gugurnya para penjaga perdamaian tersebut.

Tiga prajurit yang gugur adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Mereka merupakan bagian dari Kontingen Garuda yang bertugas menjaga stabilitas serta melindungi warga sipil di wilayah konflik Lebanon Selatan.

Insiden tragis yang merenggut nyawa ketiganya terjadi dalam dua peristiwa berbeda pada 29 hingga 30 Maret 2026. Serangan artileri yang menghantam markas pasukan serta ledakan saat pengawalan konvoi logistik menjadi penyebab gugurnya para prajurit, di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Sementara itu, anggota Komisi I DPR RI, Rizki Aulia Rahman Natakusumah, menegaskan bahwa kehadiran pasukan Indonesia di Lebanon bukan untuk berperang, melainkan sebagai penjaga perdamaian dunia.

“Mereka bertugas jauh dari tanah air, bukan untuk berperang, bukan untuk menyerang siapa pun. Pasukan perdamaian Indonesia hadir untuk memastikan tidak ada lagi korban sipil akibat konflik bersenjata,” katanya.

Rizki mengecam serangan terhadap pasukan perdamaian sebagai pelanggaran serius hukum internasional, mendesak investigasi menyeluruh dan transparan, serta mengajak memberi penghormatan dan doa bagi prajurit yang gugur serta ketabahan bagi keluarga mereka.(WartainBanten)

Berita Terkait

Iskandar Z Sitanggang
Iskandar Z Sitanggang
Pakar Bisnis, Pendidikan dan Hukum