Kekhawatiran publik terhadap kondisi pipa Peusangan kian menguat. Hingga kini, masyarakat masih belum mendapatkan jawaban yang jelas dan terbuka dari pihak terkait, khususnya PT Pertamina Hulu Energi, mengenai tingkat keamanan dan kelayakan operasional pipa tersebut.
Sejumlah warga mempertanyakan apakah pipa yang digunakan saat ini benar-benar masih dalam kondisi aman. Mereka menilai, pernyataan perusahaan yang menyebut penggunaan “teknologi canggih” untuk mendeteksi kerusakan dan korosi belum cukup menjawab kekhawatiran di lapangan.

“Kami tidak butuh sekadar klaim. Kami butuh bukti konkret bahwa pipa ini aman,” ujar Irsan. Sorotan utama mengarah pada beberapa poin krusial yang hingga kini belum terjawab secara transparan: Usia dan masa pakai pipa: Berapa lama pipa Peusangan telah digunakan, dan apakah masih dalam batas aman sesuai standar industri migas?
Uji kelayakan dan inspeksi berkala: Apakah telah dilakukan audit teknis independen terhadap kondisi pipa?

Verifikasi di Desa Betung Barat: Apakah jaringan pipa di wilayah tersebut sudah melalui pengecekan resmi dan terdokumentasi?
Pemasangan di atas plat dekar: Apakah metode pemasangan tersebut telah sesuai standar keselamatan, atau justru berpotensi menimbulkan risiko?
Menambah polemik, Irsan yang mengaku sebagai pemilik lahan tempat pipa tersebut melintas menyampaikan bahwa hingga saat ini kondisi pipa yang berada di atas plat dekar di lahannya belum pernah dibenahi. Ia menilai hal tersebut berpotensi menimbulkan risiko keselamatan jika tidak segera ditindaklanjuti.

“Pipa itu di atas plat dekar di tanah saya sampai sekarang belum dibenarkan. Ini yang membuat kami semakin khawatir,” tegasnya.
Pengamat menilai, minimnya keterbukaan informasi justru dapat memperbesar ketidakpercayaan publik. Dalam sektor energi, terutama yang berkaitan dengan infrastruktur berisiko tinggi seperti pipa migas, transparansi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari perlindungan terhadap masyarakat dan lingkungan.

Jika tidak segera dijawab secara komprehensif, kondisi ini berpotensi menimbulkan keresahan yang lebih luas, bahkan membuka ruang spekulasi terkait potensi bahaya yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Irsan bersama masyarakat kini mendesak adanya:
Audit independen dan terbuka
Publikasi hasil inspeksi teknis
Penjelasan resmi yang detail, bukan sekadar pernyataan umum

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan rinci yang menjawab seluruh pertanyaan tersebut secara menyeluruh dari pihak PT Pertamina Hulu Energi.































