Wartain Banten | Pemerintahan | 14 April 2026 — Gubernur Banten Andra Soni mendorong Provinsi Banten bersama Provinsi Lampung menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032 sebagai upaya mendongkrak prestasi sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur olahraga di daerah.
Hal tersebut disampaikan Andra Soni saat menghadiri final Turnamen Tenis Piala Gubernur Banten Tahun 2026 di UH Tenis Center, Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Minggu (12/4/2026).
Menurutnya, pencalonan Banten sebagai tuan rumah PON 2032 bersama Lampung menjadi langkah strategis untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur olahraga dari daerah lain, sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berolahraga.
”Bagi kami ini penting dalam rangka membangun infrastruktur. Supaya kita tidak terlalu tertinggal jauh dari Jakarta contohnya. Juga dalam mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, hingga penutupan pendaftaran, hanya Provinsi Banten dan Lampung yang mengajukan diri sebagai tuan rumah PON 2032. Tim dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat pun telah melakukan visitasi untuk mengecek kesiapan fasilitas olahraga di Banten.
Menurutnya, kesiapan menjadi tuan rumah PON 2032 membutuhkan kolaborasi dan dukungan seluruh pihak agar pelaksanaannya berjalan sukses dan mampu mengharumkan nama daerah.
“Untuk menjadikan Provinsi Banten sebagai daerah maju,” tegas Andra Soni.
Selain itu, Andra Soni menjelaskan bahwa Turnamen Tenis Antar Forkopimda Piala Gubernur Banten Tahun 2026 juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antar Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Melalui olahraga, diharapkan tercipta keakraban dan soliditas dalam mendukung pembangunan daerah.
“Ini penting karena banyak hal bisa didiskusikan sambil santai, seperti bermain tenis,” ucapnya.
Ia juga mengapresiasi Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Banten atas penyelenggaraan turnamen yang mempertandingkan kategori prestasi dan eksekutif.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Banten, Irjen Hengki, menyampaikan bahwa turnamen tersebut menjadi bagian dari upaya mengolahragakan masyarakat sekaligus mempererat silaturahmi antar pecinta tenis.
Ia juga menyoroti potensi atlet tenis Banten yang telah berprestasi di tingkat nasional dan perlu mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah daerah.
Banyak atlet berprestasi yang harus menjadi kebanggaan Provinsi Banten,” ungkap Hengki.
Lebih lanjut, Hengki mendorong keterlibatan sektor industri dalam mendukung pembinaan olahraga di Banten, termasuk melalui peran sebagai “bapak angkat” bagi para atlet.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Banten, Ahmad Syaukani, menyatakan bahwa turnamen tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan Banten Sehat dan Banten Kuat.
Selain meningkatkan kesehatan, kegiatan ini juga bertujuan mendorong olahraga masyarakat dan prestasi, serta memperkuat sinergi antar Forkopimda dalam mendukung pembangunan daerah.(WartainBanten)































