Wartain Banten | Pemerintahan | 17 April 2026 — Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau kawasan nelayan di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Kamis (16/4/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung pengembangan dan penataan kawasan permukiman nelayan yang kini mulai tertata dan lebih layak huni.
Dalam kesempatan itu, Dimyati menegaskan pentingnya program penataan permukiman nelayan sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir. Menurutnya, selama ini kawasan nelayan identik dengan kondisi kumuh dan kurang tertata.
“Perumahan nelayan ini sangat penting. Selama ini jarang yang tertata rapi, biasanya kumuh dan tidak tertata. Alhamdulillah, di sini dilakukan penataan melalui kolaborasi berbagai pihak,” ungkap Dimyati Natakusumah.
Ia menjelaskan, keberhasilan penataan kawasan tersebut tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, koperasi, masyarakat, serta pihak lainnya. Bahkan, skema pembiayaan yang diterapkan dinilai berpihak kepada nelayan.
“Tadi saya dapat informasi, bahwa ini kredit dan kreditnya langsung diberikan kepada nelayan,” katanya.
Meski demikian, Dimyati mengungkapkan masih terdapat sejumlah kebutuhan yang perlu dilengkapi guna mendukung produktivitas masyarakat nelayan. Di antaranya fasilitas cold storage, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), serta peningkatan infrastruktur kawasan.
“Kami berharap dengan kunjungan ini, infrastruktur di wilayah ini ke depan bisa semakin baik,” tambahnya.
Sementara itu, Menko AHY menyampaikan bahwa penataan kawasan nelayan di Tanjung Anom merupakan contoh nyata kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas permukiman masyarakat.
“Hari ini kami secara langsung melihat kondisi kawasan permukiman yang sebelumnya bisa dikatakan kondisinya kurang layak huni, kemudian dilakukan pembangunan, perbaikan, penataan rumah-rumah masyarakat, terutama warga nelayan dan keluarganya,” ujarnya.
Menurut AHY, proyek tersebut sejalan dengan visi pembangunan nasional dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.
“Dan ini adalah proyek kolaborasi yang sesuai dengan visi misi Presiden Prabowo Subianto, tentunya kami terus berupaya untuk mendorong sekaligus memastikan kualitas kehidupan masyarakat, termasuk warga nelayan agar semakin baik dari hari ke harinya,” katanya menambahkan.
AHY mengungkapkan, di atas lahan sekitar 1,3 hektare telah dibangun 110 unit rumah layak huni dengan dukungan berbagai pihak. Kawasan yang sebelumnya kumuh kini berubah menjadi lebih asri, tertata, dan sehat.
“Kondisinya berubah jauh, dari sebelumnya kumuh menjadi lebih asri, tertata, dan sehat. Ini bagian dari upaya mewujudkan lingkungan yang aman, bersih, dan produktif,” katanya.
Ke depan, pemerintah akan terus mengembangkan kawasan tersebut tidak hanya dari sisi permukiman, tetapi juga aspek ekonomi dan perlindungan kawasan. Rencana pengembangan meliputi pembangunan pabrik es berbasis air laut (slurry ice), penguatan dermaga, serta dukungan pemasaran hasil perikanan.
“Kita ingin kawasan ini tidak hanya rapi, tetapi juga produktif dan memberikan kepastian penghasilan bagi masyarakat nelayan,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Tangerang Mochammad Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa penataan kawasan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, Habitat for Humanity, koperasi, dan masyarakat. Total anggaran yang digunakan mencapai sekitar Rp13 miliar.
“Kawasan ini sebelumnya tidak tertata, kemudian kita bangun bersama melalui kolaborasi. Habitat membangun 110 unit rumah, Pemkab Tangerang menyiapkan infrastruktur dasar seperti jalan, drainase, air bersih, sanitasi, hingga fasilitas umum,” ujarnya.
Pemerintah daerah memfasilitasi kepemilikan rumah melalui koperasi dengan cicilan ringan serta akan melengkapi fasilitas pendukung, termasuk kesehatan dan pendidikan, guna mewujudkan kampung nelayan yang nyaman dan sejahtera.(WartainBanten)































