KDM Gandeng Industri, SMK di Jabar Wajibkan Magang Sejak Tahun Kedua
Subang, Warta In — Langkah besar diambil Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi. Pemprov Jabar memperkuat sinergi antara sekolah vokasi dan dunia industri melalui penandatanganan kerja sama SMK dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDIKA).
Momentum yang berlangsung di Gedung Pakuan, Bandung, itu disebut sebagai titik balik penting dalam mencetak lulusan SMK yang siap kerja dan terserap industri. Dedi Mulyadi menegaskan, pendidikan vokasi tidak boleh lagi berjalan sendiri tanpa keterlibatan langsung dari pelaku industri.
“Sekolah harus menjadi bagian dari ekosistem produksi. Jangan sampai lulusan SMK hanya pintar teori, tapi gagap di lapangan,” tegas Dedi.
Menurutnya, selama ini banyak lulusan kesulitan masuk dunia kerja karena minim pengalaman praktis. Karena itu, ia mendorong perombakan sistem pendidikan vokasi. Porsi praktik dan magang akan diperbesar sejak dini.
Konsep yang ditawarkan cukup tegas. Siswa SMK akan fokus pada penguatan teori dasar di tahun pertama. Memasuki tahun kedua, mereka diarahkan terjun langsung ke industri melalui program magang terstruktur. Dengan skema ini, siswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga bekerja dan memahami realitas kebutuhan industri.
Dedi menilai pendekatan ini saling menguntungkan. Perusahaan mendapatkan tenaga kerja terlatih sesuai kebutuhan, sementara siswa memperoleh pengalaman yang meningkatkan daya saing setelah lulus.
Tak hanya soal kompetensi, Dedi juga menyoroti dampak ekonomi dari sistem ini. Keterlibatan industri sejak dini diyakini mampu menekan biaya pendidikan karena siswa mulai produktif sebelum lulus. “Ini bisa meringankan beban orang tua,” ujarnya.
Ia optimistis, jika kolaborasi ini berjalan konsisten, Jawa Barat akan menjadi pusat industri berbasis SDM unggul. Keberhasilan ini diharapkan menjadi model nasional dalam mengintegrasikan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja.
(Badrin Botol)





























